
jarak wajah Rara dan Rendy hanya 5 cm. Rara bisa merasakan dengan jelas hembusan nafas hangat Rendy.
semakin dekat......
dekat....
dan....
drttttttt.......
Rara sontak membuka lebar matanya mendengar nada dering ponselnya berbunyi.
"huupppp ternyata cuma mimpi" ucap Rara berusaha menetralkan detak jantungnya
drtttttt......
ponsel Rara kembali berbunyi
"ckk! siapa sih pagi-pagi ganggu aja" kesal Rara
π "woyyyy kalo nelpon tu ingat waktu donk pagi buta udah nelpon aja, emang dasar kurang kerjaan" semprot Rara tanpa melihat siapa yang menelpon
π"saya minta maaf nona kalau mengganggu waktu anda, saya hanya ingin memberitahu kan bahwa jam 11.30 anda ada meeting dengan klien dari Prancis untuk membahas pembangunan hotel cahaya mentari dan ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani"
Rara mengerutkan keningnya, melihat siapa yang menelpon ternyata oh ternyata yang menelpon nya itu asisten nya Johan
karena merasa tidak mungkin kalau Johan menelponnya pagi buta. lalu Rara melirik jam digital yang ada dinakas. jam tersebut menunjukan pukul 07.45.
π"owh sorry Jo gua baru bangun tidur jadi kirain orang iseng, kita meeting nya di luar atau kantor Jo ?"
π" di kantor nona"
__ADS_1
π"thanks Jo"
tuttt
panggilan berakhir
πΈπΈπΈ
di kantor Rara atau lebih tepatnya perusahaan V'R company.....
"jadi perusahaan kami mengajukan untuk pembangunan hotel cahaya mentari ini dilengkapi dengan fasilitas dan taman bermain untuk anak-anak agar hotel ini tidak hanya diminati oleh pasangan yang honeymoon tapi juga untuk liburan keluarga" ucap sekretaris dari klien asal Prancis
πΈπΈπΈ
dikantor Rendy
tok, tok, tok
"masuk"
"iya, taruh saja di situ" ucap Rendy sibuk dengan berkas-berkas yang ada didepannya
"ada apa ?" tanya Rendy karena Gina tak kunjung keluar dari ruangannya
"ummmm...Ren nanti kita makan siang bareng yuk di restoran depan, kita kan udah lama gak makan siang bareng" ucap Gina sambil menggoda Rendy
"saya ada janji makan siang bareng istri saya hari ini jadi silahkan keluar" ucap Rendy
"lo kenapa sih Ren semenjak lo nikah lo gak ada waktu buat gue gak pernah nemenin gue makan siang?!" kesal Gina karena Rendy malah menyuruh nya keluar
"ngerti bahasa indonesia kan silahkan keluar jika tidak ada kepentingan pintu keluar nya ada dibalik punggung anda" ucap Rendy dingin
__ADS_1
Gina mendengus kesal lalu keluar.
sebenarnya Rendy sangat muak dengan sifat Gina yang terlalu terobsesi pada nya. Gina salah mengartikan perhatian yang Rendy berikan selama ini. padahal Rendy perhatian pada Gina karena dia sudah menganggap Gina seperti adiknya tidak lebih.
daripada memusingkan sifat Gina Rendy memilih menelpon Rara.
π"halo Ren"
suara yang sangat Rendy rindukan padahal baru beberapa jam tidak bertemu. memang ketika Rendy kekantor Rara masih tertidur.
π"halo Ra, lo jadi ngga mau gue temenin shoping hari ini?"
π"oh iya yah hampir aja gue lupa, pasti jadi donk!!! gue kan mau abisin duit lo"
π"jam berapa?"
π"umm....jam 2 siang aja ya bisa kan?
π"iya"
tuttt
panggilan diakhiri oleh Rara
sungguh seorang istri yang sangat baik versi Rara.
πΈπΈπΈ
"umm... gue mau beli apa ntar dimall buat ngabisin duit Rendy?" monolog Rara mengetuk-ngetukan jari di meja.
"nanti aja deh gue mikirnya mending nyelesain ini dulu deh biar bisa santuy" ucap Rara pada dirinya sendiri lalu melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
jangan lupa vote like and coment ya readers
sampai jumpa diepisode berikut nyaπΈ