Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
55


__ADS_3

"ehh dasar kampret gue gak ileran.....!!!" teriak Rara sambil melempar bantal pada Rendy yang sudah berlari ke luar kamar


"dasar kampret......"


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Rara keluar dari kamar mandi dengan bathrobe dan handuk di kepalanya. bersenandung ria melangkah menuju walk in closet, sayup-sayup Rara mendengar suara seseorang dari arah balkon. dengan melihat punggungnya saja Rara sudah bisa menebak jika itu adalah Rendy. biar gak nebak juga tau kok kalo itu Rendy, emang siapa lagi yang ada dikamar itu selain dia dan Rendy?


Rara melangkah mendekat ke arah balkon untuk memperjelas pendengaran nya.


"iya aku juga kangen kamu"


kalimat pertama yang masuk ke indra pendengaran Rara saat dia menguping di belakang pintu balkon.


"hm...nanti aku transfer "


"I love you baby"


ketika Rendy mengakhiri telpon, Rara segera masuk ke walk in closet.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


hari ini Rendy merasa ada sesuatu yang janggal. Jika biasanya sarapan sambil mendengar berbagai ocehan atau ejekan dari Rara, maka pagi ini berbeda. sarapan pagi ini hanya di hiasi oleh dentingan sendok garpu. bahkan sejak tadi Rara hanya diam menikmati sarapannya.


"ni anak kesambet apa sih? tumben diam" batin Rendy

__ADS_1


"Ra gue berangkat ke kantor" Rendy membuka suara ketika selesai sarapan


"hm" hanya itu balas dari Rara


tak mau ambil pusing dengan sikap aneh Rara, Rendy memilih segera berangkat ke kantor tanpa mengatakan apapun selain itu.


"bi, bibi"


"iya Nya" ucap Bi Eni menghampiri Rara dengan kemoceng di tangan kanannya


"ada apa Nya?" tanya Bi Eni


"temenin Rara sarapan ya Bi" pinta Rara


"tapi, Nya...."


"i..iya Nya" ucap Bi Eni tak enak


"yess..yaudah Bibi duduk sini" ucap Rara menunjuk kursi disampingnya


"gimana bi enak gak masakan Rara?" tanya Rara


"enakk..banget Nya" jawab Bi Eni dengan jujur


"bibi kenapa gak pernah nginap disini?" tanya Rara karena selama 4 bulan nikah dengan Rendy, Rara tak pernah melihat bi eni menginap, padahal di belakang rumah masih ada sebuah paviliun yang kosong. kalau ada mikir pembantunya tu cuma bi eni tentu aalah besar

__ADS_1


"karena setelah makan siang bibi balik lagi ke rumah Nyonya Dinanda Nya" jawab Bi eni


"emang bibi gak bisa kalo kerjanya tetap disini aja ? jujur ya bi, kalo Rendy udah ke kantor Rara kesepian gak ada teman ngobrol. Disini juga biar banyak pelayan selain bibi tapi mereka formal banget ngomong sama Rara, terus kalo tugas mereka udah selesai mereka balik ke paviliun dan gak ada satu pun yang di sini " ucap Rara panjang lebar


"semua keputusan nya itu ada di tangan Nyonya Dinanda, kalau Nyonya minta bibi tetap disini, ya disini atau sebaliknya" ucap bibi eni


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"bibi mau ke rumah mami ya?" teriak Rara ketika menurunkan kaca mobilnya


"iya Nya" jawab bi Eni berdiri di luar gerbang


"tunggu di situ" ucap Rara menjalankan mobilnya dan berhenti tepat didepan bi Eni


"masuk bi !" ucap Rara dari dalam mobil


"gak usah Nya, bibi naik angkot aja" tolak bi Eni


"gak usah sungkan bi, kebetulan Rara juga mau ke rumah mami" ucap Rara


dengan perasaan sedikit tak enak bi Eni masuk ke mobil Rara.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


sebuah audi berwarna hitam masuk ke gerbang rumah keluarga Admaja.

__ADS_1


**sampai jumpa di episode berikutnya ๐ŸŒธ


jangan lupa like, vote and komen๐Ÿ˜‰**


__ADS_2