
Malam Hari
Seperti janji tadi pagi kali ini Dareen dan Clara sudah berada di balkon lantai 4, mereka duduk di kursi saling berhadapan.
"Jadi, dimana citra?" Tanya Clara to the Point
Dareen langsung menatap Clara sendu, sedangkan Clara menatap dareen dingin
"Citra pergi" Jawab Dareen sambil menundukkan kepalanya
"Hah!?" Ucap Clara sedikit meninggikan suaranya
"Pergi kemana, kok bisa anda apakah citr" Tanya Clara
"Bukan saya yang membuat citra pergi, Tapi citra sendiri yang ingin pergi dari saya dan memutuskan hubungan kita di tengah jalan" Ucap Dareen sendu
"Di tengah jalan maksudnya?" Tanya Clara bingung
"Jadi saya dan citra sudah melangsungkan pertunangan walaupun tanpa restu dari orang tua saya, dan kita sudah merencanakan pernikahan kita tapi citra malah membatalkan begitu saja saat semua sudah siap" Ucap Dareen
"Pasti ada alasannya citra membatalkan rencana pernikahan kalian" Ucap Clara
"Memang ada alasannya" Ucap Dareen
"Apa alasannya?" Tanya Clara
Flashback on
- 1 Tahun setelah Clara pergi
Pagi hari sekali Dareen terbangun karena ada suara bayi yang membangunkannya
Oekk Oekkk Oekkk
Dareen langsung beranjak dan berjalan menuju box bayi, Dareen mengambil bayi itu dan menggendongnya
"Kenapa nangis nak?" Ucap Dareen pada sang anaknya yang tak lain adalah Davka
Bukannya berhenti tangisan Davka malah semakin keras
"Kamu haus ya, sebentar ya Daddy bikinin susu dulu" Dareen turun kebawah sambil membawa Davka yang menangis di gendongannya
Sesampainya di dapur Dareen langsung membuat susu untuk sang anak. setelah selesai langsung lah Dareen memberikannya pada sang anak
Dan seketika Davka langsung berhenti nangis
__ADS_1
"Bi tolong mandikan Davka ya bi, saya mau siap siap ke kantor" Ucap Dareen pada Bi Nina
"Siap tuan" Ucap Bi Nina mengambil Davka dari dareen
Dareen berjalan menuju kamarnya untuk siap siap ke kantor, selama Dareen di kantor Davka di titipkan ke Omanya-Bu Rani, saat Dareen pulang barulah Davka di jemput oleh Dareen dari rumah orang tuanya.
Kali ini Dareen sudah berada di kantornya, kantor dia nomor 1. Saat sedang serius menandatangani berkas tiba tiba pintu ruangan Dareen terbuka
"Halooo sayangg" Ucap Tunangan Dareen yang tak lain adalah Citra
"Halooo, tumben kesini pagi pagi?" Tanya Dareen dengan mata yang masih fokus pada berkas di hadapannya
"Ihhh sayang kok aku dicuekin sih" Ucap citra langsung duduk di pangkuan Dareen
"Iya iya maaf, ada apa hm?" Tanya Dareen lagi dengan mata yang fokus pada citra bukan pada berkas lagi
"Aku mau minta uang dong, ada tas baru bagus banget" Ucap citra
"Sayang aku baru 2 hari loo ngasi kamu uang dengan jumlah yang tidak sedikit, ini kenapa minta lagi sih" Ucap Dareen
"Kamu gamau ngasi ya, ga sayang banget sih kamu sama aku" Ucap citra dengan nada marah
"Bukan gasayang tapi kamu harus belajar hemat sayang, Karena uangaku itu bisa habis Lo lama lama kalau kamu belanjakan terus" Ucap Dareen berusaha memberi pengertian pada citra
"Ah kamu gasayang sama aku, aku mau batalin aja pernikahan kita kalau gitu" Ucap citra tiba tiba
"Sayang jangan bercanda, masa kamu batalin gitu aja hanya karena aku ga ngasih kamu uang" Ucap Dareen
"Bodo amat, yang jelas aku udah ga sayang sama kamu, kamu udah ga kayak dulu lagi sekarang kamu jadi pelit dan selalu gaada waktu buat aku, semua waktu kamu terhabiskan oleh anak sialan itu " Ucap citra dengan wajah sinis
Dareen tentu sangat emosi mendengar perkataan Citra tadi, Dareen langsung menurunkan tubuh citra dari pangkuannya dengan kasar
"Anda jangan asal ngomong, dan anda bilang saya pelit, lalu apa selama ini saya selalu memberikan anda uang untuk kebutuhan anda bahkan bisa sampai bermilyar milyar, saya cuma meminta anda untuk berhemat sedikit tapi anda malah mengatai saya pelit, dan untuk waktu saya memang selalu menghabiskan waktu saya dengan anak saya karena dia butuh saya, jadi anda bisa tolong mengerti kondisi saya sedikit saja" Ucap Dareen
"Gamau saya tetap akan membatalkan pernikahan kita, kecuali anda memberikan saya uang yang saya minta sekarang juga, dan menghabiskan waktu anda lebih banyak dengan saya bukan dengan anak sialan anda itu" Ucap citra dengan tatapan meremehkan
"Oke_" Dareen menjeda perkataannya sebentar
'Hahaha pasti dia milih gue, bodoh banget sih jadi cowok' Batin citra
"Oke saya akan membatalkan pernikahan kita, dan anda bisa pergi dari sini sebelum saya bersikap kasar pada anda" Ucap Dareen emosi
Citra tentu terkejut mendengar ucapan Dareen, ucapan Dareen tadi bukanlah ucapan yang citra inginkan
"Oke, saya pergi tapi awas anda menyesal telah meninggalkan saya" Ucap cita masih terus meremehkan Dareen
"Saya tidak akan pernah menyesal, dan bukan saya yang meninggalkan anda melainkan anda yang pergi dengan sendirinya karena ucapan anda" Ucap Dareen
"Silahkan keluar" Ucap Dareen lagi
__ADS_1
Citra langsung keluar dari ruangan Dareen
Flashback off
"Jadi seperti itu" Ucap Dareen menyelesaikan ceritanya
Clara hanya menganggukkan kepala
"Saya boleh tanya satu hal lagi?" Tanya Clara pada Dareen
"Boleh silahkan" Ucap Dareen
"Anda kenapa bisa tinggal di rumah ini, terus rumah anda sendiri gimana?" Tanya Clara
"Saya tinggal di sini karena saya kesepian di rumah saya sendiri, dan kebetulan mama saya mempersilahkan, jadi dari Davka umur 2 tahun saya sudah tinggal di sini" Jelas Dareen
"Oooo gitu" Ucap Clara
"Oh ya, jadi citra sekarang dimana?" Tany Clara
"Saya tidak tahu, dan tidak mau tahu dimana wanita matre itu berada" Ucap Dareen emosi
Clara yang mengetahui bahwa Dareen sedang dalam keadaan emosi berusaha mengalihkan pembicaraan
"Satu lagi deh ada yang masih ingin saya tanyakan" Ucap Clara
Dareen terkekeh pelan lalu mengangguk
"Saya gapapa kan kalau nginap dan selalu berada disini?" Tanya Clara
"ya tidak papa lah, memang kenapa kok sampai tidak memperbolehkan kamu selalu disini" Ucap Dareen
"Saya cuma berjaga jaga aja takutnya nanti pasangan tuan Dateng tiba tiba dan melihat saya, saya hanya menghindari kesalah pahaman aja" Ucap Clara
"Tidak, saya masih belum memiliki pasangan, karena saya masih menginginkan orang di masa lalu saya" Ucap Dareen sambil menatap Clara dengan tatapan penuh harap
"Tuan jangan terlalu mengharapkan yang sudah berlalu, tuan harus berusaha melupakan dan memulai dengan yang baru, karena orang di masa lalu belum tentu mau kembali dengan tuan" Ucap Clara santai
Dareen hanya menunduk entah mengapa dia merasa bahwa Clara tidak akan mau kembali padanya, padahal saat ini Dareen Sangat berharap Clara mau kembali padanya dan memulai semuanya dari awal
"Tuan saya masuk dulu ya, sudah malam udaranya juga udah dingin " Ucap Clara
"Iya boleh, saya masih mau disini" Ucap Dareen
"Baik tuan saya permisi" Clara langsung berlalu meninggalkan Dareen yang termenung
'Gapapa aku harus berjuang untuk mendapatkan nya kembali, berhasil atau tidaknya itu terserah pada takdir" Batin Dareen sambil ikut berdiri meninggalkan balkon lantai 4
☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎☃︎
__ADS_1