
“itu tuan. Nyonya Rara tadi pagi-pagi sudah pergi dan katanya akan pulang malam tuan.” Ucap bi eni sesuai dengan pesan Rara
Sungguh Rendy sudah terbiasa dengan adanya Rara, dan segala yang Rara lakukan tapi sekarang dia bahkan tidak tahu kemana perginya istrinya itu.
Di lain tempat, tepat nya di sebuah ruangan. Ada seorang wanita atau lebih tepatnya seorang gadis sedang melamun.
“Aku kenapa sih ? Masa iya aku mulai ada rasa sama Rendy ? Apa iya aku cemburu ? Gak..,gak ..ini gak bener!! Aku gak ada rasa sedikit pun sama Rendy!!! “ monolog Rara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
“Hupp..aku gak ada rasa sama Rendy!!! Aku gak suka dia, apalagi sampai cemburu!!! Yang aku lakuin itu semua hanya rasa kesal !! Gak lebih!!!” Rara mensugesti dirinya sendiri, Rara memang hebat diberbagai hal tapi pastinya ada beberapa hal yang akan melemahkan nya seperti ini Rara berusaha menyangkal apa yang dia rasakan dengan dalih hal lain
“Aku Cuma kesal!! Itu semua juga salah Rendy kok. Siapa suruh pacaran dikantor ? Emang gak ada tempat lain yang lebih elit apa ? Kalau sampai diliat sama karyawan nya kan bukan Cuma reputasi dia yang ancur reputasi ku juga ikutan hancur!!! “ monolog Rara sambil menyalahkan Rendy atau mungkin emang Rendy yang salah. Rara melupakan satu hal yaitu tidak ada karyawan perusahaan Rendy yang tahun kalau dia adalah istri pimpinan mereka kecuali Reno (asisten Rendy) dan Gina (sekretaris Rendy).
“ “gubbraakkk...” suara geprakkan meja
Seketika lamunan Rara terbuyar kala si asisten minus akhlak nya itu masuk ruangannya.bagaimana tidak ? Si asisten masuk ruangan nya tanpa permisi dan tiba-tiba menggeprak meja. Sebenarnya hal itu sudah biasa terjadi. Pernah Rara berpikir mungkin dulu asistennya ini mau jadi penjual ayam geprek tapi gak kesampaian. Makanya sekarang hobi menggeprak meja, yang di geprak meja atasan pula dipotong gak tuh gaji nya.
“Woyyyyh.....ngelamunin apa lo ?” dengan wajah tanpa dosa Dea (asisten Rara) menatap sang atasan
“kepo!!! Ngapain lo masuk ruangan gue ? udah gak ngetuk pintu, ngegeprak meja gue pula.lo udah siap gue kirim ke sungai Amazon biar tau penting nya sopan santun!!” sarkasme Rara menatap malas Dea
“Iya..iya..gue minta maaf karna gak sopan sama atasan dan lain kali gue akan mengingat ucapan Lo” janji Dea , yang sudah biasa di ingkari. Nama juga Dea masuk telinga kanan keluar telinga kiri
“Hemm...ada apa ?” ucap Rara menatap asisten nya
“gue Cuma mau mengingatkan 15 menit lagi kita akan rapat dengan kepala divisi. Dan ini beberapa berkas yang harus lo periksa dan tanda tangani “ ucap Dea seraya menaruh beberapa map di meja Rara
“iya, kalau sudah selesai kamu bisa keluar sekarang Dea “ usir Rara secara halus
Dea mengangguk lalu keluar dari ruangan Rara, sudah biasa bagi Dea perubahan mood atau cara bicara Rara berubah. Selama kurang lebih 5 tahun adalah waktu yang cukup bagi Dea untuk bisa memahami sifat atasannya, yang terkadang berbicara seperti atasan dan bawahan terkadang juga seperti saudara.
Hanya ada 1 hal yang membuat Dea merasa sedikit aneh dengan Rara, mengapa setiap ada pertemuan klien , rapat atau sesuatu hal yang menyangkut pertemuan membahas perusahaan Rara selalu memakai topeng setengah wajah.
__ADS_1
(topeng yang dipakai Rara)
Sekilas cerita tentang Dea ( asisten Rara)
5 tahun yang lalu .....
Seorang gadis dengan pakaian kemeja sederhana dan celana bahan yang sudah lusuh, melangkah gontai. Ini sudah hari ke -12 dia terlantar dijalanan, tak terhitung sudah berapa tempat dia datangi untuk melamar pekerjaan berbekal ijazah SMA. Namun tak satu pun menerima nya untuk berkerja disana. Gadis itu adalah Dea.
Saat itu Dea sangat bingung, entah kemana dia harus melangkah. Ingin rasanya dirinya menjerit, dan bertanya ‘mengapa tuhan sangat tak adil dengan hidupnya? Tak cukupkah sudah, sejak kecil dia selalu dikucilkan, dibuli dan disebut anak haram, anak pelacur? Dia bahkan tidak tahu siapa ayahnya, pernah sekali dia bertanya pada sang ibu.
“mama, apa bener Dea gak punya papa ?” tanya Dea yang saat itu baru berumur 8 tahun
“Dea... princess nya mama. Semua orang itu punya papa termasuk Dea, Dea kenapa nanya gitu nak?” tanya sang ibu dengan suara bergetar
“Tapi ma, kalau Dea punya papa, terus sekarang papa dimana ma? Kenapa Dea gak pernah ketemu sama papa ma ? Kenapa papa gak pernah pulang ma?” ucap Dea mengeluarkan semua pertanyaan yang ada di kepalanya dengan polos
Sedikit demi sedikit air mata sang ibu mengalir mendengar pertanyaan putri kecilnya. Dia bukannya tidak tahu tentang semua gosip ibu-ibu komplek yang sering menyebut nya pelacur karena hamil tanpa suami dan menyebut putri nya anak haram. Dia sangat tahu tentang itu bahkan saat dia baru pindah dan ternyata sedang hamil sejak itu lah ibu-ibu komplek selalu menggosipkan nya. Tapi dia selalu menulikan semua itu, dia memang bisa berlaku begitu tapi dia lupa bagaimana dengan putri kecilnya?
🌸🌸🌸
Masih kurang kah tuhan telah mengambil ibunya? Lalu kehilangan tempat tinggal, dan sekarang bahkan untuk berjuang mendapat sesuap nasi pun sulit.
Saat itu sebelum ibu nya meninggal di rumah sakit, sang ibu memberikan sebuah foto dan sepucuk surat. Dalam foto itu terlihat seorang laki-laki tampan mengenakan jas mahal memeluk seorang wanita wanita cantik sambil tersenyum bahagia. Seorang wanita yang dia yakini adalah sang ibu tapi siapa laki-laki itu? Ibunya hanya mengatakan agar dia datang ke alamat yang tertera di belakang foto itu. lalu serahkan sepucuk surat itu pada laki-laki yang ada di foto tersebut. Setelah mengatakan nya kemudian sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya. 3 hari setelahnya Dea mendatangi alamat yang tertera difoto itu. Tapi bukan laki-laki itu yang dia temui, dia hanya bertemu dengan seorang pembantu. Menurut informasi yang dia dapat, laki-laki itu adalah pemilik rumah mewah yang dia datangi. Tapi sayang sekali laki-laki sudah menetap diluar negeri sejak 14 tahun lalu dan hanya sesekali pulang, itupun hanya sebentar.
Setelah hari itu Dea memutuskan untuk melupakan masa lalunya dan tidak perlu mencari laki-laki itu. Dea Bekerja di sebuah kafe, tapi setelah 1 tahun Bekerja disitu terjadi pengurangan karyawan dan Dea salah satu karyawan yang kena PHK. Selang 3 bulan setelah diPHK Dea kehilangan tempat tinggal karena tak bisa bayar kontrakan. Dari situlah keputus asaan nya dimulai.
Tapi ditengah keputusasaan datang Rara bagaikan seorang malaikat. Rara membantu Dea memberikan tempat tinggal, walau kata Rara semuanya tidak ada yang gratis. Ketika Rara membangun perusahaan nya yang sekarang, karena tidak bisa rutin bolak balik Indonesia-amerika. Disitulah menagih hutang Dea dia tidak mau dibayar dengan uang tapi Dea harus bekerja di perusahaan nya. Rara mengenal Dea pada semua karyawan sebagai asisten dan meminta Johan yang notabene nya sekretaris Rara untuk membantu Dea. Awalnya Dea merasa tak pantas akan jabatan yang dia punya, dia hanya lulusan SMA dan tidak punya pengalaman apapun dibidang bisnis. Tapi Rara bilang dia pantas akan itu semua. Kata Rara jabatan tak selalu memandang pendidikan tapi keterampilan, dan semua orang berhak untuk mendapat tempat yang baik. Disitu Dea mengerti tidak semua orang selalu memandang latar belakang dan mempermasalahkan nya, ya Rara tahu semua cerita tentang hidup Dea yang benar-benar tak mudah. Dea selalu terbuka pada Rara begitu juga dengan Rara, Dea menganggap Rara sebagai saudara begitu juga sebaliknya. Hanya satu hal yang tak pernah Rara cerita kan yaitu keluarga nya tapi menurut Dea itu bukan hal besar karena semua irang butuh privasi.
Oke back to topik
__ADS_1
🌸🌸🌸
Ketika Dea keluar dari ruangan nya, Rara membuka salah satu map yang diantar oleh Dea. Tapi dia mengingatkan sesuatu, Rara meraih hp nya yang berada di atas meja kemudian menelfon seseorang.
📞 “Halo”
📞 “.......”
📞 “gue mau lo cari tau tentang seseorang nanti gue share namanya! Malam ini harus ada kirim lewat email!”
Tanpa mendengar jawaban dari orang yang ditelfon nya Rara mematikan panggilan nya.
🌸🌸🌸
“Lo kenapa lagi Ren ? “ tanya Revan melihat Rendy yang uring-uringan dan penampilan yang agak aneh, warna dasi yang tidak cocok dengan kemeja nya lalu rambut acak-acakan
“gue bingung Van?? Gimana jelasin nya ke Rara?” ucap Rendy menatap Revan yang duduk santai disofa. Ya sekarang berada di apartemen Revan karena tak bisa fokus bekerja jadi dia menyuruh Reno untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya. Dan sangat kebetulan Alvaro sedang sibuk, jadi dia hanya bisa meminta solusi pada Revan yang kadang pemikiran nya sedikit berbeda.
“yaudah jujur aja, Rara pasti ngerti kok” dengan mudahnya kalimat itu meluncur dari mulut Revan
“Lo enak Cuma ngomong tapi gue yang ngelakuin semuanya gak semudah lo ngomong” ucap Rendy
“yaudah bohong aja kalo gak mau jujur” ucap Revan dengan tenang sambil mengunyah kentang goreng, Rendy menatap tajam Revan ketika mendengar solusi yang keluar dari mulutnya tidak bisakah mengucapkan solusi lain bukan yang menyulut emosi.
“kenapa lo natap gue gitu, kan lo bilang jujur itu gak mudah yaudah bohong aja itu lebih mudah, kalau ada yang mudah kenapa harus yang susah” sambung Revan dengan enteng
🌸🌸🌸
“Huppp... akhirnya selesai juga” Rara menghela nafas lega keluar dari ruangan nya melangkah masuk lift
“bu bos mau pulang? Kebetulan” ucap Dea berlari masuk ke lift yang sama dengan Rara
__ADS_1
**sampai jumpa di episode berikutnya readers 🌸
jangan lupa like, vote and comment 🌸**