Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Penuturan Dareen.


__ADS_3


......................


Clara masuk ke dalam rumah lalu berjalan menuju lantai 4 untuk kembali menuju ruang santai


sesampainya di ruang santai Clara langsung masuk dan ternyata di sana masih lengkap dan dareen juga sudah ada di sana


"Eh Clara kenapa lama sekali di tamannya?" Tanya bu Rani


"Eh iya bu, Clara tadi lihat Bunga sebentar di taman" Ucap Clara berbohong


"Ya sudah jadi gimana kalian akan menikah kapan?" Tanya Bu Rani antusias


"Mah, sebelum bahas tentang hari pernikahan dareen mau menyampaikan sesuatu dulu kepada kalian"


Clara hanya diam dan sudah Clara tahu apa yang akan di bicarakan Dareen


"ada apa boy?" Tanya pak alex


"Jadi Dareen akan menikah dengan dia tapi dengan satu syarat" Ucap Dareen


semua yang berada di ruangan itu terkejut dan was was, syarat apa yang akan di berikan Dareen nantinya


"Syarat dari Dareen ga susah kok, Dareen cuma ingin pernikahan ini hanya pernikahan kontrak saja dan karena mama ingin mempunyai cucu jadi, saat nanti dia melahirkan cucu untuk mama kita akan berpisah gimana?" Sambung Dareen dengan muka santainya

__ADS_1


(namun beda dengan semua orang yang berada di ruangan tersebut mereka menjadi tegang dan terkejut atas penuturan Dareen, semua tidak menyangka bahwa Dareen berfikir demikian.


"Boy, apa kamu bersungguh dengan ucapan kamu tadi?" Tanya pak Alex


"Kenapa pah? memang ada yang salah? Dareen sudah menuruti keinginan mamah untuk memiliki cucu nantinya" Ucap Dareen


"Tapi boy, tidak seperti ini yang mama inginkan, mama memang ingin memiliki cucu tapi mana juga ingin kamu menikah" Ucap Bu Rani


"Menikah sekali seumur hidup bukan menikah kontrak seperti yang kamu sebut tadi boy" Sambung Bu Rani


"Apa salahnya menikah kontrak, dia juga nanti bakalan dapat untung, mama juga bisa dapat cucu seperti yang mama inginkan, lagian tipe perempuan Dareen bukan kayak dia" Ucap Dareen


Deg


Namun Clara tetap diam dan berusaha untuk tetap baik baik saja


Sedangkan Bu ayu menatap sang putri iba, karena dia tahu apa yang saat ini putrinya rasakan


"Terserah kamu saja lah boy, tapi ingat suatu saat nanti kamu jangan sampai menyesal saat semua yang kamu ucapkan saat ini terbukti di kemudian hari" Ucap Bu Rani lalu beranjak keluar dari ruang santai


"Kak, kakak yang benar saja hah? pernikahan bukan suatu hal yang main main kak" Ucap zesya


"Memangnya kamu ngerti apa tentang pernikahan?" Tanya Dareen


"Zesya memang belum pernah menikah tapi zesya perempuan kak, kakak juga harus mikir perasaan calon istri kakak"Ucap zesya

__ADS_1


"Udah lah ini urusan kakak bukan urusanmu" Ucap Dareen


"Yasudah nak Clara dan Bu ayu kalian boleh keluar dari ruangan ini" Ucap pak Alex


"Baik, pak permisi" Clara keluar terlebih dahulu dari ruang santai


lalu disusul dengan sang ibu


Clara berlari turun menuju kamarnya dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi


'Yaallah sakit sekali rasanya' Batin Clara sambil lalu mendudukkan tubuhnya di atas ranjang


"Nak, yang sabar ya" Ucap Bu ayu yang juga duduk memeluk putrinya


"Buk apa Clara seburuk itu ya buk?" Tanya Clara


"Nggak kata siapa kamu buruk kamu cantik kamu manis, sudah jangan di masukkan ke hati ya kata kata tuan Dareen" Bu ayu berusaha menenangkan sang putri yang masih menangis


"Buk apa Clara bisa bertahan nantinya di pernikahan ini" Ucap Clara lagi


"Kita serahkan saja pada yang maha kuasa, takdir sudah mengatur kamu mau bagaimana nanti pernikahan kamu nanti nak, dan kamu jangan lupa berjuang juga ya walaupun nanti sangat susah, antara gagal nggaknya kamu serahkan sekali lagi pada yang maha kuasa dan takdir" jelas Bu ayu


***


__ADS_1


__ADS_2