
📞”heuhh...ke kantor sekarang! Aku ingin ditemani kerja!” ucap Rendy membuang jauh-jauh ego nya, karna memang benar dia sedang rindu dengan istri nya
🌸🌸🌸
Hup.. akhirnya setelah dengan berbagai alasan Rara berhasil menolak keinginan Rendy untuk datang ke kantornya. Di sinilah Rara sekarang, melaju dengan mobilnya membelah keramaian dijalan raya..
Sejak tadi Rara tak henti melirik kaca spion mobil. Ternyata ada sebuah mobil yang mengikuti nya.
“Siapa mereka?” batin Rara
Perlahan Rara menghentikan mobilnya dibahu jalan, tangannya bersiap untuk mengambil sesuatu di dalam laci dasboard. Tapi Rara mengurung kan niat nya karena tidak ada pergerakan dibelakangnya.
“Cuma mata-mata” batin Rara, kembali melajukan mobilnya
Rara berhenti di sebuah cafe yang cukup ramai dan duduk di meja kosong yang terletak diantara keramaian.
Dan ya seperti dugaan Rara, mata-mata itu mengikuti nya masuk ke cafe dan duduk di pojokan. Jika orang biasa mungkin tak akan menduga mereka adalah mata-mata karena jika dilihat dari segi penampilan dan gerak geriknya tak terlihat seperti mata-mata, tapi sayangnya yang mereka mata-matai bukan orang yang mudah ditipu. Diam-diam Rara keluar dari cafe.
“oh ****!!” umpat Rara pelan karna ternyata ada 1 yang mengawasi mobilnya dan bisa Rar duga irang itu adalah salah satu mata-mata yang mengikuti nya.
Tapi bukan Rara namanya Jika kehabisan akal untuk mengelabui musuh. Rara lebih memilih berangkat dengan taksi daripada harus di mata-matai.
“heuh...tungguin aja tu mobil ampe lumutan disitu” ucap Rara pelan melangkah masuk ke daalm taksi
🌸🌸🌸
“udah sampe neng” ucap sopir taksi itu setelah menghentikan mobilnya ditempat yang Rara pinta
__ADS_1
“hemm..ini pak” Rara memberikan selembar seratus ribuan, kemudian keluar dari taksi
“Neng..tunggu neng! Ini kembalian” sopir taksi itu mengejar Rara
“Buat bapak aja” ucap Rara berjalan cepat menuju salah satu gedung pencakar langit
“terima kasih ya neng, sering-sering naik taksi bapak!!” teriak sang sopir taksi dari jauh yang di balas dengan acungan jempol oleh Rara
Dari jarak sekitar 20 meter, Rara bisa melihat ada banyak wartawan yang berkerumunan di depan pintu kantornya. Ya Rara sekarang berada di perusahaan V’R Company.
Hal biasa bagi Rara, jika dia naik taksi akan turun sekitar 50 meter sebelum perusahaan. Dengan alasan tak bisa dikatakan. Rara berjalan dengan santai dan elegan menuju perusahaannya.
Saat Rara masuk ke dalam kantornya, para wartawan yang menutup jalan untuk masuk hanya memandang sebelah mata sembari memberi jalan.
“huuh.. kira-kira siapa ya perempuan hebat yang mendirikan perusahaan ini?” ucap salah satu wartawan yang berada tak jauh dari Rara
“Entahlah tapi yang pasti dia adalah perempuan hebat dan pintar dan juga sangat kaya” sahut wartawan satunya lagi
Dengan sengaja Rara memakai lift yang dikhususkan untuk karyawan, hal itu cukup membuat resepsionis dan beberapa karyawan yang ada di lobi menatap bingung ke arah Rara. Bagaimana tidak? Karena biasanya setiap datang ke perusahaan Rara akan menggunakan lift yang dikhususkan untuk para petinggi perusahaan dan hari ini berbeda. Biar para karyawan di perusahaan itu tak pernah tahu siapa Rara sebenarnya, yang mereka pikir Rara hanya salah satu pemilik saham di tempat itu.
🌸🌸🌸
Lantai 30..
Rara melangkah keluar dari lift dengan anggun dan penuh wibawa, sangat berbeda dengan Rara saat di rumah. Mungkin ada sebagian orang yang akan mengira kalau Rara mempunyai kembaran atau kepribadian ganda. Tapi itu semua Karena ini adalah Rara yang sama dengan Rara istri Rendy dan dia tak punya kepribadian ganda. Yang membuatnya berbeda hanya karna Rara selalu tahu dimana dia harus bersikap cerewet dan dimana dia harus serius dan profesional.
“tuk...tuk..tuk..” bunyi sepatu kets yang beradu dengan lantai
__ADS_1
Johan (sekretaris Rara) dan Dea (asisten Rara) menyambut kedatangan atasan. Dea mengikuti Rara masuk ke ruangan CEO.
“baca jadwalnya!” perintah Rara setelah duduk di kursinya
“Anda mendapatkan undangan pesta anniversary dari tuan Abitama yang akan di selenggarakan di gedung xxxx tiga hari yang akan datang. Tuan Abitama berharap anda sendiri yang akan datang tahun ini. Kemudian makan malam dengan tuan Pramudya untuk membahas peragaan busana yang akan mereka adakan dan yang paling penting adalah pertemuan dengan tuan winata untuk membahas penandatanganan kontrak, jika mereka menandatangani kontrak maka bisa dipastikan V’R Company mempunyai peluang besar untuk memasarkan busananya di benua Australia.” Jelas Dea panjang lebar
“Lalu apa yang terjadi di pintu masuk lobi, ada banyak wartawan disana?” tanya Rara sambil mengotak-atik laptopnya
“seperti nya ada orang atau salah satu karyawan kita yang memberi tahu para wartawan bahwa CEO datang hari ini, tapi mereka tidak tahu kalau itu adalah anda” jawab Dea
“seperti nya? Saya ingin laporan yang pasti! Bukan sepertinya!” tegas Rara dengan arah oandang fokus pada laptop didepannya
“iya dan saya baru saja memastikan nya ada salah satu karyawan yang mendengar percakapan saya dengan sekretaris Johan kalau hari ini anda akan datang” ucap Dea, sedikit menegang. Dea tahu Rara tak suka ada satu informasi pun yang bocor ke media karna itu akan sangat merugikan dan mengganggu.
“panggil karyawan itu!” perintah Rara
“Huuhhh...” Dea menghela napas lega ketika sudah keluar dari ruangan Rara
“kenapa lo?” Johan mengerutkan keningnya melihat tingkah Dea yang sedikit aneh tapi menggemaskan dimatanya
“itu tu! Gara-gara karyawan gak tau diri itu, bu bos jadi kesal” adu Dea dengan wajah cemberut
“bu bos ? Emang ada pak bos nya?” canda Johan
“Yeee..si Jojo kagak tau. Jelaslah ada pak bos nya” ceplos Dea, sesaat kemudian Dea menutup mulutnya
“Ais bego amat sih gue ini kan kantor kalo ada yang denger gimana?” batin Dea, Ya walau dilantai itu dikhususkan ruangan CEO siapa yang tahu kalo ada salah satu karyawan yang kebetulan berada di situ?
__ADS_1
******sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸****