
"nanti aja deh gue mikirnya mending nyelesain ini dulu deh biar bisa santuy" ucap Rara pada dirinya sendiri lalu melanjutkan pekerjaannya.
tok..tokk...tokkk..
"masuk"
"permisi nona, ini ada paket untuk anda" ucap Johan formal
"dari siapa?"
"tidak tau nona, hanya saja disini di tuliskan 'Untuk Vionara' " ucap Johan
"yaudah taruh aja disitu" perintah Rara sambil menunjuk meja yang tak jauh dari meja kerjanya
"baik nona" lalu Johan menaruh paket tersebut ditempat yang Rara tunjuk
"Jo" panggil Rara
"iya nona"
"gue kan udah sering peringatin lo kalau cuma kita berdua atau kita bertiga sama Dea diruangan gue ngomongnya gak usah formal gitu" ucap Rara
"tapi no.."
"udah jangan bantah Jo, Jo besok Dea udah pulang kan dari Prancis?" tanya Rara
"iya Ra, karena Dea bilang dia sudah menemukan siapa dalang dari kecelakaan pembangunan apartemen itu" ucap Johan Rara hanya membalas anggukan
Rara pov
setelah Johan keluar dari ruangan ku, aku kembali melanjutkan pekerjaan ku yang belum selesai.
"akhirnya selesai juga" ucapku sambil melihat jam tangan ku yang menunjukan pukul 13.20
"masih ada waktu buat istirahat" gumam ku
namun perhatian ku teralihkan pada paket yang diantar oleh sekretaris ku tadi.
__ADS_1
(author cuma bilang kalo diepisode sebelumnya itu author salah ketik ya jadi, Johan itu sekretaris Rara dan Dea itu asisten Rara)
aneh siapa yang mengirim ku paket? Rendy, gak mungkin atau....entahlah dari pada aku menebak-nebak siapa yang mengirim mending aku buka aja paketnya.
ketika aku membuka paket itu, aku tidak terlalu terkejut dengan isinya karena aku sudah menebak sejak awal orang yang mengirim ku paket bukan lah orang yang kenal baik dengan ku.
paket tersebut berisi foto-foto ku ketika aku si Amerika. tapi terlihat dari foto itu kalau orang tersebut memotret ku secara diam-diam. fotoku tersebut berlumuran darah dan bisa ku yakini, darah itu bukan lah darah hewan tapi darah manusia. dan juga ada sebuah surat yang ditulis dengan tinta berwarna merah.
to : Vionara
'siap- siap hidup lo akan gue buat bersimbah darah seperti foto itu. gue bakal tenggelamin lo kedalam mimpi buruk dan lo gak akan bisa kembali. kalau lo gak mau gue macam-macam temuin gue jam 8 malam di cafe xxxx. dan yang harus lo ingat lo datang nya sendiri tanpa siapapun.'
from : Ms. Golden
"huhh... selalu cari masalah dasar ayam bermimpi menjadi Phoenix!!!" ucap ku geram
Pov end
🌸🌸🌸
"gak romantis banget sih Ra, harusnya gue gitu bukain pintu mobilnya" ucap Rendy sambil mendorong masuk Rara kedalam mobil
"apaan sih Ren?!" tanya Rara
"nurut aja, masuk dulu" ucap Rendy lalu membuka kan pintu untuk Rara
"yaudah keluar"
"dasar aneh, sama aja kan keluar dari dalam mobil" ucap Rara
tapi Rara mengingat sesuatu yang membuat dia kembali masuk kedalam mobil.
"Ra, lo kenapa ko gak masuk ke dalam mall? katanya mau belanja?" tanya Rendy
"gak jadi!!" ucap Rara
" oke, sekarang tuan putri mau kemana, pangeran akan menemani tuan putri" ucap Rendy kembali duduk di kursi kemudi
__ADS_1
"gue mau ke toko perhiasan xxxx " ucap Rara
"pd amat kalau lo putrinya" cibir Rendy sengaja untuk memulai perdebatan
"ya trus siapa kalau bukan gue?? disini kan gak ada orang lain selain gue dan gue itu juga cocok ko dipanggil tuan putri gue kan cantikk" ucap Rara dengan pd level tinggi
"iya lo tuan putri buruk rupa dan gue pangeran tampan nya " ucap rendy
"mana ada gitu, yang ada tuan putri dan pangeran buruk rupa" ucap Rara
"buk..."
"udah deh Ren diam" ucap Rara kesal
1 menit...
2 menit...
3 menit...
"Ren ko lo diam aja sih, gue bilang kan ke toko perhiasan xxxx"
"lah lo kan nyuruh gue diam tadi"
"maksud gue mulut lo yang diam"
"trus"
"trus?! ya jalan lah Ren mau ngapain juga disini"
"oke jalan tapi...
jangan lupa like vote and coment
Author minta maaf kalau ada salah sama kalian ya readers dan maaf kalau ada kata² yang tidak pantas yang Author ketik.
sampai jumpa di episode berikutnya readers🌸
__ADS_1