
"sok bijak Lo" ucap Rendy
"terserah Lo mau ngomong apa gue cuma kasih saran aja" Rara menatap kosong kearah langit
"seandainya Lo masih ada disini pasti kita udah bahagia bersama,kenapa Lo pergi meninggalkan penyesalan dalam hidup gue" batin Rara
air mata Rara mulai menetes saat dia mengingat kembali kejadian 2 tahun yang lalu.
"gue gak boleh lemah kaya gini,gue harus kuat gue harus move on dari kejadian itu" batin Rara
Rara menghapus air matanya yang terus mengalir.
"Lo kenapa Ra ,kalau gue ada salah gue minta maaf" ucap Rendy menatap Rara bukan tatapan tajam atau sinis seperti biasanya tapi tatapan lembut .
"Lo gak salah apa apa kok,gue cuma tiba tiba kangen sama seseorang aja ,seseorang yang gak mungkin bisa gue temui lagi didunia ini" ucap Rara
Rendy hanya diamsembari menarik Rara kepelukannya. nyaman mungkin itu yang Rara rasakan .pelukan hangat yang tak pernah dia dapat lagi selama 2 tahun ini.
"kenapa Rendy ? pelukan Lo mengingatkan gue sama seseorang pelukan yang sama hangatnya walau kalian adalah 2 orang yang berbeda dan memiliki sifat yang sangat jauh berbeda" batin Rara
"seandainya gue bisa meminta sesuatu pada Tuhan hanya satu permintaan gue ,gue pengen terus memeluk dan ada disamping Lo Ra ,gue gak akan maksa Lo buat mencintai gue tapi perlahan gue akan menunjukan cinta gue ke elo dan menyadarkan Lo kalau gue pantas untuk mendapat cinta Lo gue akan buktikan itu" batin Rendy
"sorry gue gak sengaja" ucap Rendy sedikit gugup tapi segera dia mengondisikan raut wajahnya
__ADS_1
"iya gue juga minta maaf gue jadi curhat sama Lo" ucap Rara
"dan gue akan menjadi pendengar yang baik tentang curhatan Lo" ucap Rendy
"yaudah kalau gitu gue masuk duluan ,gue udah ngantuk soal nya" ucap Rara Rendy hanya ber oh iya
Rendy tersenyum melihat Rara yang mulai mau terbuka dengan nya . Rendy masuk ke kamar ,dia melihat Rara yang sudah tertidur pulas di tempat tidur tanpa ada kewaspadaan.
"kenapa Lo tidur sama gue tanpa kewaspadaan,padahal gue itu laki laki normal ,mungkin kalau laki laki lain yang ada diposisi gue Lo udah diterkam" batin Rendy sambil menggelengkan kepalanya
"good night my wife, l love you" ucap Rendy mencium kening Rara dan menyusul nya masuk ke alam mimpi.
pagi yang cerah ,yang sudah biasa diawali dengan berbagai kejahilan Rara pada Rendy.
"hhhmm"
"Rendy bangun ini udah jam 07.30 " ucap Rara masih mencoba membangunkan Rendy entah kenapa pagi ini Rendy sangat sulit untuk sekedar membuka matanya.
"RENDYYYY......BANGUNNN....." teriak Rara tepat ditelinga Rendy
"iyaa...kalau mau bangunin gue tuh gak mesti juga teriak ditelinga gue ,hampir pecah gendang telinga gue dengar suara toa Lo" ucap Rendy sambil melempar guling ke Rara ,tapi Rara berhasil menghindar
"bweeeeee.....gak kena,ppayah Lo" ucap Rara
__ADS_1
"lagian cuma hampir kan , pendengaran Lo juga masih baik" sambung rara
Rendy memilih mengabaikan ucapan Rara jika dia membalasnya maka perdebatan mereka yang tidak ada ujungnya tak terelakkan.
πΈπΈπΈ
ditempat lain ,di sebuah cafe....
"Vika gue kangen Rara ,gimana kalau hari ini kita kerumah Rara " ucap dira
"gak" ucap Vika singkat
"irit banget ngomongnya mba,takut stok suaranya habis ya" ucap Rian mencairkan suasana
memang jika berkumpul yang biasa mencairkan suasana itu adalah Rian atau Dira lalu berlanjut dengan perdebatan unfaedah dan ada Rey yang biasa menjadi penengah mereka lalu untuk Vika dan Rara mereka akan menjadi penonton atau memilih membahas hal lain tanpa mendengar perdebatan dua mahkluk hidup beda spesies tersebut.
"diam Lo.....gue tu lagi berusaha bujuk Vika supaya mau ikut kita ke rumah Rara " ucap dira
"kita siapa Lo aja kali yang mau kemana ya gak Rey " ucap Rian
**Jangan lupa like, vote and coment ya readers π
sampai jumpa di episode berikutnya πΈ**
__ADS_1
"emang