
"Ren , woy Rendy Lo ngapain ngelamun?" pertanyaan Rara membuyarkan lamunan Rendy
"hemm" Rendy segera mengondisikan raut wajahnya jadi cool , ketika Rara membuyarkan lamunannya
"Lo mikirin apa dah sampai ngelamun gitu?" ucap Rara
"gue gak ngelamun" tegas Rendy
"yayaya gak ngelamun tapi pikirannya traveling kemana-mana" gumam Rara yang masih didengar Rendy
πΈπΈπΈ
ditempat lain.....
tepatnya di sebuah cafe, seorang perempuan terlihat sedang menunggu seseorang.
"hai, sorry lama" ucap seseorang yang baru datang menghampiri perempuan tersebut.
"gak usah basa-basi to the point aja apa mau Lo" ucap perempuan tersebut
"woww...santai aja donk kita masih punya banyak waktu" ucap seseorang yang menghampiri perempuan tersebut seraya duduk didepannya
"apa maksud Lo" tanya perempuan tersebut
"gak usah pura pura polos deh kalau didepan gue, karena gue tau semua kelicikan Lo" ucap orang itu
"langsung ke intinya, apa tujuan Lo"
"gue cuma mau ngajak Lo kerjasama untuk menyingkirkan perempuan sialan itu"
"perempuan sialan, siapa orang yang kau maksud"
"tentu saja musuh kita, jika kita berhasil menyingkirkan perempuan sialan itu kita akan bersaing sehat untuk mendapatkan Rendy, gimana setuju?"
"oke ,tapi apa rencananya"
__ADS_1
πΈπΈπΈ
dirumah Rara & Rendy....
"Ren entar malem keluar yuk" ajak Rara
"kemana?" tanya Rendy
"kepasar malam gue mau beli cemilan disana ya Ren " ucap Rara
"gak mau gue" ucap Rendy
"Rendy kok gitu sih, Lo tau gak sih" ucapan Rara dipotong
"gak tau dan gak mau tau" ucap Rendy memotong ucapan Rara
"udh kok gak mau tau ,Lo harus mau tau biar mau temenin gue ke pasar malam" ucap Rara
"gue gak mau" ucap Rendy
"terus apa hubungannya sama Lo ngasih tau gue?" ketus Rendy
"Rendy patung es berjalan, gue pengen ke pasar malam Lo harus temenin gue gak ada penolakan ngerti gak sih, dasar gak peka" teriak Rara sungguh keras kepala
"sekali gue bilang gak ya gak" kekuh Rendy pada pendiriannya
"Rendy songong singkong dasar kingkong, pokoknya Lo ganti baju sekarang temenin gue kepasar malam" titah Rara
karena malas berdebat terlalu lama dengan Rara, Rendy memutuskan mengikuti keinginan rara.
skip...
dipasar malam...
"ngapain sih ke sini kalau mau beli cemilan di supermarket juga bisa" gerutu Rendy
__ADS_1
"udah gak usah banyak bacot untuk kali ini Lo harus belajar jadi suami yang baik yaitu mengikuti kemauan istrinya jangan ngebantah entar dosa" ucap Rara
untuk kali ini Rendy mengikuti keinginan rara. dan saat ini Rendy sedang ganti profesi dari CEO menjadi tukang bawa belanjaan Rara .
"udah puas kan beli cemilannya?!" ucap Rendy dingin + muka datar sedatar tembok raksasa China
"puas sih tapi tujuan gue belum tercapai" ucap Rara
"hemmm"
"ishh Rendy kok gak nanya apa tujuan gue?" ucap Rara cemberut
"gak penting" ketus Rendy
"Rendy...."
"dengar ya Ra semua ekspetasi itu gak bakal bisa sama dengan realita" ucap Rendy
"Rendy......tapi selama ini ekspetasi Rara itu selalu sama dengan realita kecuali nikah sama Lo" ucap Rara kesal
"terserah pulang sekarang" ucap Rendy
"oke"
Rendy menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan Rara.tumben Rara menurut biasanya membantah.
"tapi...besok Lo temenin gue shopping gue mau abisin uang Lo" ucap Rara
"jangan tanya kenapa, karena itu demi kebaikan kita bersama kalau bukan gue yang abisin uang Lo entar pasti ada pelakor " ucap Rara panjang x lebar
hai.... readers π maaf kalau ceritanya gaje tapi semoga bisa dinikmati π€£π
jangan lupa like vote and coment ya readers π
babayyyy
__ADS_1
sampai jumpa diepisode berikut nya