
Dengan perasaan sedikit tak enak bi Eni masuk ke mobil Rara.
🌸🌸🌸
Sebuah audi berwarna hitam masuk ke gerbang rumah keluarga Admaja. keluar 2 orang perempuan yang berbeda usia dan penampilan. 2 perempuan itu adalah Rara dan bi eni.
“terimakasih Nya, sudah mau mengantar bibi” ucap bi eni diiringi dengan senyum tulusnya
“Iya bi, sekalian Rara juga mau ketemu mami” balas Rara
“bibi pamit ke Belakang Nya” pamit bi eni yang dibalas anggukan oleh Rara
Rara melangkah kan kaki nya masuk ke ruang keluarga, di sana dia bisa melihat seorang wanita yang sudah tak muda lagi dengan penampilan fashionable sedang membaca sebuah buku.
“mami” seru Rara menghampiri wanita tersebut , membuat wanita tersebut menyadari keberadaannya. Ya wanita tersebut adalah mami nya Rendy, mertua Rara yang sejak lama menganggap Rara sebagai putri nya.
“Rara!!” seru mami heboh, , memeluk erat Rara
“Rara, kok jarang ke sini mami kangennn banget” ucap mami menguraikan pelukan nya
“sorry mi, Rara juga kangen sama mami” ucap Rara dengan wajah bersalah
“ Oh iya! Rendy mana??!” ucap mami menuntun Rara duduk disofa, sambil celingak-celinguk
“Eumm...Rendy di kantor mi” jawab Rara sedikit ragu
🌸🌸🌸
Ditempat lain....
Disebuah ruangan gelap minim cahaya ada seorang perempuan yang memakai topeng setengah wajah sedang mencambuk korbannya yang tak berdaya tanpa belas kasihan. Ya tentu saja tanpa belas kasihan karena itu adalah kunci hidup ketika masuk ke dunia bawah yang sadis dan penuh tipu muslihat. Hanya ada 2 pilihan ketika disana “membunuh atau dibunuh”.
__ADS_1
“Ku ulangi lagi katakan dimana mereka menyembunyikan nya?!!! Crash,crash...” ucap perempuan tersebut tanpa menghentikan cambukan nya
“Crash...crash...crash” suara cambukan menggema di ruangan yang sangat mirip dengan penjara bawah tanah
“uhukk...uhukk...” korbannya memuntahkan darah merah kehitaman, bukan karena dicambuk tapi karena sejak berada di tempat tersebut yang dia minum adalah racun yang berasal dari bunga Azalea. Bukan hanya muntah darah bahkan dia telah mengalami kelumpuhan akibat racun itu.
“Cepat katakan dimana mereka menyembunyikan nya?!!!” teriak perempuan tersebut emosi dengan terus mencambuk korbannya
“uhukk..uhukk..hoshh..hoshhh...heuhhh sampai aku mati pun,Kau tak akan mendapatkan nya dari ku!!!” ucap korbannya sinis tanpa takut sedikitpun walau diambang Kematian
“Kauuu!!!...huh..aku akan memberi mu obat penawar racun yang setiap hari kau konsumsi, tapi kau harus memberi tahu informasi yang ku mau!!!!” negosiasi perempuan tersebut
“Tak akan!!!! Kau bukan seseorang yang murah hati bisa memberikan penawarnya dan ingat aku tahu racun itu berasal dari bunga azela yang penawar nya sangat mustahil didapat!!!” perempuan tersebut sama sekali tak terkejut jika korban nya tahu tentang racun itu, namun pengetahuan itulah yang membuatnya tak segera membunuh korbannya dan beberapa hal lain.
🌸🌸🌸
Rara berada di gedung pencakar langit dengan tulisan “BDR COMPANY” dan langsung masuk ke lift khusus petinggi perusahaan tak ada yang menghentikan. Tentu saja karena semuanya tahu Rara adalah orang yang memiliki posisi penting bagi atasannya, walau tak ada yang menyangka bahwa Rara adalah istri dari atasannya.
Bagaimana tidak seorang perempuan yang sangat dia kenali bergelayut manja kek monyet, berusaha menggoda Rendy yang duduk di kursi kerja nya. Perempuan itu memeluk leher Rendy dari belakang sambil sesekali mencium pipu Rendy.
“baby, aku mau liburan ke Bali sama kamu cuma kita berdua” ucap perempuan tersebut
“gak Van, gue sibuk “ balas Rendy singkat
“Tapi by...
“ehemm....” dehem Rara memotong ucapan Vanya dan berhasil membuat dua orang tak tahu tempat itu tersadar, kalau ada orang lain selain mereka. Ya perempuan itu adalah Vanya matan pacar Rendy entah ada angin atau badai apa yang membuat dia bisa berada di ruangan itu.
“Rara..” ucap Rendy terkejut bangkit dari kursinya
“Iya kenapa? Kaget?!!” ketus Rara
__ADS_1
“kok bisa ada disini?!” pertanyaan yang meluncur dari mulut Rendy berhasil membuat sedikit goresan di hati orang yang tanya
“huuh... kenapa emang? Salah kalo aku ada disini?” Rendy terdiam kala mendengar pertanyaan Rara, sungguh beberapa menit saja berada disini membuat Rara muak apalagi melihat wajah perempuan yang tak tahu malu itu.
“iya lo emang salah ada disini!!! Lo itu mengganggu tau gak, iya kan by” dengan keangkuhan Vanya berucap demikian
“Baby kok diam aja, by baby” kesal Vanya karena Rendy tak mau memihak
“by baby” ejek Rara menirukan ucapan Vanya
Diamnya Rendy membuat Vanya kesal, malu dan marah sekaligus. Memang nya apa yang Vanya harapkan dari Rendy sih? Pembelaan. Huuh Rara yang istri sah aja gak mengharapkan itu.
“heuhh..gak sekalian tuh bi...babi, biar makin serasi dan lo anjingnya” cibir Rara membuat Vanya mendelik marah
“Lo..berani ya lo ngomong gitu sama gue!!” Vanya benar-benar dikuasai emosi
“iya gue berani!! Emang kenapa?! Keberatan?? Sini maju!!!” tantang Rara sambil melirik segelas air putih yang ada di meja Rendy
Vanya maju dan berdiri dihadapan Rara bersiap untuk menjambak Rambut Rara sambil berucap “lo !!! Dasar cewek...”
“Swash...” belum selesai berucap wajah Vanya sudah lebih dulu ditumpahkan segelas air putih oleh Rara.
Vanya ingin membalasnya tapi tak jadi karena ucapan Rendy
“Vanya keluar!!!” ucap Rendy
“tapi Ren..”
“keluar sekarang juga Vanya!!!” perintah Rendy tanpa memberi kesempatan Untuk Vanya berbicara
**sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
__ADS_1
jangan lupa like, vote and coment ya readers 🌸**