
Pagi Hari
Pagi hari ini berbeda dengan pagi hari dihari sebelumnya karena saat ini ada anggota baru yaitu citra
Pada saat sarapan Clara harus menahan sakit karena dengan teganya citra dan Dareen bermesra mesraan di depannya selalu olah citralah yang menjadi istri Dareen
Begitupun saat berangkat kerja citra mengantar Dareen sedangkan Clara selama ini tidak di perbolehkan Dareen untuk mengantar ataupun menunggunya pulang
Clara merasa bahwa dirinya lah yang menjadi orang ketiga bukan citra
Citra terus memandangi mereka berdua dengan tatapan yang kecewa dan sakit, hati Clara begitu sakit bahkan lebih sakit saat melihat Dareen lebih peduli dan sayang pada citra dari pada pada dirinya
Tak ingin berlama lama Clara langsung berlalu dan berjalan menuju kamarnya
Sesampainya di dalam kamar, Clara langsung menangis mengingat kejadian di pagi hari ini, yang dimana mungkin pemandangan seperti ini akan dilintanya di beberapa hari kedepan
'Yaallah boleh nggak sih aku pergi dari sini' Batin Clara
'Sayang semoga nanti kalau kamu sudah tidak sama bunda kamu bisa bahagia dengan papan dan bunda baru kamu' Batin Clara yang tiba tiba memikirkan anaknya
***
- Malam hari
Saat Dareen pulang kerja, citra dengan sigap menyambut Dareen, Dareen mencium kening citra dan itu disaksikan langsung oleh Clara
setelah itu Dareen dan citra berlalu melewati Clara seolah olah Clara tidak ada, bahkan Dareen sekalipun tidak melirik Clara yang notabenenya istrinya sendiri
Hati Clara kembali menangis kali ini bukan mata Clara yang menangis melainkan hati Clara
Clara terus memandangi dia sejoli itu manaiki tangga sambil bercanda ria, sedangkan Clara hanya bisa menatap dengan tatapan penuh kekecewaan dan kebencian
dan saat sudah sampai di lantai 2 Dareen menatap ke arah Clara dengan tatapan yang sulit diartikan sedangkan Clara menatap Dareen dengan tatapan Benci, jijik, kecewa, sakit semua jadi satu tercetak jelas Dimata Clara
Dareen terus menatap Clara dengan tatapan yang masih belum bisa diartikan sendiri
sedangkan Clara dia berlalu berjalan menuju kamarnya, karena tidak ada gunanya juga dia berlama lama memandangi Dareen
Clara masuk kamar dan duduk di kursi meja rias, Clara memandangi dirinya sendiri di cermin yang dimana saat ini Clara bermata sembab hidung merah namun masih tetap cantik
Tok Tok Tok
"Sebentar" Ucap Clara
Ceklek
"Ada apa Bi?" Tanya Clara
"Ini non makan malam dulu" Ucap Bi Nina
"Iya Bi"
Clara langsung berlalu dari hadapan Bi Nina
Semua pekerja di rumah ini merasakan perubahan sikap Clara yang tadinya ceria dan murah senyum sekarang menjadi masam, tidak seceria dulu, dan memiliki sikap yang cuek
Tentu saja semua pekerja disini tahu kenapa nona mereka berubah dan semua pekerja disini sudah tahu tentang perselingkuhan Dareen tapi mereka belum ada yang berani melapor ke pihak keluarga
Bi Nina menatap kepergian Clara dengan tatapan kasian dan prihatin
Sedangkan Clara dia datang ke meja makan dengan tatapan penuh rasa kecewa, dan rasa sakit melihat kedua pasang yang sedang suap menyuap
"Cla, makan dulu supaya baby nya sehat" Ucap citra
"Tanpa Anda suruh saya juga akan makan" Ucap Clara acuh
__ADS_1
Dareen menatap Clara dengan tatapan rindu namun Clara tidak menghiraukan tatapan itu clara fokus mengambil mengambil makanan
"Sayang kok bengong?, ayo makan" Ucap citra yang sepertinya sengaja memanasi Clara
Sedangkan Clara langsung berlalu dari meja makan saat dia sudah mengambil semua lauk pauk yang dia inginkan
"Loh cla, kok gak makan disini aja?" Tany citra
"Nggak, saya nggak Sudi makan sama manusia penghianat" Ucap Clara dengan mantap kedua orang dimeja makan itu dengan tatapan Benci, dan juga jijik
Dareen menatap Clara sampai Clara benar benar tidak terlihat dari pandangannya
Clara berjalan menuju kamarnya, Clara memutuskan untuk tidak makan dengan citra dan Dareen karena dia tidak ingin membuat hatinya sakit dimalam hari
Setelah selesai makan malam Clara kembali ke dapur untuk menaruh piringnya lalu kembali ke kamar dia lagi untuk tidur
***
- 1 Bulan Kemudian
Kandungan Clara hari ini sudah masuk bulan kesembilan, dan hari ini pula citra keluar dari rumah Dareen
Selama satu bulan Clara mati Matian menahan rasa perih dihatinya karena citra dan Dareen secara terang terangan bermesraan di depannya
Clara sudah berusaha acuh namun tetap tidak bisa, karena mau bagaimanapun dia punya hati dan perasaan
selama satu bulan pula Clara merasa tidak sama sekali mendapat perhatian dan dukungan dari Dareen, walaupun sudah biasa akan hal itu tapi Clara juga butuh karena sebentar lagi Clara akan melahirkan tentu dia butuh dukungan dari sang suami walaupun hanya sedikit
"Cla aku pulang dulu ya, semoga lahirannya lancar" Ucap citra
Clara tak menjawab dia menatap citra dengan tatapan kosong
"Sayang aku pulang dulu ya, jangan kangennn loo" Ucap citra sambil memeluk Dareen mesra
"Iya sayang hati hati dijalan" Ucap Dareen sambil mencium singkat bibir citra
Melihat itu tentu lagi lagi hati Clara sakit, hati Clara sudah sangat hancur bahkan tidak ada yang bertahan semua hati Clara hancur berkeping keping melihat Dareen dan citra
"Yaudah, byee sayang" Citra melambaikan tangannya ke arah Dareen dan Dareen membalasnya
Setelah citra pergi dengan supirnya, Clara langsung berjalan masuk namun tangan dia ditahan oleh Dareen
"Saya ingin bicara" Ucap Dareen
"Silahkan, bicara apa?" Ucap Clara dingin
"Kita bicara dikamar saya" Ucap Dareen
"Tidak usah, Kita bicara disini saja" tolak Clara
Dareen tak menjawab melainkan langsung menarik Clara menuju lantai 3
Sesampainya di lantai 3 Dareen langsung membawa Clara masuk dan mengunci pintu kamarnya lalu kuncinya ditaruh di saku celana Dareen
"Duduk dulu" Ucap Dareen membawa Clara ke sofa
Clara menurut, dia duduk dan Dareen juga ikut duduk di sampingnya
"Saya minta maaf atas kesalahan saya yang sudah menyakiti hati anda" Ucap Dareen
Clara hanya diam tidak menjawab ucapan Dareen
"Saya benar benar minta maaf"
"Tuan kenapa sangat mudah meminta maaf, seakan akan kesalahan tuan itu tidak fatal, asal tuan tahu kesalahan tuan itu begitu fatal" Ucap Clara
"Saya tau saya memang tidak ada hal untuk melarang tuang berhubungan dengan siapapun, tapi tuan tolong hargai saya saya masih istri tuan walaupun istri kontrak, saya juga sedang mengandung anak tuan, dan dengan santainya tuan membawa wanita tuan menginap dan bermesraan disini, bahkan sampai dibawa masuk ke kamar tuan" Ucap Clara panjang lebah
"Asal tuan tahu hati saja sakit, hati saja sudah tidak kuat tapi saya masih sadar bahwa saya berada disini untuk mengandung anak tuan"
__ADS_1
"Saya tahu saya salah, saya minta maaf" Ucap Dareen penuh rasa bersalah
Clara tak menjawab
"Bisa tolong buka pintunya saya mau keluar" Ucap Clara
"Saya belum selesai ngomong, tolong kamu disini dulu"
"Tidak bisa, saya mau ke kamar saya"
"Ini juga kamar kamu sekarang, kamu bisa kok tidur disini" Ucap Dareen
Mendengar itu Clara langsung menoleh pada Dareen
"TIdak perlu saya sangat berterima kasih, saya dulu memang ingin berada di kamar ini namun sekarang sudah tidak lagi, jadi biarkan saya keluar" Ucap Clara
"Tolong jangan kayak gini, saya tahu saya salah saya minta maaf sebesar besarnya"
Lagi lagi Clara tak menjawab ucapan Dareen
"Saya salah saya minta maaf" Ucap Dareen dengan suara yang memelas
Clara hanya mendengarkan tidak menjawab
"Tolong maafkan saya, jangan kayak gini tolong kembali seperti dulu"
"Kalau mau seperti dulu anda harus akhiri hubungan anda dengan pacar anda itu" ucap Clara
"TIDAK! Tidak bisa kita sudah mau menikah jadi saya tidak mau mengakhiri hubungan saya" Tolak Dareen
"Jawaban anda sepertinya sudah menjawab pertanyaan anda"
"Silahkan buka pintunya saya ingin keluar" Ucap Clara
Akhirnya Dareen mau membuka pintu kamarnya itu dan clara langsung keluar dari kamar Dareen lalu turun kebawah dengan air mata yang mengalir karena mendengar ucapan Dareen bahwa dia akan menikah
'Clara beneran tidak kuat yaallah' Batin Clara
***
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ADUHHHHHHHHH🥺
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.