Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Sahabat Dareen.


__ADS_3


......................


Pagi hari tepatnya pukul 08.00 tiba tiba ada yang memencet bel pintu rumah Dareen.


Ting Nong Ting Nong


"Siapa ya bi, pagi pagi sudah bertamu" Ucap Clara yang kebetulan ada di dapur sedang mengambil minum


"Bibi juga Datau non"


"Yasudah Clara buka pintu dulu ya bi"


"Bibi aja non yang buka"


"Dausah Bi biar Clara aja, cuma buka pintu doang kok"


"Yasudah non"


Clara berjalan menuju pintu utama.


Ting Nong Ting Nong


"Ya Sebentar" Ucap Clara sedikit berteriak sambil lalu membuka kunci pintu


Ceklek


"Halloo brrooooo....Loh!"ucap seorang pria di depan pintu yang tak lain adalah Dio Dan Rio


"Maaf mas cari siapa ya?" Tanya Clara,karena Clara tidak mengenal kedua pria yang sedang berada di hadapannya ini


"Kita cari Dareen, Dareennya ada?" Tanya Dio


"Ooo mau ketemu tuan Dareen, tuan Dareen ada di dalam, silahkan masuk dulu" Ucap Clara


"Thanks you adek maniss" Jawab Rio


Clara, Rio, dan dio masuk dan menuju ruang tamu.


"Duduk dulu mas, saya panggilkan tuan Dareen dulu" Ucap Clara


Kedua pria itu duduk di sofa, dan Clara berjalan menuju lantai atas


5 menit berlalu akhirnya Dareen turun dengan Clara dibelakang


"Ada apa kalian kesini?" Tanya Dareen


"Yaelah, masa gaboleh sih kesini sensi amat Lo" Ucap Rio


"Tau tuh" Timpal Dio


"Oh ya bro, itu perempuan siapa, kok gue baru liat, pembantu baru Lo ya?" Tanya rio penasaran


"Perempuan siapa?"


"Itu yang jemput lo ke atas tadi, siapa sih cantik banget boleh lah kenalin ke gue" Ucap Rio sambil menaik turunkan alisnya

__ADS_1


"dia istri gue" Jawab Dareen santai


"Hah, WHAATTT! ISTRII" Teriak dio dan Rio kompak


"Biasa aja kali" Jawab Dareen malas


"Bentar Lo kapan nikahnya kok gak ngundang kita sih Lo tega bangett" Ucap Dio dengan nada yang dibuat sedih


"Pernikahan gue ama dia cuma pernikahan terpaksa, gue dijodohin sama nyokap"


"Tapi kok Lo gak bilang bilang sih kalau udah nikah"Ucap rio


"Gue nikah cuma di KUA gaada resepsi dan pesta pesta"


"Loh kok bisa?" Tanya Dio mulai kepo


"Karena gue sepakat sama dia kalo pernikahan ini hanya pernikahan kontrak, yang dimana gue bakalan pisah sama dia kalau dia udah ngelahirin keturunan buat gue"Akhirnya Dareen menjelaskan dengan jujur kepada kedua sahabatnya itu.


"Kayaknya gaada perempuan yang mau dinikahin kontrak, kecuali memang terpaksa" Ucap Rio


Dareen hanya diam tidak menanggapi ucapan dari sahabatnya itu.


"Tapi istri Lo cakep juga, bisa kali kalau nanti Lo sama istri Lo cerai, istri Lo sama gue aja"Ucap Rio yang sebenarnya hanya bercanda


"Efek kelamaan jomblo gini nih"Ledek dio


"Biarin" Jawab Rio sinis


"Kalian ini sebenarnya kesini ngapain, pagi pagi pula, ganggu aja" Ucap Dareen


"Kita kesini itu cuma main main doang, kan lama tuh kita gak main main lagi semenjak Dio nikah" Ucap Rio melirik Dio


"Iya gara gara lo nikah, lo jadi lebih sering sama istri lo"


"Ya wajarlah gue sama istri gue, o kalo iri bilang dong jangan begitu" jawab Dio


"Ngapain iri, gue mah jomblo happyy"Ucap rio


"Hallah Iri lo tuh iri, keliatan amat dari muka lu" Ucap Dio menatap wajah Rio sinid


"Udah kalau kalian gaada kepentingan lain mending pergi deh" Usir Dareen


"Waah kita diusir, jahat benget" Ucap Dio


"Oh ya gue belum kenal sama istri Lo nih, kenalin dong" Ucap Rio


"Namanya Clara" Ucap Dareen singkat


"Yaampun pelit amat, nama panjang dong" Ucap Rio lagi


"kalian ribet banget mending pergi sana gue mau kerja"Ucap Dareen yang mulai emosi


"Kerja apa kerja nih babang Dareen" Ucap Dio menggoda Dareen


Dareen menatap tajam kedua sahabatnya itu, dan itu membuat kedua sahabat Dareen bergidik ngeri lalu keluar dari rumah Dareen.


"Gila Dareen serem juga kalau natep begitu" Ucap Dio saat sudah sampai di luar rumah Dareen

__ADS_1


"Yaelah Dareen emang begitu kali dari dulu" Ucap Rio


"Udah pulang aja yok, gaada gunanya kita kesini jauh jauh"ajak dio


"Hm" Jawab Rio singkat


"Lo mau jadi Dareen apa gimana tiba tiba cuek begitu, gacocok tau gak" Ucap Dio


"Udah deh banyak omong lo, ayok pulang" Rio langsung masuk ke dalam mobil.


Tak lama Dio juga ikut masuk ke dalam mobil tepatnya di kursi supir


...****************...


- Di Dalam Rumah


Setelah kepergian kedua sahabatnya Dareen berjalan sambil lalu berteriak memanggil nama Clara


"CLARAAA!!" panggil Dareen dengan suara keras


"CLARAAAA"Panggil Dareen lagi


"I-i-iya ada apa tuan" Ucap Clara yang datang dari belakang


"sini ikut saya kamu" Dareen langsung menarik tangan Clara dengan kerasa


"Tu-Tuan sakit"


"DIAM!" Mendengar teriakan Dareen itu Clara kaget dan dia tidak berani lagi berbicara


Dareen terus membawa Clara, yang ternyata arah tujuan dia adalah kamar mandi yang memang sangat jarang dipakai


Dareen langsung mendorong Clara ke lantai kamar mandi dengan keras.


"Aahh sshhh" Ringis Clara karena kepalanya terkena benturan yang sangat kerasa


"Apa maksud lo bukain temen temen gue pintu, mau ganjen ya lo" marah Dareen, sebenarnya membukakan pintu itu bukan masalah bagi Dareen cuman karena Dareen ingin melihat seberapa kuat Clara jadilah Dareen menyiksa Clara dengan alasan seperti itu


"Kenapa gak bibi saja, kenapa harus Lo ha?! Jawabbb!" Ucap Dareen lagi


"Bagus ya Lo gabisa jawab, terus mulut lo itu buat apa" Maki Dareen lagi


Clara bukannya tidak mau jawab, cuman mulutnya tiba tiba terkunci tidak bisa mengeluarkan kata kata selain tangisan.


"Awas Lo kalo berani ganjen ke laki laki luar sana gue akan hukum Lo lebih dari ini"


'Hahaha, rasain kita lihat Clara' Batin Dareen sambil lalu melihat Clara yang menangis sesenggukan


Clara menunduk saat Dareen maju lebih dekat dengannya, dan ternyata Dareen menghidupkan air hangat dan itu membuat kulit Clara sedikit perih, setelah menghidupkan air Dareen langsung keluar dan menyisakan Clara sendiri.


Clara berusaha mematikan air itu tapi ternyata tidak bisa karena krannya cukup tinggi, sedangkan Clara susah berdiri karena ternyata kaki dia juga terkilir saat Dareen mendorongnya tadi.


'Yaallah tolong hamba' Batin Clara sambil lalu berusaha bergeser lebih jauh dari siraman air hangat itu


Clara terus bergeser sampai saat mendekati pintu kamar mandi dia mendengar suara teriakan.


"YAAMPUN NON CLARAA"

__ADS_1


***



__ADS_2