Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
57


__ADS_3

“keluar sekarang juga Vanya!!!” perintah Rendy tanpa memberi kesempatan Untuk Vanya berbicara


Dwngan wajah kesal Vanya keluar, Sebelum keluar Vanya membanting keras pintu ruangan Rendy. “gubrakkk..”


Rendy menatap Rara dengan tatapan melembut “ Ra percaya sama aku, yang terjadi gak kaya yang kamu pikirin dan kamu liat” Rendy meraih tangan Rara


“emang apa yang aku pikirin dan aku liat?” berhasil membuat Rendy tak berkutik


“Tenang aja. Anggap aku gak liat apa-apa! aku juga gak mikir macam-macam kok.” ucap Rara yang malah membuat Rendy semakin khawatir


“Oh ya Ren..aku kesini Cuma mau bilang kalo mulai besok bi Eni tinggal di paviliun belakang.” Sambung Rara dengan santai seolah-olah benar tak terjadi apapun sebelumnya


“Senyamannya kamu aja” ucap Rendy


🌸🌸🌸


“Masalah apa lagi Ren?” tanya Alvaro to the point


“Wooaahh...baru juga dateng pak bos, udah nanya aja. Pesan dulu gih biar rileks otak nya!” tawar Revan yang dibalas tatapan tajam oleh Alvaro, tapi malah cengengesan


“gue bingung Al...” belum selesai Rendy berucap sudah dipotong oleh Revan


“bingung kenapa lo?” tanya Revan Membuat Rendy benar-benar kesal, entah dosa apa yang dia perbuat sehingga dapat sahabat seperti ini?


“lo mending diam Van, gue mau ngomong serius” ucap Rendy dingin pertanda dia sedang tak mau di ajak bbercanda. Revan mengangguk mengerti


“Gue tu sebenarnya.....


🌸🌸🌸

__ADS_1


“hikss...hikksss...”


“gue kenapa nangis sih ? Kenapa gue jadi lemah gini?” monolog Rara


“ayo dong Ra....lo kuat!! Gak akan nangis Cuma gara-gara laki-laki brengsek kaya Rendy!! Gue gak suka Rendy, gue benci dia!!!” ucap Rara lagi sambil berpegangan erat pada pagar pembatas di jembatan


“Aaahhhhkkkk......gue benci lo Rendy...benci bangetttt....” teriak Rara , jika ada orang disekitar jembatan itu mungkin mereka akan berpikir Rara pasien yang kabur dari RSJ. Bagaimana tidak? Rambut acak-acakan, berteriak dan berbicara sendiri di jembatan.


“Davee......lo liat hidup gue sekarang!!!....Lo itu pembohong Dave..Lo bilang gue akan bahagia??!!...tapi lo liat sekarang!! gue nangis.... Lo udah janji akan mukul siapapun yang huat gue nangis kan?? Jadi sekarang pukul dia Dave...dia jahat sama gue....Hikss....hiksss..Dave gue kangen lo, gue kangen Meisya..hikss..” teriak Rara sesegukan


🌸🌸🌸


Malam hari...


“tak..tak..tak..” suara langkah kaki menaiki satu persatu anak tangga hingga tivmba disebuah ointu kamar utama


“darimana aja?? Jam segini baru pulang??” suara yang berat dan serak sedikit mengagetkan Rara , ketika dia keluar dari walk in close. Rara kira Rendy sudah tidur ternyata suami brengsek nya itu masih terjaga duduk di sofa. Sejak tadi dia terus menatap Rara


🌸🌸🌸


Rara keluar dari kamar mandi, dengan hotpants dan kaos oversize . Dan orang pertama yang dia lihat adalah Rendy, yang masih duduk disofa mengecek beberapa file dengan iPad. Ngomong-ngomong tentang file Rara baru ingat dia belum mengecek file yang dikirim oleh asisten nya minggu ini.


“duduk sini Ra” ucap Rendy menepuk tempat duduk disampingnya


“gak” tolak Rara, memilih duduk di ranjang bersandar pada headboard kasur


“Ra, please duduk sini. Aku akan jelasin kejadian sebenarnya tadi siang” ucap Rendy berharap istrinya luluh


“sekali gue bilang gak ya gak!!! Gue juga gak minta lo jelasin apa-apa!!!Lagian kalo lo mau jelasin, gue duduk disini juga kedengaran kok.” Keras kepala Rara sudah kambuh

__ADS_1


“oke. Ra sebenarnya kejadian tadi siang itu gak kaya yang kamu lihat....”


“telinga gue sakit denger kalimat yang itu-itu aja dari tadi!!kalo lo mau jelasin ngomong jangan berbelit-belit atau gak usah jelasin sekalian!?!!” ketus Rara menatap acuh pada Rendy. Lebih memilih memainkan handphone miliknya


“Maafin aku Ra. Aku gak bisa jelasin apapun selain itu pokoknya kamu jangan percaya dengan apa yang kamu lihat dan dengar tentang aku. Karena aku gak punya hubungan apa-apa sama perempuan manapun selain kamu. Mata dan telinga itu bisa ditipu Ra tapi hati gak akan pernah bisa ditipu!” ungkap Rendy panjang lebar yang malah membuat Rara makin sedih dan sakit.


Membuat Rara menerawang ingatan beberapa tahun lalu.


“Viona, jangan gegabah sebelum kita benar-benar menemukan titik terangnya. Ingat ucapan ku mata dan telinga itu bisa ditipu tapi hati gak akan bisa ditipu” ucapan yang masih teringiang dengan jelas ditelinga Rara


“Ra” panggil Rendy, menggoyangkan lengan Rara berhasil membuyarkan lamunan Rara


“huh..” Rara tersadar dari lamunan dan entah sejak kapan Rendy sudah duduk disampingnya


“Kamu kenapa Ra?” tanya Rendy menatap lekat wajah Rara


“gak ada” ketus Rara kemudian berbaring membelakangi Rendy


🌸🌸🌸


Pagi ini berbeda dari biasanya, jika biasanya Rara akan memasak sarapan, sekarang bi eni yang masak. Dan jika biasanya Rara menyiapkan semua kebutuhan Rendy seperti pakaian, hari ini Rendy menyiapkan nya sendiri. Sarapan pun Rendy sendiri.


“bi, Rara mana? Kok gak sarapan?” tanya Rendy pada bi eni, sambil memakan sarapannya tanpa tanpa minat, ***** makannya sudah hilang sejak tadi


“itu tuan. Nyonya Rara tadi pagi-pagi sudah pergi dan katanya akan pulang malam tuan.” Ucap bi eni sesuai dengan pesan Rara


sungguh Rendy sudah terbiasa dengan adanya Rara, dan segala yang Rara lakukan tapi sekarang dia bahkan tidak tahu kemana perginya istrinya itu.


**sampai jumpa di episode berikutnya readers 🌸

__ADS_1


jangan lupa like, vote and comment🌸**


__ADS_2