Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Masih Belum Bisa menerima


__ADS_3

Saat ini Bu Rani dan pak Alex sudah berada di rumah Dareen mereka sedang duduk di ruang tamu.


Tak lama Dareen turun dengan seorang bayi di tangannya yang tak lain adalah anaknya


"Loh Dar, itu anak siapa?" tany Bu Rani saat melihat Dareen mengendong seorang bayi baru lahir


"Tapi dia kayak mirip Clara ya"Ucap pak Alex


"iya pak, dia anak aku dan Clara" ucap Dareen


"Waahhh kapan lahirannya? kok mama gadikabari?" Tanya Bu Rani


"Clara melahirkan sendiri" ucap Dareen


"Kok bisa? sekarang Clara dimana?" Tanya pak Alex


"Sekarang Clara pergi sesuai dengan perjanjian yang sudah kita berdua tanda tangani, bahwa Clara akan pergi dari hidup Dareen dan menyerahkan anak ini pada Dareen" Jelas Dareen


"Dia masih begitu kecil Dareen, dia masih butuh ibunya dia butuh asi dia butuh kasih sayang seorang ibu, apa kamu gamikir kesitu saat kamu membuat surat perjanjian itu?" Ujar Bu Rani


"Tapi Clara memberikan asi kok mah cukup banyak" Ucap Dareen


"Berapa botol?" Tany Bu Rani


"3 botol besar" Jawab Dareen


"Itu tetap tidak cukup Dareen, karena anak kamu saat ini masih sepenuhnya membutuhkan asi, bisa jadi tiga botol itu tidak cukup untuk dua tahun kedepan" Ucap Bu Rani mulai menaikkan nada bicaranya


Dareen hanya menunduk memandang sang anak yang sedang tertidur di dalam dekapannya


"Mama gahabis pikir lo dar sama jalan pikiran kamu itu, seharusnya kamu pikir dulu dengan matang sebelum kamu membuat surat perjanjian itu, minimal lah Clara bertahan selama dua tahun untuk memberikan asi dan kasih sayang seorang ibu, bukan pas baru lahir udah kamu pisah dari ibunya, walaupun ada susu formula itu juga belum tentu baik untuk anak kamu Dareen" Jelas Bu Rani panjang lebar dengan penuh emosi


"Sudah mah sabar jangan emosi, jaga emosi mama" Ucap pak Alex berusaha menangkan sang istri


"Gabisa yah, anak laki laki kita sudah sangat keterlaluan padahal dulu mama gapernah sama sekali ngajarin dia buat nyakitin perempuan" Ucap Bu Rani

__ADS_1


"Dareen minta maaf mah" Ucap Dareen


"Minta maaf buat apa Dareen? emang maaf kamu bisa menghapus semua kesalahan kamu hah!?, ni ya mama Kulik lagi kesalahan yang secara langsung mama lihat, pertama kamu selingkuh secara terang terangan di depan istri sah kamu yang saat itu masih mengandung anak kamu dan saat ini anak itu ada di gendongan kamu, kedua kamu membiarkan dia melahirkan sendiri tau gak Dar melahirkan sendiri itu sangat tidak enak Dareen, untuk ketiga, keempat dan seterusnya mama tidak tahu hanya kamu yang tahu apa saja kesalahan kamu pada Clara selama ini" Ucap Bu Rani panjang lebar sambil meneteskan air mata


"Sudah mah, liat tuh cucu kita Sampek bangun melihat neneknya marah marah" Ucap pak Alex


Bu Rani menatap bayi yang di gendongan Dareen itu dengan tatapan kasihan


"Sini sayang sama Oma, ini Oma kamu loo" Bu Rani mengambil cucunya dari gendongan Dareen


"Ihhh kamu mirip Clara banget sih"Ucap Bu Rani


Seolah olah mengerti ucapan Bu Rani bayi itu tertawa dan itu membuat dua semakin lucu dan menggemaskan


"Dia laki laki apa perempuan?" Tanya Bu Rani


"Laki laki mah" Jawab Dareen


"Sudah ada nama?" Tany pak Alex


"Belum yah, cuma Dareen udah ada beberapa nama, tapi Dareen masih ragu dengan nama yang Dareen siapkan Dareen akan pikir lagi" Jelas Dareen


"Sudah mah" Ucap pak Alex


"ayah urus tuh anak ayah, mama mau main sama cucu mama" Bu Rani berlalu menuju kamar tamu tempat tidur Clara selama dia menikah dengan Dareen


***


Sedangkan di ruang tamu Dareen selalu memikirkan setiap kata kata yang sang mama ucapkan


"Sudah boy jangan terlalu dipikirkan, yang penting kelak kamu jangan seperti itu lagi ya, mau melajukan apapun itu harus dipikir dengan matang terlebih dahulu" Ucap pak Alex


"Iya yah, Dareen memang salah" Ucap Dareen sendu


"Hubungan kamu dengan perempuan selingkuhan kamu itu gimana?" Tanya pak Alex

__ADS_1


Mendengar itu Dareen langsung menatap sang ayah dengan tatapan yang sangat susah diartikan


"Dia bukan selingkuhan ayah" Ucap Dareen berusaha membela citra


"Dar kamu itu selingkuh dari Clara dan kamu harus mengakui itu ,Clara sampai pergi seperti ini pasti salah satu penyebabnya karena kamu selingkuh, mungkin kalau kamu tidak selingkuh Clara masih bisa bertahan, tapi karena kamu selingkuh apalagi katanya selingkuhan kamu itu sahabat dia sendiri" Jelas pak Alex


"Ayah tekankan sekali lagi jika hubungan itu bersalah dari perselingkuhan bisa saja hubungan itu tidak akan bertahan lama" Ucap pak Alex


"Sudahlah yah gausah bicara sama dia, PERCUMA!" Ucap Bu Rani tiba tiba dari arah belakang


"Mah gaboleh gitu dia masih anak kamu" Ucap pak Alex


"Mama udah terlanjur kecewa sama dia pah, mama sebagai perempuan aja merasakan sakit di hati mama walaupun sakitnya itu tidak sesakit hati Clara" Ucap Bu Rani melirik Dareen tajam


"Mah Dareen minta maaf, Dareen tau Dareen salah, Dareen juga tidak ingin seperti ini mah" Ucap Dareen berusaha membela diri


"Kalau kamu tidak ingin seperti ini, kamu ingin seperti apa Dareen? mama dulu menjodohkan kamu dengan Clara itu karena mama yakin Clara adalah wanita yang pas untuk kamu, tapi ternyata mama salah bukan Clara yang tidak pas bagi kamu tapi kamulah yang tidak pantas bagi Clara ternyata" Ucap Bu Rani


Mendengar semua ucapan sang mama membuat hati Dareen sangat sakit rasanya ada banyak sekali pusat tajam yang sedang menyayat nyayat hatinya


"Ingat Dareen mama belum bisa merima ini semua, mama belum bisa merima jika Clara pergi dan mungkin susah bagi mama menerima kondisi kamu yang sekarang, tapi tenang saja mama akan berusaha merawat cucu mama" Ucap Bu Rani lagi


"Udah yuk yah kita pulang, mama butuh menenangkan diri dan pikiran mama" Ujar Bu Rani


"Iya ayok"


"Ayah sama mama pamit ya boy, jaga diri baik baik, jaga anak kamu baik baik" Ucap pak Alex


"Iya yah Dareen usahakan" Jawab Dareen seadanya


"Udahlah yah ayok cepetan" Ajak Bu Rani memaksa


Pak Alex hanya mengangguk lalu pergi keluar dari rumah Dareen


Setelah Bu Rani dan pak alex pergi lagi lagi Dareen memikirkan kata kata yang keluar dari lisan sang ayah dan sang mama

__ADS_1


'Dareen akan berusaha memperbaiki kesalahan Dareen' Batin Dareen


****


__ADS_2