Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Perjuangan 5 ( Part 2 )


__ADS_3


......................


Dareen membuka pintu kamar tamu lalu Dareen Mendorong Clara dengan keras kelantai ingat KELANTAI


Clara meringis saat tubuhnya terasa sangat sakit karena benturan yang dia rasakan saat Dareen mendorongnya


"Ternyata anda tidak ada kapok kapoknya ya" Ucap Dareen sambil terus mendekati Clara yang masih terduduk dilantai


"Saya kan sudah bilang kepada anda bahwa anda jangan pernah mendekati sahabat saya" Ucap Dareen penuh penekanan


Seketika Clara menegang dan bersamaan dengan itu tiba tiba saja dia mengingat kejadian di kamar mandi yang diman dia disiram oleh air jangan


"Saya tidak pernah main main dengan ucapan saya" Ucap Dareen lagi


Clara mulai menangis karena dia takut dengan cara bicara Dareen yang begitu tajam, tegas dan menyakitkan


"Ternyata anda itu memang murahan ya, digoda sana sini mau mau aja Cih"


Karena tak kunjung ada jawaban dan pergerakan dari Clara akhirnya Dareen mulai menarik tangan Clara kembali lalu mendorongnya dengan keras keatas kasur


Dan itu membuat rasa sakit ditubuh Clara semakin menjadi jadi tubuh Clara rasanya seperti terbelah menjadi beberapa bagian dan itu sangat sakit


'Shh sakit sekali yaallah' Batin Clara


Clara mencoba untuk bangkit, namun baru saja ingin bergerak dia kembali merasakan sakit di area kepala.


"Itu akibatnya anda tidak mengikuti ucapan saya" Ucap Dareen sambil lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar tamu


Setelah Dareen keluar Clara tiba tiba mengeluarkan air mata yang sangat sangat deras


"Yaallah, badan aku salut semua" Gumam Clara


Clara terus berusaha untuk duduk tapi terus terusan tidak bisa karena selain pinggang dia yang begitu nyeri kepala dia juga sangat sakit


Tapi itu tidak menghalangi Clara untuk terus mencoba duduk


Berkali kali Clara mencoba untuk duduk akhirnya dia bisa juga duduk walaupun tidak sempurna.


Clara langsung menggeser tubuh dia sedikit kebelakang agar dia bisa bersandar di kepala ranjang.


"Akhirnya aku berhasil juga buat duduk" Gumam Clara pada diri sendiri


'Kapan ya ini berakhir?'Tanya Clara pada diri sendiri


Clara tidak menyadari bahwa pintu kamar tamu itu terbuka dan menampilkan Dareen yang berdiri dengan baju yang berbeda dari tadi


"Waww, hebat sekali anda bisa duduk seperti itu" Ucap Dareen membuat Clara kaget dan langsung menoleh kearah pintu


Dareen melangkahkan kakinya untuk lebih dekat dengan Clara


Sedangkan Clara yang didekati oleh Dareen menjadi takut, gugup dan sedikit bergetar


"Gimana enak nggak tadi digoda sama sahabat saya hm?" Tanya Dareen dengan tatapan tajam dia


Karena tak mendengar jawaban dari Clara Dareen langsung mencengkeram dagu Clara agar Clara melihat kearahnya


"JAWAB!" ucap Dareen marah

__ADS_1


Clara yang mendengar itu tentu takut dan langsung mengeluarkan air mata


"Bisanya cuma nangis" Dareen langsung melepas cengkramannya dari dagu Clara


"Sekali lagi saya melihat anda dengan sahabat saya apalagi sampai mereka manggoda anda, saya akan menghukum anda lebih dari ini" Ucap Dareen memperingatkan Clara


Clara hanya diam dan menunduk karena dia benar benar takut sekarang pada Dareen


"Anda boleh keluar dari sini, itupun kalau anda bisa jalan" Ujar Dareen meledek Clara


Hati Clara rasanya sakit sekali sangat sakit mendengar ucapan Dareen itu


Setelah mengucapkan itu Dareen langsung keluar dari kamar tamu menuju garasi untuk keluar entah kemana


Dan dikamar Clara terus menangis semakin menjadi jadi, karena selain fisiknya yang sakit hati dia juga sakit


"Yaallah apa aku nyerah aja ya mengambil hati tuan Dareen" Gumam Clara


"Rasanya percuma aku selama ini, hati tuan Dareen masih tetap keras" Gumam Clara lagi


"Ya, mulai hari ini aku sudah tidak lagi memperjuangkan pernikahan ini" Ucap Clara pada diri sendiri dengan tegas


"Aku NYERAH!" Ucap Clara lagi


Setelah itu Clara langsung menangis entah kenapa tiba tiba saja air mata dia keluar tanpa permisi


***


Berjam jam Clara berada di kamar tamu karena dia benar benar tidak sanggup untuk melangkah walaupun kamar dia hanya bersebelahan tapi rasanya sangat sakit entah mengapa.


Terlebih lagi Clara tidak membawa handphone, dia tidak bisa menelpon seseorang untuk membantunya


sedangkan Clara bergerak turun saja rasanya sangat sakit apalagi dibagian pinggang dan juga kepala.


"Yaallah berilah keajaibanmu" Pinta Clara pada sang maha kuasa


Dan benar saja tak lama setelah itu tiba tiba saja pintu kamar tamu itu diketuk


Tok Tok Tok


"Siapa?" Tanya Clara, karena dia takut Dareen lah yang mengetuk pintu


"Bi Nina non" Jawab seseorang dibalik pintu


Clara tenang seketika karena yang mengetuk pintu adalah bi Nina bukan Dareen


"Masuk aja bi, kayaknya pintunya gadikunci"


Ceklek


"Loh non Clara kenapa?" Tanya Bi Nina karena melihat mata Clara sembab rambut acak acakan dan ada bekas tangan di dagunya


Clara hanya tersenyum hambar tidak menjawab pertanyaan Bi Nina


"Bi boleh bantu Clara jalan ke kamar Clara ga bi, soalnya pinggang Clara sakit tadi Sempet kepleset di kamar mandi" Ucap Clara berbohong karena dia tidak mau menjelekkan Dareen mau bagaimanapun Dareen tetap suaminya yang harus dia jaga nama baiknya walaupun itu dengan keluarga dan pekerja


"Oiya non boleh, non kakinya bisa turun ga"


"Bisa Bi" Clara menurunkan kakinya kelantai sambil berpegangan ke pundak Bi Nina

__ADS_1


"Sekarang non coba berdiri ya" Ucap Bi Nina saat Clara sudah berhasil menurunkan kakinya


"Sebentar Bi, Clara agak susah berdiri" Ucap Clara, dia susah berdiri bukan karena pinggangnya tapi karena kepala dia tiba tiba sangat pusing


"Oiya non" Bi Nina dengan sabar terus membantu Clara untuk berdiri


sampai akhirnya setelah Clara mati Matian menahan sakit di pinggang dan kepalanya dia bisa berdiri juga


"Sekarang non jalan pelan pelan aja" Ucap Bi Nina


Clara melangkah sedikit demi sedikit yang penting dia bisa sampai di kamar dia


Tak lama kemudian Clara sampai juga di kamar dia, Clara langsung ditidurkan kembali di kasur


"Terima kasih ya bi" Ucap Clara


"Iya non sama sama, oh ya non mau bibi panggilkan tukang pijat ga non? supaya pinggang non gasakit lagi" Ucap Bi Nina


"Boleh deh ni"


"Sebentar ya non, bibi tinggal dulu bibi mau nelfon tukang pijat yang dulu" Pamit Bi Nina


Setelah Bi Nina keluar Clara mencoba untuk mengambil obat pereda nyeri di nakas samping tempat tidurnya


"Untung aku nyediain obat obatan ini" Gumam Clara membuka obat itu lalu meminumnya dengan air yang juga ada di atas nakas


Kurang lebih 5 Menit rasa nyeri di kepala dan tubuh Clara sudah sedikit memudar


Bersamaan dengan itu Bi Nina datang dengan tukang pijat yang sama saat kaki Clara terkilir


Clara langsung dipijat di area pinggang dan itu membuat rasa sakitnya sedikit demi sedikit berkurang


***


10 Menit berlalu akhirnya rasa sakit di pinggang Clara hilang juga.


"Sudah enakan non pinggangnya?" Tanya Bi Nina


"Iya sudah enak Bi" Ucap Cakra dengan senyum manisnya


"Yasudah non Clara istirahat dulu bibikeluar dulu" Ucap Bi Nina


Clara membaringkan tubuhnya agar lebih nyaman, lalu dia mengambil Handphone dia untuk melihat apakah ada yang mengirim pesan kepadanya


Ternyata ada yaitu Ara dan juga sahabat Clara di kampung


Ara bertanya kenapa Clara tidak kembali ke restoran, lalu cakar menjawab bahwa dia sedang sakit jadi tidak kembali ke kantor


Sedangkan sahabat Cakra yang dikampung mengirim pesan bahwa dia sangat rindu dengan Clara karena memang sudah 1 lebih mereka tidak bertemu semenjak sahabat Clara itu kuliah keluar kota


setelah selesai membalas semua pesan yang masuk, Clara memutuskan untuk istirahat.


***



......................


🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑

__ADS_1


__ADS_2