
......................
- 1 BULAN KEMUDIAN
pernikahan Dareen dan Clara sudah berjalan 1 bulan, tidak ada yang berubah dan tidak ada perkembangan juga, Clara dan Dareen tetap pisah kamar, dan Dareen masih suka marah marah kepada Clara.
Selama 1 Bulan Clara tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri seperti menyiapkan makan, menemani Dareen makan walaupun kadang Dareen menolak, dan menunggu Dareen pulang, cuman Clara tidak menyiapkan Dareen baju karena Clara dilarang masuk ke kamar Dareen.
Seperti pagi hari ini, tepatnya pukul 05.00 Clara sudah terbangun dari tidurnya.
Clara keluar langsung menuju dapur untuk membantu para pembantu.
Oh ya pembantu di rumah itu tidak hanya ada 1 ya, tapi ada 5 pembantu dan 5 pekerja, pembantu dan pekerja itu dipilih langsung oleh Bu rani
-Back To Topik
sesampainya di dapur kotor Clara langsung menuju ke sekumpulan para pembantu yang sedang memasak.
"Eh non Clara ada apa non?" Tanya Bi Nina, Bi Nina adalah pembantu pertama di rumah pribadi Dareen jadi dia yang memiliki tanggung jawab lebih atas pembantu pembantu di sini
"Clara mau bantu bibi semua" Ucap Clara santai
"Loh udah jangan non, non Clara tidak perlu membantu kami" Ucap Bi Nina
"Ga apa apa Bi, Clara ga ada pekerjaan, kalau harus diam saja Clara da bisa" Ucap Clara
__ADS_1
"Jangan non, nanti kita dimarahi sama den Dareen kalau non terlalu sering membantu masak yang sudah jelas jelas pekerjaan kami" Jelas Bi Nina, karena memang benar selama berada di rumah Dareen Clara selalu membantu para pembantu memasak dan itu tidak diketahui oleh Dareen tentunya
"Gapapa Bi tuan dareen tidak akan tahu kok" Ucap Clara, untuk panggilan Clara ke Dareen sudah diketahui oleh seluruh para pekerja di rumah itu, dan para pekerja di rumah Dareen juga janji tidak akan membongkar tentang panggilan Clara kepada Dareen ini kepada Bu Rani, Pak Alex, dan yang lainnya, begitu juga tentang Dareen dan Clara yang pisah kamar, Dareen yang suka marah marah kepada Clara
"Apa yang saya tidak tahu!!" Tiba tiba saja ada suara bariton terdengar dari belakang
Dan seketika Clara gugup dan takut karena Dareen akhir akhir ini semakin menjadi jadi kepada Clara, walaupun Dareen belum pernah melalukan kekerasan fisik kepada clara hanya memarahi saja, tapi kemarahan dareen itu sering kali membuat hati Clara sakit
"JAWAB!" Ucap Dareen lagi dengan nada yang lebih tinggi
"Bagus ya tidak ada yang mau jawab" ucap Dareen lagi
"Kalau gitu anda ikut saya" Dareen tiba tiba meraih tangan Clara dan menggenggam nya dengan sangat erat
"Bi Nina bisa kembali ke pekerjaannya lagi"
"Dan anda ikut saya" Dareen menarik tangan Clara dengan keras dan itu menimbulkan sakit yang luar luar biasa di tangan Clara yang kecil
Dareen menarik Clara menuju kamar tamu di lantai dasar tepatnya di samping kamar Clara.
Dareen mendorong Clara dengan kuat ke kasur lalu Dareen mengunci pintu lalu kunci itu disimpan di saku celananya
Dareen kembali menghampiri Clara yang sedang menangis dan menahan sakit di pergelangan tangannya
Dareen langsung menindih Clara yang masih menangis di bawah Dareen.
"Jangan Nangis" Bisik Dareen
__ADS_1
Mendengar ucapan Dareen itu Clara sedikit meredakan tangisan dia.
"Mari kita mulai permainan yang sudah seharusnya kita lakukan" Bisik Dareen sambil lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Clara
Clara takut dengan ucapan Dareen, permainan apa yang dia maksud
Wajah Dareen semakin dekat dengan wajah Clara yang tegang.
Dan tanpa menunggu lama lama lagi Dareen langsung mencium bibir Clara singkat, dan itu membuat Clara kaget.
Tak lama setelah itu Clara mengerti permainan yang dimaksud Dareen tadi
"Bagaimana apakah sudah siap" Ucap Dareen dengan senyum yang tidak dapat diartikan
Clara sempat berfikir apakah harus sekarang, tapi mau bagaimanapun Dareen adalah suami dia.
'Yaallah jika memang akan terjadi sekarang maka kuatkanlah hamba yaallah' Batin Clara karena Clara tahu setelah ini akan banyak sekali rintangan yang akan di lalui.
Karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri sampai sampai Clara tidak sadar bahwa pakaian atasnya sudah di lepas oleh Dareen, tinggal dalaman untuk menutupi gunung kembar clara dan celana panjang yang masih menempel di tubuh clara.
"Karena anda tidak ada jawaban, jadi saya pikir anda sudah siap" Ucap Dareen sambil lalu meraih tangan Clara untuk dia kunci di atas kepala Clara dengan satu tangan sedangkan satu tangan lainnya Dareen gunakan untuk meraba tubuh Clara.
Sedangkan Clara hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Dareen, karena ini memang sudah kewajiban istri untuk melayani sang suami.
Dareen mulai melakukan apa yang seharusnya dia dapat sebagai seorang suami.
****
__ADS_1