
Melihat Rara yang masih tak terusik, Rendy menyeringai. Entah apa yang ada dipikirannya, hanya dia dan tuhan yang tahu.
🌸🌸🌸
Sang mentari mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur. Sinarnya menelisik masuk menembus tirai putih nan tipis.
Seorang laki-laki dengan pakaian formal sekali lagi menatap pantulan nya di cermin. Kemudian melirik jam tangannya, ternyata pukul 06.30. Tadi sekretaris nya menelponnya, memberi tahu jadwal hari ini. Tepat jam 07.30 meeting dengan klien dari Tiongkok.
“Cling..” sebuah pesan masuk
“Ren, mereka udah gue beresin” isi pesan itu , Rendy menyeringai jahat setelah membaca pesan itu
“Sebentar lagi..” batin Rendy
“huhh..” Rendy menghela napasnya dengan kasar, kemudian matanya melirik ke arah tempat tidur membuat senyum kecil terukir diwajah tampannya
Perlahan Rendy melangkahkan kakinya menuju ranjang tempat objek yang membuat nya tersenyum berada. Kemudian duduk di tepi ranjang.
“cupp..” Rendy mencium lembut kening Rara
Ternyata Rara merasa terusik dengan kelakuan Rendy, dia memeluk erat guling lalu membenamkan wajahnya.
“Good morning my wife” bisik Rendy, tapi Rara tak bereaksi apa-apa
Rendy hendak mencium bibir Rara tapi diurungkan karena ponselnya tiba-tiba bergetar
“drtt..drtt....drtttt...”
Ada panggilan masuk dari ‘Gina’ sekretaris Rendy
📞 “halo”
📞 “halo Ren, lo dimana ? Kita barengan ya ke tempat meeting, aku tunggu di kantor” ucap orang di seberang penuh harap
Rendy melirik jam tangannya, pukul 07.20
📞 “gue masih dirumah. Kita langsung ketemu di tempat meeting aja” ucao Rendy sambil memainkan anak rambut Rara
📞”hmm...iya Ren”
Tut..
Rendy memutuskan panggilan nya sepihak. Dia mengelus puncak kepala Rara
“cupp..” Rendy mencium sekilas bibir Rara, sebelum akhirnya keluar kamar, dia harus berangkat sekarang
🌸🌸🌸
__ADS_1
Sinar matahari menusuk indra penglihatan Rara, dengan perlahan matanya terbuka. Berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan rentina dengan cahaya yang masuk.
“Ughh..” lenguh Rara, terduduk diatas ranjang sambil mengamati kamar yang dia tempati selama 4 bulan ini
“Ck..jam berapa sih..” gumam Rara setengah sadar melirik jam digital yang berada diatas nakas
Rara menatap tak percaya jam digital itu, beberapa kali mengucek mata untuk memastikan penglihatan nya . Jam digital itu menunjukkan pukul 08.15
“astaga...aku bangun kesiangan” Rara beranjak dari tempat tidur sembari mencari sesuatu
“Isskh...dimana sih?..” gerutunya
“Ketemu..” batin Rara
Senyum Rara mengembangkan kala menemukan ponselnya yang ternyata ada didalam tas. Twpi senyum itu tak bertahan lama karena ponselnya kehabisan daya.
“Ckk..dasar nyusahin aja” gumamnya setelah mencharger ponselnya, kemudian masuk ke kamar mandi
Didalam kamar mandi Rara melepas kimono nya hendak mandi, tapi ada sesuatu yang janggal dengan tubuhnya. Ada bercak-bercak keunguan di sekitar leher dan dadanya. Membuat pikiran Rara melanglang buana kemana-mana, tapi tunggu
“tadi malem, aku kan berendam di bathtub trus ketiduran dan....baru bangun sekarang. Trus siapa yang pindah aku ke ranjang dan pakein aku mantel mandi??” gumam Rara, saat ini otak nya sedang loading dan terlintas 1 nama di otak Rara. Seketika mata Rara melotot
“Dasar Rendy brengsek...mesum...” teriak Rara kesal, setelah menemukan tersangka nya. Oh tentu bukan tersangka lagi tapi memang pasti dia pelakunya
🌸🌸🌸
Rendy senyum-senyum sendiri seperti remaja yang kasmaran. Memikirkan bagaimana reaksi Rara saat melihat stempel yang dibuat olehnya. Otak mesum Rendy kembali aktif, padahal sejak 3 bulan terakhir, otak mesumnya Sudah jarang aktif kecuali disaat-saat tertentu.Ya Rendy akui bulan pertama pernikahan nya dengan Rara, dia masih sering tidur dengan perempuan bayaran, tapi tebtu saja dia tetap main aman.
sejak tadi diotak nya hanya terputar bagaimana suasana tadi malam, oh sungguh semakin dipikirkan. Membuat Rendy tak sabar mengulanginya kembali atau mungkin melakukan hal lebih dan tentunya disaat Rara sadar.
“Hah seperti nya aku harus merencanakan sesuatu untuk mengikat Rara agar menjadi milik ku selama nya” pikir Rendy
“kosongkan jadwalku selama 1 bulan penuh, selama itu kau aku percaya mengganti kan ku untuk segala urusan dan kirim beberapa pengawal profesional untuk mengawasi istri ku dari jarak yang jauh dan jangan sampai di menyadari nya” klik, pesan nya terkirim
🌸🌸🌸
“Drttt...drttt..drtt..” tertera nama pemanggil ‘my husband' Rara mengerutkan kening bingung setengah membaca nama kontak itu.
“who?? Perasaan aku gak pernah save kontak dengan nama ini” batin Rara
📞”halo”
📞”halo sweetheart, apa kau merindukanku ?” ucap orang disebrang
“What?? Sweetheart?? Orang gila mana yang menelpon ku siang-siang gini??” batin Rara
📞”who?? Who are you calling sweetheart ?!” balas Rara dengan garang, perlu diketahui Rara sangat sensitif ketika sembarang orang memanggilnya seperti itu
__ADS_1
📞”Jangan marah sayang entar cantiknya ilang loh” goda orang disebrang
Tutt
Tanpa menunggu lama Rara memutuskan sambungan telpon itu sepihak. Rara paling tidak suka jika ada orang-orang iseng seperti. Karna baginya itu sangat menggangu.
“Drttt....drttt...drttt...” ponsel Rara kembali bergetar
Ternyata itu telpon dari kontak yang sama, Rara menolak panggilan nya.
“Buang-buang waktu saja” batin Rara
Rara menatap pantulan nya dicermin dengan balutan pakaian kerja. Ya hari ini Rara akan berangkat ke perusahaan miliknya.
Seperti pakaian yang dipakai Rara. Pakaian nya ya bukan orang nya.
“Hum... sempurna!! Oke semangat Vionara” ucap Rara menyemangati dirinya sendiri
“drtt...drtt....” ponselnya kembali bergetar
Entah sudah panggilan keberapa itu?? Rara tak peduli. Sejak tadi tak menyerah juga untuk menghubungi nya.
📞 “Yakk....siapa anda sebenarnya?? Apa anda tahu? Anda sangat cukup mengganggu saya??!” ucap Rara kesal
Rara tak habis pikir apa sebenarnya motif orang itu terus menelponnya. Jika itu musuhnya, tidak mungkin mereka akan melakukan hal merepotkan itu.
📞 “kau sungguh tak mengenal suara ku?” orang disebrang balik bertanya
📞” anda tidak perlu main-main tuan, katakan siapa anda? Dan apa mau anda?? Sekarang!!!” ucap Rara dengan tenang
📞 “I’m your husband, Mrs. Admaja dan aku sedang merindukan mu”
Otak Rara loading beberapa saat mendengar jawaban dari sebrang. “suami ku? Nyonya admaja??sejak kapan aku jadi nyonya adma...owh iya aku kan udah nikah trus admaja itukan nama keluarga Rendy” pikir Rara
📞 “ ooh..jadi kau!! Pria brengsek patung es yang sudah mencair” balas Rara dengan nada mengejek
📞” hei.... istriku sayang belajar lah hormat pada suami ini! Kau harusnya bangga sayang karna bisa menikahi ku. Aku ini pria tampan, kaya raya dan pastinya tidak sombong ini” oke sekarang kenarsisan Rendy sudah melampaui batas
📞”hehehe...maaf kan aku suami ku sayang yang terhormat. Tapi aku sangat tak bangga memiliki mu sebagai suami kalau bisa aku mau menjual mu ke tukang loak lalu mengganti mu dengan yang baru pasti nya lebih kaya dan tampan !! Katakan sekarang apa mau mu menelpon ku?” nada bicara Rara berubah-ubah dari lemah lembut berubah jadi garang seperti kak ros nya upin ipin.
📞”heuhh...ke kantor sekarang! Aku ingin ditemani kerja!” ucap Rendy membuang jauh-jauh ego nya, karna memang benar sia sedang rindu dengan istri nya itu
****sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸****
__ADS_1