Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Pulang


__ADS_3


......................


- Keesokan harinya


-Pagi hari


Pukul 06.00 Pak Alex, Bu Rani, Bu ayu, zesya dan Jevin disibukkan dengan membereskan baju baju dan barang barang mereka.


Karena tepat hari ini mereka semua akan pulang ke rumah mereka tepatnya rumah Aditama.


Sebenarnya zesya masih belum ingin pulang, namun karena ada paksaan dari sang mama akhirnya zesya mau untuk pulang.


Tak butuh waktu lama mereka semua sudah membereskan baju baju dan barang barang mereka


Sebelum turun mereka mengecek kembali barang bawaan takutnya ada yang ketinggalan atau bahkan hilang


Dirasa tidak ada akhirnya semua turun ke lantai dasar untuk berpamitan pada pemilik rumah yaitu Dareen dan Clara


"Kita pamit dulu ya Dar, cla, inget kandungannya dijaga baik baik, juga sering sering kerumah" Ucap Bu Rani


"Langsung pulang sepagi ini? Gamau sarapan dulu mah?" Ucap Dareen


"Menurut Dareen ini terlalu pagi untuk pulang mah" Sambung dareen


"Gapapa boy, kita sarapan di rumah aja"


"Sarapan disini aja yaaa, biar di perjalanan ga laper" Ucap Clara sedikit memaksa


Mendengar paksaan itu akhirnya pak Alex menyetujui untuk sarapan di rumah Dareen terlebih dahulu


"Yasudah kita sarapan disini saja dulu" Ucap pak Alex


Tanpa ada bantahan semua mengangguk


"Yasudah yok, ke meja makan kayaknya sarapannya sudah jadi semua" Ajak Clara


Semua berjalan menuju meja makan dan meninggalkan barang barang mereka di ruang tamu terlebih dahulu


"Kakak ipar sering sering Loo ke rumah" Ucap zesya


"Insyaallah ya Zes, kalau aku gasibuk" Ucap Clara


"Sudah ayo makan" Ucap Bu rani


"Mas mau makan pake apa?" Tanya clara pada Dareen


"Roti panggang, sereal sama buah cukup"


Clara langsung mengambil makanan sarapan untuk suaminya, Clara mengambil roti panggang asin, lalu serel lengkap dengan susu dan juga berbagai macam buah ada anggur, apel, kiwi, semangka, melon DLL


"Selamat makan semua" Ucap pak Alex


***


Selesai makan mereka semua akhirnya memutuskan untuk pulang


"Kita pamit ya"


"Iya hati hati ya semua" Ucap Clara sambil menyalami satu persatu dan memeluknya


"Nak dijaga ya kandungannya sama pernikahannya, kalau misal ada masalah bilang saja pada ibu jangan ragu ragu" Bisik Bu ayu


"Iya Bu , insyaallah" Ucap Clara

__ADS_1


Setelah itu semua keluar dan menuju mobil yang telah disiapkan


Sebelum mobil berangkat mereka semua berdarah ria terlebih dahulu, baru deh mobil meninggalkan kediaman dareen


"Bagus, sandiwara yang mantap" Ucap Dareen tiba tiba


Clara hanya mendengarkan


'Akhirnya sandiwara ini selesai, dan aku berhasil untuk tidak baper dengan perlakuan tuan' Batin Clara


Karena jujur selama lima hari ini dareen begitu sangat manis pada Clara walaupun tidak di depan keluarga, dan juga Clara sangat mati Matian mengontrol hatinya agar tidak gampang terbawa perasaan.


Dan Yah Clara berhasil akan ituu


"Kita beres beres yuk sayang, ambil barang barang bunda di lantai tiga" Gumam Clara sambil mengelus perut buncitnya


Clara berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 3, karena dia bila naik tangga rasanya tidak kuat beda kalau turun, kalau turun Cakra masih bisa.


Sampai di lantai 3 Clara tinggal mengambil baju dan alat make upnya saja yang sudah berada di depan lift, yang memang sudah Clara siapkan semalam, dan untungnya tidak ada yang ke lantai 3 jadi tidak ada yang curiga


Setelah semua barang masuk lift, Clara langsung turun kembali ke lantai dasar.


Sampai di lantai dasar Clara langsung membawanya ke kamar dia tak lupa langsung ditata kembali


Dirasa sudah beres Clara langsung rebahan santai di kasur karena Clara sudah tidak tahu harus bagaimana dan ngapain


Untuk Dareen dia sedang berada di kantornya, dia jalan ke kantor sesaat setelah keluarganya pulang


"Bunda ga sabar sayang akan bertemu kamu, walaupun mungkin kita hanya akan bertemu sebentar, karena papa kamu akan mengambil kamu dari bunda" Guman Clara sambil mengelus perutnya


Setiap hari, setiap waktu Clara pasti memikirkan itu, Clara ingin segera bertemu anaknya, namun dia tidak ingin bila hanya bersama anaknya sebentar


Namanya seorang ibu pasti akan susah berpisah dengan anaknya


"Semoga nanti bila kamu misal sudah gasama bunda, kamu bisa mengenal bunda ya sayang, entah gimana caranya" Gumam Clara lagi sambil menitihkan air matanya


Air mata Clara semakin deras, karena dia tidak bisa membayangkan akan seperti apa setelah anaknya lahir yang dimana kurang sekitar 8 bulan lagi.


Dia membayangkan dia menyerahkan anaknya kepada papanya dan dia pergi begitu saja meninggalkan sang anak yang baru saja lahir, yang dimana pasti masih membutuhkan dia


"Yaallah rasanya kok aku gasanggup duluan ya" Gumam Clara pada diri sendiri


'Tapi mau gamau itu pasti akan terjadi, karena pernikahan ini memang sudah seperti ini dari awal' Pikir Clara


"Sudah gapapa, mending di jalani dulu aja, jangan mikir yang aneh aneh dulu berusaha untuk berfikir kepada yang positif" Ucap cakar pada diri sendiri sambil menghapus air matanya


Cukup lama Clara terdiam akhirnya dia beranjak untuk mencuci muka


Selesai cuci muka Clara keluar kamar dan menuju ke taman, tempat satu satunya Clara menenangkan pikirannya


Sampai di taman Clara duduk di kursi yang berada di bawah pohon agar tidak kepanasan


***


- Di Kantor Dareen


Saat ini Dareen sedang berada di kantor sang ayah karena di sana ada sedikit masalah yang harus dia selesaikan segera


Masalahnya adalah keuangan kantor ada yang mengoropsi dan ini bukan kali pertama dia menangani masalah seperti ini


"Alvin, keruangan saya sekarang" Panggil dari dari telefon kantor


Tak lama ada suara pintu di ketuk


Tok Tok Tok

__ADS_1


"Masuk"


"Permisi Boss ada apa?"


"Tolong kumpulin semua bendahara dan menanggung jawab keuangan di kantor ini, SEMUA tanpa terkecuali" Ucap Dareen tegas


"Suruh mereka ke ruang rapat" Perintah dareen


"Baik boss laksanakan" Alvin langsung keluar menuju ruangan khusus untuk mengatur keuangan


"Semua yang berada di sini silahkan ke rumah rapat karena di panggil oleh boss Dareen" Perintah Alvin pada semua orang yang berada di ruangan itu


Seketika ruangan itu menjadi tegang dan pucat di setiap wajah mereka semua


"Silahkan, mungkin sudah di tunggu boss di ruang rapat"


Semua orang yang berada di ruangan itu langsung keluar dan menuju ruang rapat


***


Sampai di ruang rapat ternyata benar di sana sudah ada Dareen yang duduk di kursi kekuasaannya sambil memainkan pulpen


Melihat itu semua para pengurus keuangan menjadi takut dan gugup


"Silahkan duduk" Ucap Dareen


Dengan ragu semua duduk di kursi


"Baik, saya disini hanya ingin bertanya kepada kalian dan Tolong untuk dijawab sejujur jujurnya" Dareen menjeda ucapannya dulu


Mendengar itu semua pengurus keuangan menjadi semakin gugup dan semakin menundukkan kepalanya tidak berani melihat kearah Dareen


"Saya ingin bertanya, mengapa laporan keuangan dari bulan Januari sampai bulan Maret tidak sesuai dengan standard?" Tanya Dareen sambil meneliti setiap wajah mereka, walaupun Dareen sudah tahu siapa penyebabnya tapi dareen ingin tahu apakah orang itu berani berkata jujur


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Dareen, sama sekali tidak ada.


"Saya tanya sekali lagi tolong dijawab dan di beri penjelasan, mengapa laporan keuangan dari bulan Januari Sampai bulan Maret tidak sesuai dengan standard keuangan kantor sebelumnya?" Tanya Dareen kali ini penuh penekanan


"Saya juga melihat pemasukan dan pengeluaran kantor sangat tidak masuk akal, pengeluaran lebih tinggi jumlahnya dari pada pemasukan dan itu bisa menjadi masalah besar" Ucap Dareen lagi


"Saya memang selama beberapa bulan ini tidak begitu mengurusi keuangan kantor karena saya yakin kalian semua yang ada di sini pasti jujur dan tidak akan ada hal seperti ini, tapi saya salah sangat salah" ucap Dareen mulai marah


Lagi lagi semua yang berada di ruang rapat itu hanya menunduk kecuali Alvin dan Dareen


"Kalian kenapa diam semua? tidak mau ngaku hah!?"


"Saya tanya baik baik bukan berarti saya tidak tahu siapa orangnya, tapi saya sedang mengetes apakah dia jujur atau tidak, dan ternyata dia tidak jujur dan mungkin saya akan bertindak lebih lanjut"


"Gini bila tidak mau jujur saya akan langsung lapor polisi dengan bukti bukti yang sudah saya pegang dan tentu hukumannya sesuai dengan hukuman yang berlaku, tapi bila mau jujur saya tetap melaporkan tapi dengan hukuman yang lebih ringan, silahkan dipilih"


Cukup lama terdiam dan tidak ada yang bersuara sampai akhirnya ada tiga orang yang berdiri lalu salah satu dari mereka berkata


"Maaf pak saya__"


***



SAYA APA TUHHHHH??????🤨🧐


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2