
"siapa orang yang akan mendengar keluh kesah gue sekarang,gue gak mungkin kasih tau Rara udah cukup dia memikul beban dengan menikah kerena dijodohkan" gumam Vano
tak mau pusing memikirkan segala hal ,Vano memilih tidur siang untuk menenangkan pikiran nya.
πΈπΈπΈ
di kantor Rendy ....
tok..tok..tok..
"iya masuk" ucap Rendy
"selamat siang pak" sapa Gina
"ada apa Gina?" tanya Rendy
"10 menit lagi kita akan segera bertemu dengan perwakilan perusahan V'R company,di cafe xxxx" ucap Gina
yang dibalas anggukan oleh Rendy.
(maaf kalau salah soalnya author gak terlalu ngerti masalah perkantoran)
πΈπΈπΈ
di lain tempat....
"kok malah nepi sih jo ? gara gara Lo kita harus buru buru, trus sekarang malah berhenti ditengah jalan ngapain coba? " cerocos Dea
Dea sejak tadi merasa kesal pada johan bukan.. bukan kesal tapi sangat sangat kesal. berawal dari Johan yang ceroboh membuat mereka harus kembali ke kantor untuk mengambil berkas yang penting ,yang malah lupa dibawa. dan sekarang berhenti ditengah jalan.
"sungguh, apa tuhan tidak mengizinkan terjalin kerjasama antara perusahan V'R company dengan perusahaan BDR company sehingga ada banyak sekali kendala seperti ini" pikir Dea
"dasar cewek,mulut kok kayak petasan,main nyerocos aja " umpat Johan sembari turun dari mobil
"aaakh.... sialan" Johan menendang ban mobil yang kempis
"kenapa Jo?" tanya Dea membuka kaca mobil
"ban mobilnya kempis, gimana dong" ucap Johan
__ADS_1
"kampret ,situasi genting gini ,ban mobil pake kempis lagi cari bengkel gih" ucap Dea
"bengkel masih jauh dari sini, sekitar 2 KM lagi" ucap Johan
"telpon orang kantor buat bawa montir ke sini sekalian bawa mobil lain buat kita" ucap Dea
"gak cukup waktunya mana jalan macet, keburu telat " ucap Johan melihat jam tangannya
"yaudah Lo ganti aja ban nya Jo ,Kan ada ban cadangan dibagasi" saran Dea
"itu cuma ban cadangan Dea " ucap Johan yang tak dimengerti oleh Dea
"lah trus apa?" ucap Dea
"percuma kalo ada ban cadangan doang tapi peralatan buat bongkar nya gak ada ,coba Lo pikir ?" ucap Johan
"yaudah telpon orang kantor aja kalo gitu" ucap Dea
"ini gue mau nelpon" ucap Johan
"terserah, kerjanya ngejawab Mulu" ucap Dea kesal
πΈπΈπΈ
Rendy dan Gina sedang menunggu perwakilan dari perusahan V'R company. sudah setengah jam dari waktu yang dijanjikan tapi perwakilannya masih tidak datang.
"sudah setengah jam kita disini,tapi mereka masih tidak datang" ucap Rendy
"apa pertemuannya dicancel?" tanya Rendy pada Gina
"tapi gak ada pemberitahuan dari mereka kalau pertemuan nya dicancel Ren " ucap Gina tidak formal
"coba Lo telpon gin" ucap Rendy
"iy....."
"maaf kami datang terlambat" ucapan Gina dipotong oleh Dea
"tidakpapa , silahkan duduk" ucap Rendy
__ADS_1
selesai pertemuan dengan perwakilan V'R company Rendy tidak kembali ke kantor. dia langsung pulang ke rumah.
πΈπΈπΈ
dirumah Rara dan Rendy...
Rara sedang bersantai diruang tengah sambil membaca novel.
"Ting
tong"
"siapa sih yang datang ,kalau Rendy kan biasanya langsung masuk " ucap Rara berjalan menuju pintu utama
"eh,mami papi " ucap Rara
"hy Rara mami kangen banget sama kamu" ucap mami memeluk Rara
"Rara juga kangen, masuk mi pi " ucap Rara
mereka masuk dan duduk diruang tengah
"gimana Ra udah ada kabar baik?" tanya mami
"kabar baik apa ya mi?" ucap Rara
"maksud mami ,Rara udah hamil belum mami gak sabar banget pengen gendong cucu" ucap mami antusias
"oh soal itu mi belum" ucap Rara
"kamu gak usah berkecil hati ya, kalau udah waktunya kamu pasti hamil kok " ucap mami tak mau menantu kesayangan nya sedih
**jangan lupa like vote and coment ya readers π
sampai jumpa di episode berikutnya πΈ
salam manis dari author
terima kasih karena udah mau bersabar menunggu author up
__ADS_1
maaf π lama gak update karena author sempat insecure sama karya author.
tetap semangat bacanya ya ,bagi yang merasa ada kekurangan dikarya author ini silahkan coment** .