Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Berduka :(


__ADS_3

"Kondisi Bu ayu saat ini sudah tidak dapat diselamatkan lagi" Ucap dokter itu sembari menundukkan kepalanya


Semua yang berada di ruangan itu benar benar sangat shock apalagi Clara muka dia seketika menjadi pucat pasi dengan tatapan kosong


"Dok jangan bercanda dok" Ucap pak Alex


"Saya sama sekali tidak ada niatan untuk bercanda pak, saya berkata sejujurnya" Jawab dokter itu


"Dok apa memang benar benar tidak bisa diselamatkan lagi dok ibu saya?" Tanya Clara dengan suara pelan


"Maaf kami tidak bisa, kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar nyawa Bu ayu bisa terselamatkan, tapi takdir tuhan berbeda dan saya tidak bisa menentang takdir tuhan" Jelas dokter itu


"Apa boleh saya melihat ibu saya dok?" Tanya Clara


"Boleh, sus tolong antar keluarga Bu ayu ke ruang IGD" Perintah dokter itu pada suster yang sedari tadi berdiri di belakang sang dokter


"Mari saya antar ke IGD sebelum Bu ayu dipindahkan"


Semua berdiri dan berjalan pelan apalagi Clara rasanya untuk jalan saja dia tidak punya tenaga tapi dia berusaha berjalan dan mengembalikan tenaganya agar bisa bertemu sang ibu.


Sesampainya di depan IGD semua langsung masuk dan hal pertama yang dilihat oleh mereka semua adalah para suster yang membuka semua alat medis yang berada di tubuh Bu ayu


Semakin mereka mendekat semakin jelas wajah Bu ayu yang sudah pucat dan juga tubuh yang sudah tidak memiliki tenaga


Seketika Clara nangis sejadi jadinya karena dia tentu tidak menyangka bahwa dia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya di saat umur dia yang terbilang muda


Bu Rani langsung memeluk Clara agar sedikit menenangkan dia


"Sayang yang sabar ya" Bisik Bu Rani ditelinga Clara


"Kamu harus kuat, harus ikhlas harus tabah supaya ibu kamu bisa pergi dengan tenang" Bisik Bu Rani lagi


Clara semakin mengeratkan pelukannya karena dia belum sanggup melihat wajah dan tubuh sang ibu yang sudah tidak bertenaga lagi


"Sudah ya jangan nangis lagi" Ucap Bu Rani terus berusaha menenangkan Clara yang masih menangis


"Kamu gamau lihat ibu kamu untuk yang terakhir kalinya sayang?" Tanya Bu Rani


Mendengar itu Clara langsung melepas pelukannya dari tubuh Bu Rani dan beralih melihat tubuh sang ibu yang berbaring di ranjang rumah sakit dengan mata terpejam


Clara sedikit demi sedikit melangkah mendekat ke arah tubuh sang ibu


Semakin mendekat Clara semakin merasa hatinya hancur sehancur hancurnya


Clara memegang tangan sang ibu yang sudah dingin lalu duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang sang ibu


'Bu ibu kenapa ninggalin Clara secepat ini" Batin Clara

__ADS_1


'Ibu gapengen ngeliat cucu ibu' Batin Clara lagi


'Ibu kangen sama bapak ya Bu? sampai sampai ibu nyusul bapak, terus Clara disini sama siapa Bu?' Batin Clara


'Clara bahkan belum pernah cerita tentang pernikahan Clara ke ibu, tapi ibu sudah pergi lebih dulu'


"Sudah sayang jangan nangis terus, ikhlaskan ya ibu kamu pergi" Ucap Bu Rani


"Tapi mah Clara_"


"Kamu jangan berfikir tidak punya siapa siapa setelah ibu kamu pergi, kamu masih punya mama, ayah Alex, Dareen, zesya dan Jevin kira semua sayang sama Clara" Ucap Bu Rani lagi


Clara hanya tersenyum tipis


"Maaf, Bu ayu akan kamu pindahkan ke kamar mayat sebelum Bu ayu kami antarkan ke rumah bapak dan ibu" Ucap suster yang tiba tiba ada di antara mereka


"Ayo sayang kita pulang dulu yuk, kita tunggu ibu kamu dirumah yuk" Ajak Bu Rani


"Clara disini aja mah, Clara mau sama ibu"


"Sayang jangan gitu ya, kamu juga harus istirahat kasian tubuh kamu, yuk pulang dulu yuk, kita tunggu Bu ayu dirumah" Ajak Bu Rani lagi


Clara akhirnya menurut dia dan yang lainnya keluar dari IGD dan berjalan menuju parkiran sedangkan bu ayu dibawa ke kamar mayat sebelum nanti diantar ke rumah Aditama


Selama perjalanan pulang Clara selalu melamun tatapan dia juga kosong dan dia selalu melihat ke jalanan yang begitu ramai


Penampilan Clara jauh dari kata rapih semua berantakan dan acak acakan


***


Kurang lebih 20 Menit Clara dan yang lainnya sampai di kediaman Aditama


Semua turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah


"Lohh, kakak ipar kenapa? kok matanya sembab?" Tanya zesya


"Duduk dulu yuk biar enak bicaranya"


Semua duduk di kursi ruang tamu kecuali Dareen karena dia pamit ingin ke kamarnya.


"Mah Bu ayu baik baik aja kan mah?" Tanya zesya


"Bu ayu sudah gaada nak" Ucap Bu Rani


Mendengar itu seketika air mata Clara mengalir dengan deras kembali


sedangkan zesya dan Jevin mereka masih bingung dan berusaha untuk berfikir positif

__ADS_1


"Mah gaada gimana? jangan buat zesya berfikir yang macem macem"


"Bu ayu sudah meninggal nyawanya tidak tertolong lagi" Ucap Bu Rani lagi


Seketika zesya dan Jevin syok mereka tidak dapat berkata apapun lagi


Ruang tamu itu seketika dipenuhi dengan usang tangis dari zesya dan Clara sedangkan Bu Rani pak Alex dan jevin berusaha menenangkan kedua perempuan itu


"Terus kapan Bu ayu di bawa kerumah?" Tanya zesya lagi setelah tangisannya mereda


"Belum tahu sayang kita tunggu kabar dari rumah sakit dulu kapan akan di antar ke rumah" Jawab Bu Rani


"Nak Clara mending istirahat dulu ya kamu kelihatan capek banget" Ucap Bu Rani pada Clara


"Clara ke ruang TV aja mah" Ucap Clara


"Yasudah boleh"


Clara berjalan gotai menuju ruang TV dia tidak ke kamar karena untuk naik keatas aja dia rasanya tidak sanggup walaupun ada lift


Sesampainya di ruang TV Clara menyalakan TV dan mencari tontonan yang cocok untuk dia sembari duduk di sofa


Clara melihat acara TV kesukaannya dengan tatapan kosong tidak seperti biasanya yang penuh dengan rasa gembira dan semangat


"Kakak ipar" Panggil seseorang yang tak lain adalah zesya


Clara langsung menoleh ke arah pintu ruang TV "Iya ada apa Zes?"


"Kakak ipar yang sabar ya" Ucap zesya sambil lalu berjalan ke arah Clara lalu memeluknya


"Iya terima kasih ya Zes" Jawab Clara sambil membalas pelukan zesya


"BTW kakak jangan kayak gini terus ya, kasian baby kakak, kakak boleh berduka tapi jangan terus terusan berduka ya kak" Ucap zesya


"Iya Zes, kakak akan usahakan" Ucap Clara sambil tersenyum


"Yasudah kalau gitu zesya permisi dulu ya kak, kakak gapapa kan zesya tinggal atau mau zesya temenin di sini?" Tanya zesya


"Gapapa Zes aku juga mau sendiri dulu"


"Yasudah baik baik ya kak"


"Iyaa"


Zesya pergi dari ruang TV dan menyisakan Clara di ruang TV itu sendirian


***

__ADS_1


__ADS_2