
“jika kalian memang tak bisa mendapatkan keturunan harus kalian berterima kasih pada perempuan baik ini terutama kau karena dia mau mengandung keturunan untuk kalian” sela seorang ibu-ibu yang mendapat dukungan penuh dari orang-orang ditempat itu dan menyudutkan Rara
Rara terdiam melihat situasi yang sangat merugikan nya, sedangkan Vanya diam-diam tersenyum penuh kemenangan dia yakin berhasil memukul telak Rara.
“Ya benar! Bukankah tak ada gunanya menjadi seorang perempuan jika kau tak bisa memberikan keturunan untuk suami mu... harusnya kau bersyukur karena ada perempuan yang rela mengorbankan masa depannya untuk menutupi ketidak sempurnaan mu” tukas teman ibu-ibu tersebut sedangkan pengunjung lainnya hanya ikut menonton saja ada juga beberapa yang dengan sengaja mengompori agar suasana tambah panas
“setidak sempurna apapun istri saya dia akan tetap jadi istri satu-satunya! Jangan hanya terpaku dengan kekurangan seseorang hingga anda lupa akan kelebihan yang dimilikinya” Rendy membuka suara membuat orang-orang yang melontarkan cacian serta makian pada Rara terdiam, Rendy meraih tangan Rara kemudian membawanya keluar dari tempat itu
“Sweetheart...hey...” panggil Rendy menatap wajah shock istrinya
“hah! Iya” Rara tersentak mendengar suara Rendy memanggilnya
“omongan orang gak usah di pikiran sayang” Rendy melirik sebentar Rara setelah berucap demikian lalu kembali fokus menyetir mobilnya
“hmh.. tapi emang bener ya Ren, kalau perempuan yang gak bisa kasih keturunan itu gak sempurna? Apa semua laki-laki menikah wanita hanya agar melahirkan keturunan mereka?” tanya Rara menatap sendu ke arah jalanan
“No.. sweetheart. Gak semua orang kaya gitu, bisa atau tidak memberikan keturunan seorang perempuan itu tetap sempurna di mata laki-laki yang bersyukur dan menerima apa adanya bukan hanya mencintai nya saja. Salah satu laki-laki itu aku gak cuma cinta tapi aku juga siap nerima kekurangan kamu apa pun itu” ucap Rendy mulai sesad awal wah banget ucapan tapi nyatanya narsis
“dasar buaya! Udah buntingin perempuan lainnya masih aja ngomong gitu “ gumam Rara masih di dengar oleh Rendy yang malah membuat Rendy menyeringai
“gimana kalau aku bisa punya bukti, bukan aku yang hamilin Vanya? Dan aku gak pernah main gila sama Vanya?” ucap Rendy setelah menepikan mobilnya ke bahu jalan
“Hemm... buktikan dulu kalau yang kamu bilang itu benar, jangan Cuma omong kosong” ucap Rara menatap remeh Rendy
__ADS_1
“apa yang aku dapat sweetheart kalau terbukti itu bukan anakku?” Rendy menyeringai licik
“apa yang kamu mau?” tantang Rara
“kita taruhan jika terbukti itu anak ku semua aset perusahaan serta semua kekayaan yang aku punya jadi milik kamu...”
“aku Gak mau perusahaan warisan itu punya papi bukan punya kamu!” Sela Rara
“Aku belum selesai sweetheart, perusahaan BDR company itu milikku pribadi bukan warisan atau milik keluarga, perusahaan keluarga masih di kelola oleh papi. Jadi kembali ke topik awal jika terbukti itu anak ku semua aset perusahaan serta kekayaan yang aku punya akan pindah nama dan jadi milik mu, dan jika terbukti itu bukan anak ku kamu harus siap untuk menjalankan kewajiban sepenuhnya sebagai istri dan berikan hak ku sebagai suami” jelas Rendy
“Wait... apa?! Memberikan mu hak sebagai suami? Maksudnya berhubungan suami-istri gitu?” Rara menatap tak percaya pada Rendy
“Iya..benar apa ada yang salah sweetheart?” ucap Rendy
“Gak..gak bisa!! Gak adil tau gak? Trus setelah ngambil hak lo bakal tinggalin gue gitu aja? Campakin gue? Iya! Pokoknya gue gak setuju!!” ucap Rara menaikkan sedikit nada bicaranya
“Apaan sih Ren?” geram Rara setelah berhasil mendorong Rendy untuk sedikit menjauh darinya
“jangan ngomong lo gue!!” tegas Rendy
“keselin sih..” gumam Rara
“oke! Aku terima taruhan tapi mulai hari ini dompet kamu aku yang pegang dan semua pengeluaran kamu harus atas izin ku?!” ucap Rara menatap Rendy
__ADS_1
“Oke deal!” Rendy mengulurkan tangannya
“deal!!” Rara menyambut tangan Rendy
Rendy kembali melajukan mobilnya menembus keramaian di jalan raya. Memasuki hutan, melewati pohon-pohon besar dan rindang. Sedangkan Rara, dia sudah tertidur pulas sejak tadi. Mobil itu terus melaju hingga masuk ke pedesaan melewati sawah-sawah yang berwarna hijau kekuningan dengan tangkai yang menunduk tanda padi yang melimpah hingga tiba di sebuah Villa yang mewah berwarna putih keemasan menambah kesan kemegahan dan elegan Villa itu.
“Selamat datang tuan” sambut para bodyguard dan maid Villa tersebut ketika Rendy keluar dari mobil
Rendy berjalan menuju pintu samping kemudi dimana ratunya sedang tertidur pulas. Rendy menggendong Rara ala bridal style membawanya masuk ke dalam Villa.
“wah...cantik sekali istri tuan”
“iya seperti dia perempuan yang lembut dan baik”
“beruntungnya dia bisa menjadi istri tuan”
Bisik-bisik para maid sebelum sebuah suara membuat mereka bubar “apa tuan menggaji kalian untuk bergosip ria? Kembali bekerja atau aku menghukum kalian!” ucap wanita paruh baya menatap tajam maid yang bergosip tadi
🌸🌸🌸
“huh..!! Badan mu saja yang kecil tapi sangat berat, sebenarnya kamu makan nasi apa batu sih?” ucap Rendy setelah meletakkan Rara diatas Ranjang dengan nyaman
segitu dulu ya readers, semoga suka
__ADS_1
********sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸********