Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
49


__ADS_3

"jangan tanya kenapa, karena itu demi kebaikan kita bersama kalau bukan gue yang abisin uang Lo entar pasti ada pelakor " ucap Rara panjang x lebar


"jadi intinya lo takut gue kehilangan gue kan?" goda Rendy


"iih apaan sih!! siapa juga yang takut kehilangan lo? nihhh ya, gue itu malah seringkali berdoa sama tuhan biar lo cepet matinya trus harta lo jatuh ke tangan gue" ucap Rara dengan tawa jahat yang dibuat-buat


"dasar lo, istri durhaka bukannya doain yang baik-baik malah doain gue cepet mati?!!" gerutu Rendy pada istrinya yang tak ada adab


pikir aja! mana ada seorang istri mendoakan suaminya cepet mati selain Rara ??


"itu adalah doa terbaik dari seorang istri versi gue Rendy!!"


"dimana letak baiknya gue tanya?" tanya Rendy mulai baper


"ya baik nya kalo lo mati gue bahagia, kan kebahagiaan istri juga kebahagiaan suami?" bual Rara


"gak ada cerita suami mati istrinya bahagia yang ada berdukacita" kesal Rendy


"itu kan kalau mereka saling cinta, beda halnya sama kita berdua yang bahkan nikah tanpa cinta atau perasaan apapun" dengan santainya Rara mengeluarkan kalimat itu dari mulutnya


"lo benar buat apa lo berduka saat gue mati kalau lo gak cinta dan gak punya perasaan apapun sama gue" ucap Rendy sendu


"tapi sebenarnya gue udah jatuh cinta sama lo Ra, gue cinta lo Ra" batin Rendy, ingin Rendy mengucapkan satu kalimat itu dan memeluk Rara. tapi nyatanya Rendy hanya unggul soal bisnis dan untuk masalah cinta Rendy hanya seorang pengecut dan pecundang kata kan Rendy seperti itu. Rendy takut setelah dia mengungkapkan perasaannya Rara akan menjauh.


"muka lo gak usah kek gitu juga kali, gue kan cuma bercanda Ren" dengan santainya Rara bilang 'cuma bercanda'

__ADS_1


"dan bercanda lo gak lucu tau?!" bentak Rendy


setelah kalimat itu keluar dari mulut Rendy suasana didalam mobil menjadi hening hingga mereka sampai dirumah pun Rara tak mengucapkan sepatah kata begitu juga dengan Rendy.


Rara diam bukan karena merasa bersalah atau takut dengan bentakan Rendy tapi karena di sibuk dengan pikirannya sendiri. sedang kan merasa bersalah karena tak sengaja membentak Rara.


🌸🌸🌸


pagi hari.....


seperti biasa Rara bangun lebih dulu dari Rendy. setelah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, Rara membangunkan Rendy.


"Ren....Rendy...bangun..." ucap Rara


"Rendy....bangun..."


sama seperti sebelumnya hanya dibalas deheman


dan tiba-tiba sebuah ide melintas si otak Rara


Rara tersenyum lalu membuka paksa mata Rendy yang masih tertutup rapat menandakan seorang Rendy sedang tertidur pulas.


Rendy merasa yang terusik, menarik kedua tangan Rara membuat Rara terhuyung ke depan dan menindih Rendy. Rara yang tidak nyaman dengan posisi itu memberontak dan berusaha bangun.


"diam Ra, jangan bantah gue ngantuk" ucap Rendy memeluk erat Rara

__ADS_1


tapi Rara tak mengindahkan ucapan Rendy. Rara tetap berontak tapi tak berhasil.


"Rendy....lepas...." ucap Rara


"bentar aja Ra" ucap Rendy lembut lalu membalikan posisi mereka, Rendy menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rara.


Rara mengelus lembut surai hitam Rendy. entah mengapa Rara merasa nyaman dengan posisi seperti sekarang.


Rendy mengangkat wajahnya memandang Rara.


"Rara..."


wajah Rendy semakin mendekat....


membuat jantung Rara berdetak kencang


jarak wajah Rara dan Rendy hanya 5 cm. Rara bisa merasakan dengan jelas hembusan nafas hangat Rendy.


**Author minta maaf sama readers karena lama gak update.


author sibuk karena ada banyak kegiatan didunia nyata.


jangan lupa like, vote and coment nya ya readers


sampai jumpa di episode berikutnya 🌸**

__ADS_1


__ADS_2