
......................
- 1 Minggu kemudian
Tak terasa sudah 1 Minggu Clara berada di rumah sang mertua dan sudah 1 Minggu pula Clara tidak bekerja.
Dan selama satu Minggu ini kondisi kesehatan Bu ayu belum membaik masih tetap berwajah pucat, bertubuh lemas dan tatapan kosong.
1 Minggu Clara benar benar menyibukkan diri dengan merawat sang ibu.
Sama seperti pagi ini, baru saja bangun dari tidurnya Clara langsung turun menuju kamar sang ibu
Clara tidur di kamar Dareen bersama Dareen, karena selama 1 Minggu Dareen berada di rumah Aditama untuk menjaga sang istri dan kandungannya.
"Assalamualaikum ibu" Sapa cakar pada sang ibu yang sedang menutup matanya
"Bangun yuk Bu, sudah pagi" Ucap Clara
"Lihat Bu kandungan Clara sudah semakin membesar loo" Ucap Clara sambil mengelus perut yang semakin hari semakin membuncit
"Ibu harus kuat ya untuk sembuh, karena Clara udah gapunya siapa siapa, apalagi setelah anak Clara lahir" Ucap Clara pada sang ibu yang masih setia menutup matanya
"Permisi neng, sarapan dulu yuk" Ucap Bi Mira
"Iya Bi" Clara langsung berdiri dan berjalan keluar dari kamar sang ibu menuju lantai bawah
"Sini sayang sarapan dulu, kasian baby-nya kalau gadikasi makan" Ucap Bu Rani
"Iya mah" Ucap Clara
Clara langsung duduk di kursi sebelah Dareen
***
Selesai makan Clara mandi terlebih dahulu sebelum kembali ke kamar sang ibu
selesai mandi Clara langsung menuju kamar sang ibu lagi
"Assalamualaikum" Ucap Clara sambil lalu masuk ke dalam kamar
"Loh ibu, sudah bangun Alhamdulillah" Ucap Clara senang karena sang ibu sudah membuka matanya walaupun dengan tatapan kosong
"Makan dulu yuk Bu, supaya ibu bisa cepet sehat" Ucap Clara
Clara mengambil bubur yang sudah tersedia di meja samping tempat tidur sang ibu
"Ayo Bu buka mulutnya" ucap Clara pada Bu ayu
Namun Bu ayu tidak juga membuka mulutnya, tapi Clara tidak menyerah dia tetap berusaha agar sang ibu mau membuka mulutnya.
"Ayo Bu, makan ya jangan buat Clara khawatir" Ucap Clara
"Tolong Buk jangan kayak gini Clara takut" Ucap Clara saat melihat tubuh sang ibu bergetar hebat
Tok Tok Tok
bersamaan dengan itu tiba tiba pintu kamar Bu ayu ada yang mengetuk
__ADS_1
Ceklek
Clara membuka dan menampilkan Bu Rani
"Masuk mah" ucap Clara mempersilakan Bu Rani masuk
"Loh cla ibu kamu kenapa?" Tanya Bu Rani panik karena melihat tubuh Bu ayu bergetar
"Clara gatau mah tiba tiba aja kayak gini, cakar takut mah hiks" Ucap Clara
"Aduhh jangan nangis dong, harus kuat supaya ibu kamu juga kuat sayang" Ucap Bu Rani sambil memeluk Clara yang semakin deras mengeluarkan air matanya
"Tapi ibu Clara gapapa kan mah hiks"
"Insyaallah gapapa sayang, sebentar ya mama panggil dokter dulu" Ucap Bu Rani mengeluarkan HP lalu menelpon dokter kepercayaan keluarga Aditama
"Iya mah" Clara melepas pelukannya dari Bu Rani dan berjalan kembali menuju kursi samping tempat tidur sang ibu
"Buk ibu harus kuat ya, Clara sedih ibu kayak gini" Bisik Clara sambil terus mengeluarkan air mata
"Ibu harus bisa melawan ini semua" Bisik agar lagi
"Sayang sebentar lagi dokter akan datang, kamu yang sabar ya" ucap Bu Rani
"Iya mah, terima kasih ya mah"
Bu Rani hanya tersenyum
"Kalau gitu mama keluar dulu ya" Bu Rani pergi meninggalkan Clara berdua dengan sang ibu di dalam kamar
***
"Assalamualaikum nak Clara" Ucap Bu Rani
"Waalaikumsalam mah" Jawab Clara sambil melihat ke arah pria yang berada di belakang Bu Rani
"Ini dokter yang akan menangani Bu ayu sayang, silahkan dok di periksa"
"Permisi ya Bu"
Clara yang melihat ibunya diperiksa pun sedikit lega karena tubuh sang ibu sudah tidak bergetar lagi.
"Gimana dok kondisi ibu saya?" Tanya clara saat sang dokter selesai memeriksa Bu ayu
"Ibu anda masih kurang cairan dan lagi ibu anda terkena stroke ringan oleh sebab itulah dia tidak bisa menggerakkan sebagian tubuhnya" Jelas dokter itu
Mendengar itu tentu Clara kaget tanpa permisi air mata Clara mengalir begitu deras
"A-apakah ibu saya bisa sembuh dok hiks"
"Tentu bisa yang penting jangan putus berdoa dan berusaha, pasti akan sembuh" Jelas dokter itu
"Oh ya ini ada obat, bila tidak bisa meminum obat bisa di suntikkan ke cairan infusnya" Jelas dokter lagi
"Baik dok" ucap Clara paham
"Kalau gitu saya permisi dulu, kalau ada apa apa jangan lupa untuk mengabari saya"
"Terima kasih banyak dok" Ucap Clara
__ADS_1
"Mari saya antar kedepan dok"
Bu Rani dan dokter keluar dari kamar Bu ayu
"Yaallah buk kenapa jadi kayak gini, ibu harus kuat ya melawan penyakit di tubuh ibu" Ucap Clara
"Kita berjuang sama sama ya Bu" Ucap Clara lagi
Clara terus memandangi wajah pucat sang ibu
'Yaallah kuatkanlah hamba dan juga ibu hamba agar bisa melewati segala cobaanmu ini' Batin Clara
'Sayang doakan nenek kamu ya supaya dia bisa sehat kembali dan bisa melihat kamu saat kamu lahir' Batin Clara lagi sambil mengelus perutnya
***
- Malam Hari
Tak terasa hari sudah malam dan Clara masih tetap berjaga di kamar sang ibu.
Bahkan Clara keluar kamar hanya untuk makan, mandi dan ganti baju saja.
"Nak cla, sudah malam tidur dulu Gih" Ucap Bu Rani
"Ngga mah Clara disini saja" Tolak Clara
"Jangan gitu sayang, sana tidur dulu kamu sudah di tungguin sama Dareen di kamar" Ucap Bu Rani
"Kamu juga harus memikirkan kesehatan kamu dan baby kamu jangan terus terusan kayak gini sayang, kasian kamu dan kandungan kamu" Jelas Bu Rani
"Iya mah" Akhirnya dengan sangat berat hati Clara berdiri dan berjalan meninggalkan kamar sang ibu.
Clara berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 4
Sesampainya di lantai 4 Clara langsung berjalan menuju kamar dia dan Dareen
Sebelum masuk Clara mengetuk pintu terlebih dahulu karena itu sudah menjadi kebiasaan Clara
Tok Tok Tok
"Masuk"
Setelah mendapat jawaban dari dalam Clara langsung membuka pintu lalu masuk
Baru saja masuk Clara sudah di suguhkan dengan pemandangan Dareen yang sedang terlentang di atas ranjangnya.
Dengan ragu Clara berjalan mendekati ranjang
"Tidur dulu sini, kasian anak saya kalau kamu begadang terus" Ucap Dareen
"I-Iya tuan" Ucap clara gugup
Walaupun sudah beberapa kali tidur satu ranjang tapi tetap saja Clara gugup.
Clara naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya di samping Dareen
Tak berselang lama Clara sudah terlelap menyelami alam mimpinya begitu pula dengan Dareen
***
__ADS_1