Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- H-1 Pernikahan.


__ADS_3


......................


...H - 1 Pernikahan Dareen dan Clara...


Waktu begitu cepat waktu berlalu dan tidak terasa pernikahan Dareen dan clara kurang 1 hari lagi. besok adalah hari pernikahan dareen dan Clara


Pagi hari rumah Aditama masih tentram dan tenang tidak sibuk seperti akan melaksanakan pernikahan pada umumnya


Karena pernikahan Dareen dan Clara tidak diadakan meriah hanya ijab Kabul saja dan tidak ada resepsi, semua itu atas permintaan dari Dareen.


Sedangkan Clara saat ini sedang membereskan barang barangnys untuk di pindahkan ke kamar tamu terlebih dahulu atas permintaan Bu Rani, begitu juga dengan sang ibu yang juga pindah ke kamar tamu


Clara saat ini sangat was was berbeda sekali dengan Dareen karena Clara memikirkan bagaimana nanti pernikahannya dengan Dareen yang dimana sifat kejamnya Dareen sudah mulai terlihat oleh Clara


FlashBack On


Clara baru saja selesai menyapu lantai 4 Bersama Bu ayu.


Saat akan turun ke bawah Clara tak sengaja berpapasan dengan Dareen yang baru saja keluar dari lift .kebetulan lift dan tangga bersebelahan


"Heh, kamu ikut saya" Ucap Dareen ketus


Clara kaget dan langsung menoleh pada sang ibu meminta persetujuan, sang ibu hanya mengangguk yang artinya dia menyetujui Clara untuk bertemu dengan Dareen


"Cepat jangan bengong aja kayak patung" Ucap Dareen lagi sedikit berteriak karena dia barada cukup jauh dengan Clara yang masih mematung di dekat tangga


Clara yang mendengar itupun langsung melangkah mengikuti Dareen yang sepertinya akan menuju ruang santai lantai 4.


benar saja Dareen berhenti di ruang santai lantai 4, Clara yang melihat Dareen berhenti pun ikut berhenti tepat di bekalang Dareen tapi masih ada jarak sedikit


Dareen membuka pintu kaca • pintu di ruang santai itu memang kaca yak• setelah pintu terbuka dareen masuk ke dalam ruang santai


Sedangkan Clara hanya diam tak berani ikut masuk ke dalam ruangan , ya walupun ruangan Full kaca Dan semua orang yang lewat pasti bisa melihat ke dalam ruangan tapi Clara tetap takut


"Aduh, aku masuk ngak ya, tapi aku takut" Gumam Clara pelan


"Heh!, kalau mau jadi patung jangan disini" Ucap Dareen dari dalam ruangan


Clara tetap diam dan itu membuat Dareen emosi


Dareen langsung melangkah menuju dimana Clara berdiri tepatnya di depan pintu, setelah sampai di depan Clara, Dareen langsung menarik tangan Clara dan mencengkeram nya kuat sampai sampai Clara meringis kesakitan


"Shh, Tu-Tuan le-lepas, sakittt Shh" Clara berusaha melepas cengkraman Dareen dari tangannya, sayangnya bukannya terlepas malah semakin erat


sesampainya di sofa Clara langsung di dorong oleh Dareen dengan sangat kuat sampai sampai sofa itu sedikit tergeser dari tempatnya


Clara hanya bisa meringis dan mengeluarkan setetes demi setetes air matanya


"Heh, gausah nangis, gitu aja nangis, Dasar wanita LEMAH" Ucap Dareen menekan kata lemah


Clara yang mendengar perkataan Dareen itupun merasakan rasa sakit di hatinya lebih sakit dari cengkeraman dan dorongan Dareen tadi


"Gue langsung ke intinya aja, gue gamau lama lama sama wanita murahan kayak Lo" Ucap Dareen


Clara hanya menunduk dan terus menangis


"Gue udah bikin peraturan pernikahan buat Lo, tapi gue gabakalan beritahu lo sekarang gue bakalan beritahu lo entar kalau udah nikah" Ucap Dareen


Clara hanya bisa mendengar kan saja karena dia sudah menyangka bahwa di pernikahan ini akan ada peraturan peraturan yang menyeramkan


"Oke gue mau pernikahan ini hanya ijab Kabul saja, tidak ada resepsi atau pesta buang jauh jauh pikiran Lo tentang pernikahan meriah dan megah" Ucap Dareen tegas


Clara tetap diam walaupun hatimya sangat sangat sakit


"Heh! Elo ngerti kagakk" Dareen mencengkeram dagu Clara dengan sangat kuat sampai sampai Clara kembali meringis kesakitan


"Nge-ngerti tuan" Ucap Clara terbata bata


Dareen langsung melepas cengkraman tangannya dari dagu Clara lalu melangkah keluar meninggalkan Clara


FlashBack Off


Sejak saat itulah Dareen menjadi kejam kepada Clara bisa saja tiba tiba dia menarik Clara lalu memarahi Clara tanpa sebab


dan Clara sudah mulai sedikit terbiasa oleh perlakuan kasar dareen pada dirinya


Seperti saat ini Clara tiba tiba ditarik dengan kuat menuju dapur bersih, entah apa yang ada di pikiran Dareen kenapa dia tiba tiba menarik Clara


"Tu-Tuan ada apa kenapa membawa saya kesini" Tanya Clara sedikit takut


"Kamu buatkan saya kopi" Ucap Dareen tegas lalu langsung pergi meninggalkan Clara sendirian di dapur bersih tanpa menyebutkan dia mau kopi pahit atau manis


"Aduh, kopi yang biasa tuan Dareen minum kayak apa ya" Gumam Clara


"Apa aku tanya bi mira aja ya"


akhirnya Clara memutuskan untuk mencari Bi Mira di sekitaran dapur kotor.


setelah berkeliling cukup lama di sekitaran dapur kotor, akhirnya Clara menemukan Bi Mira.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Clara langsung menghampiri Bi Mira yang kebetulan sedang duduk santai dengan pembantu lainnya


"Bi Mira" Panggil Clara


"eh neng Clara, ada apa neng?" Tamy bi Mira


"Ini bi Clara mau tanya, kopi yang biasa di minum tuan Dareen seperti apa ya bi?" tanya Clara


"Oo biasanya den Dareen suka kopi yang sedikit pahit neng tapi kadang juga suka kopi yang manis neng, tapi bisa juga minta di bikinkan kopi susu cuman sangat sangat jarang" Jelas Bi Mira


"Oooo gitu ya bi, yasudah terima kasih ya bi, Clara pamit dulu permisi" Ucap Clara dengan muka bingung, dia harus membuat Dareen kopi apa sedangkan selera Dareen bisa berubah ubah.


Clara kembali melangkah menuju dapur bersih untuk mulai menyiapkan Dareen kopi, Clara memutuskan untuk membuatkan Dareen kopi yang manis.


Saat sampai di dapur bersih ternyata di sana sudah ada Dareen yang berdiri sambil memperhatikan Clara yang berjalan mendekatinya


"Dari mana saja kamu, buat kopi saja lama sekali" Ucap Dareen dengan tatapan tajam


Clara yang di tatap tajam oleh Dareen itu langsung takut dan menundukkan kepala


"JAWAB!" Ucap Dareen meninggikan suaranya


untung saja di sekitar dapur sedang sepi jadi tidak ada yang mendengar teriakkan Dareen


"I-itu Tu-Tuan tadi sa-saya ke Bi Mira sebentar " Ucap Clara jujur


"Kenapa masih harus ke Bi Mira Hah!" Ucap Dareen sedikit meninggikan suaranya


"Apa kamu masih harus bertanya tentang kopi apa yang saya suka" Tebak Dareen


Clara yang mendengar ucapan Dareen itu langsung terkejut dan semakin menundukkan kepalanya


"Kamu itu selain murahan juga bodoh ya buat kopi saja tidak bisa" Setelah mengucapkan kata kata menyakitkan tadi Dareen langsung pergi dari dapur itu dan meninggalkan Clara dengan air mata yang menetes


'Yaallah sakit sekali rasanya' Batin clara


"Loh neng Clara kenapa bengong di sini?" Tanya salah satu pembantu yang kebetulan lewat


Clara kaget dan langsung menoleh tidak lupa sebelum menoleh Clara menghapus air matanya terlebih dahulu, ya walaupun masih kelihatan dari mata sembabnya kalau dia sedang nangis


"Ngak kok bik Clara nga bengong" Ucap Clara


"Loh itu kenapa matanya bengkak? neng Clara habis nangis ya?"


Clara hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari bibi pembantu itu


"Yasudah kalau gitu bibi ke dapur dulu ya neng"


Setelah bibi tadi pergi Clara juga ikut beranjak dari dapur itu menuju kamarnya yang berada di lantai 2


Sesampainya di kamarnya tepatnya kamar tamu, Clara langsung merebahkan diri dan kembali menangis, karena tiba tiba saja dirimya teringat perkataan Dareen yang sangat menusuk hatinya


Karena terlalu lelah menangis Clara akhirnya tertidur dengan sisa air mata dan dengan mata yang sembab


***


Sedangkan Dareen sedang duduk di ruang kerjanya yang terletak di lantai 4, karena selama 5 hari ini dirinya tidak diperbolehkan bekerja oleh sang mama dan juga sang ayah dengan alasan karena dia akan segera menikah


Jadi dia menyelesaikan semua pekerjaannya di rumah saja bahkan meeting dengan klien pun harus melalui online.


setelah 2 jam lebih akhirnya Dareen menyelesaikan pekerjaannya yang memang saat ini tidak banyak.


Dareen keluar dari ruang kerja menuju kamar yang tepat berada di samping ruang kerjanya


Bisa dibilang lantai 4 adalah tempat pribadi Dareen karena di sana ada Tempat Gym yang sering Dareen pakai, Sebenarnya tempat Gym ada 2 di lantai 4 dan di lantai dasar juga ada tapi Dareen lebih sering memakai tempat gym di lantai 4 sedangkan Jevin, Pak Alex dan Bu Rani lebih sering memakai tempat Gym di lantai dasar


Di lantai 4 Juga ada Ruang santai yang jarang digunakan


Juga ada dapur mini atas, tapi Dareen sangat sangat jarang memakai dapur mini itu


dan juga di lantai 4 ada 1 kamar tamu, 1 Ruang TV, dan yang terakhir adalah Ruang Baca, ruang baca ini tepat berada di samping ruang Gym.


Back to topik


Sesampainya di kamar Dareen langsung menuju sofa lalu membuka Handphonenya


Bosan dengan Handphone Dareen beranjak menuju keluar untuk ngeGym.


Hanya setengah jam Dareen Gym dan berhenti lalu kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya, selesai membersihkan tubuh, ganti baju DLL Dareen langsung turun ke bawah untuk makan siang karena hari sudah mulai siang.


***


Sedangkan Clara masih tetap tertidur dengan nyenyak di dalam kamar dan dia melewatkan waktu makan siang.


- Sore Hari


Hari sudah mulai sore tepatnya pukul 14.30 dan Clara baru saja bangun dari tidur nyenyaknya


"Jam berapa sih" Gumam Clara sambil lalu melihat jam yang berada di dinding


"Hah! Udah sore, Berarti aku tidur lama banget ya" Ucap Clara kaget

__ADS_1


"Aduhh, Mending aku mandi dulu deh" Gumam Clara sambil lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi


selesai mandi Clara turun ke lantai dasar, saat Clara ingin menuju ke dapur kotor Clara berpapasan dengan Dareen


"Heh! Lu itu jangan sok jadi ratu di rumah ini"Ucap Dareen yang tiba tiba emosi


Clara yang mendengar teriakan Dareen itu kaget dan langsung menundukkan kepala dia


"Belom juga jadi istri KONTRAK gue lu udah SOK jadi ratu" Ucap Dareen menekan setiap kata katanya


"Inget di dalam pernikahan gue sama lo tidak ada kata bahagia, lu akan menderita lihat saja" Bisik Dareen tepat di samping telinga Clara


setelah membisikkan kata kata itu Dareen langsung pergi menuju lantai atas


sedangkan Clara hanya diam dan menahan air matanya yang sudah di ujung mata


tanpa Clara sadari sedari tadi Bu ayu sudah berada di samping Clara entah kapan dia datang


"Nak kenapa kok bengong disini" Ucap Bu ayu mengangetkan Clara


"Eh ga apa apa kok Bu" Ucap Clara yang masih menundukkan kepala karena sekali saja clara mengangkat kepala air matanya pasti akan jatuh


"Kalau ada masalah cerita sama ibu, jangan di pendam sendiri ya" Ucap Bu ayu lagi


"Iya Bu, Yasudah Clara ke dapur dulu ya Bu" Clara berusaha untuk menghindari sang ibu


Clara berlalu dari hadapan sang ibu tapi bukan untuk ke dapur melainkan ke kamarnya yang lama lebih tepatnya kamar pembantu, yang kebetulan belum ada yang menepati


Clara masuk lalu mengunci pintu dan duduk di tepi kasur.


Clara mengangkat kepala dan benar saja air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya keluar dengan sangat sangat deras


'Yaallah, kenapa sakit sekali rasanya Clara tidak kuat' Batin Clara sambil memukul mukul dada keras


Setelah lelah menangis Clara beranjak lalu pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka


Selesai mencuci muka Clara dikagetkan dengan adanya Bi Mira di depan Clara


"Neng" Sapa bi Mira


"Eh Bi Mira, ada apa Bi" Ucap Clara


"Itu neng di panggil Bu Rani, di suruh ke ruang tamu" Ucap Bi Mira


"Ada apa ya bi?" Tanya Clara


"Aduh bibi Datau neng" Ucap Bi Mira lagi


"Yasudah Bi, Clara ke sana dulu ya" pamit Clara


Clara berlalu dari hadapan Bu Mira menuju ruang tamu


***


Sesampainya di ruang tamu ternyata sudah ada Bu Rani yang duduk sambil membaca majalah


"Permisi Bu" Sapa Clara


Clara tetap memanggil Bu Rani dengan kata"Bu", sebenarnya Bu Rani sudah menyuruh Clara untuk memanggil dirinya dengan sebutan "mama" Namun Clara menolak dan Clara berjanji akan memanggil Bu Rani dengan sebutan "mama" Bila sudah menikah dengan Dareen dan Bu Rani juga menyetujui itu


"Eh Clara sini ada yang mau ibu bicarakan" Ucap Bu Rani


"iya Bu" Clara melangkah menuju kursi kosong di samping Bu Rani


"Jadi gini cla, kan kamu dan dareen sudah besok menikah dan besok kalian sudah menjadi suami istri, ibu mohon kamu bertahan ya dengan pernikahan kamu ini. ibu tahu Dareen orangnya keras tapi dia sebenarnya baik kok cla, jadi ibu harap kamu bisa menemani Dareen sampai dia tua nanti" Jelas Bu Rani


Clara hanya diam karena dia tidak tahu harus berucap apa


''Dan masalah pernikahan kontrak yang Dareen lakukan itu pasti tidak serius, karena dia melakukan itu hanya untuk menakut nakuti kita saja" Jelas Bu Rani lagi


'Gamungkin tuan Dareen bercanda Bu, bahkan Clara tidak melihat aura bercanda pada diri tuan atas pernikahan kontrak ini' Batin Clara


"Yasudah ibu hanya ingin membicarakan itu sama kamu, sekali lagi ibu Mohon dengan sangat kamu bertahan ya dengan Dareen", Ucap Bu Rani yang sudah sedikit mengeluarkan air mata


Clara yang tidak tega pun berdiri lalu memeluk Bu Rani


"Janji ya nak, bertahan sama Dareen" Ucap Bu Rani lagi


Sedangkan Clara tidak menjawab ataupun mengangguk atas permintaan Bu Rani tadi


setelah cukup lama berpelukan dan Bu Rani juga sudah sedikit tenang akhirnya Clara melepaskan pelukannya dari Bu Rani


"Clara permisi undur diri dulu ya Bu" Pamit Clara pas Bu Rani


"Iya nak"


'Apa kamu tidak bisa nak nanti mempertahankan pernikahan kamu' Batin Bu Rani sambil lalu menatap kepergian Clara


Bu Rani sangat mengerti kalau Clara ragu untuk bisa atau tidak mempertahankan pernikahannya dengan anaknya Dareen karena Clara tidak sama sekali menjawab atas permintaannya tadi


***

__ADS_1



__ADS_2