
Pagi hari sekitar pukul 07.00 rumah Dareen dihebohkan dengan hilangnya Clara, semua pekerja panik dan berusaha mencari Clara di sekitar rumah
Dareen yang sedang berada di kamarnya pun ikut turun karena mendengar suara kegaduhan di luar
"Bi, ini kenapa semua pada panik?" Tanya Dareen pada Bi Nina yang menampilkan wajah paniknya
"I-itu Tuan non Clara hi-hilang" Jawab Bi Nina gugup
Mendengar jawaban Bi Nina itu membuat Dareen kaget dan syok
"Sejak kapan dia menghilang?" Tanya Dareen
"Bibi tidak tahu tuan, tadi pas bibi ke kamar non Clara, Non Clara sudah tidak ada tuan, baju bajunya juga sudah tidak ada" Jawab Bi Nina
"Sudah cek CCTV?" Tanya Dareen lagi
"Kata pak satpam CCTV sedang rusak tuan mulai dari kemarin semua CCTV rusak"
Mendengar itu Dareen menjadi sangat marah, dia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, entah mengapa hati Dareen tidak terima bila Clara pergi begitu saja
"Bibi panggilkan penjaga malam yang berjaga semalam, S-E-K-A-R-A-N-G!" Ucap Dareen penuh amarah
"Ba-Baik Tu-Tuan" Bi Nina langsung berlalu dari hadapan Dareen menuju tempat keamanan
Tak lama Bi Nina kembali dengan seorang pria yang sudah sedikit paru baya dibelakangnya
"Maaf tuan ini bapak keamanan yang berjaga semalam" Ucap Bi Nina
Dareen langsung menoleh dan menatap bapak keamanan itu dengan tatapan mengintimidasi
"Bapak kenapa bisa tidak mengetahui jika Clara pergi"Ucap Dareen
"Saya semalam sempat kebelet buang air kecil tuan, dan saya tidak tahu bahwa CCTV rumah ini sedang rusak semua"
Dareen menghela nafas berat
"Terus kalau gini bagaimana? istri saya hilang "Tanya Dareen panik
Bapak keamanan itu takut dan panik karena dia tahu tuannya saat ini sedang emosi
"Saya kasi bapak kesempatan sekali lagi untuk bekerja disini, karena ini bukan menjadi kesalahan bapak sepenuhnya" Ucap Dareen berbaik hati
__ADS_1
"Terima kasih tuan, terima kasih banyaakk"
"Hm" Dareen langsung berdiri dan berjalan menuju lantai atas
***
Sesampainya di lantai 2 Dareen berjalan menuju sofa dekat tangga, Dareen duduk dan mengeluarkan HPnya
Setelah itu Dareen mendekat ikon telpon dan mencari nomor sang mama, karena Dareen pikir Clara pergi ke rumah sang mama
"Halo Dar tumben nelpon, ada apa?"
"Ini mah Dareen mau tanya, Clara ada di rumah mama?"
"Loh gaada, memangnya kenapa? Clara udah lama gakesini"
"Clara tiba tiba hilang mah"
"Hah! Yang bener kamu Dar?!"
"Iya mah"
Tut Tut Tut
Bu Rani langsung mematikan terlfonnya sepihak, terdengar suara Bu Rani sangat panik dan khawatir
Kurang lebih setengah jam Bu Rani dan pak Alex sudah sampai di kediaman dareen, Bu Rani dan pak alex langsung turun dan masuk ke dalam
"DAREENNN!" teriak Bu Rani dari tangga
"DAREENNN"
"Iya mah, jangan teriak teriak gitu Dareen denger kok" Ucap Dareen sembari menuruni tangga
"Kok bisa menantu mama hilang, Hah!?" Tany Bu Rani dengan nada marah
"Dareen juga gatau mah" Ucap Dareen
"Kok bisa gatau sih Dar, kamu inikan suaminya masa dia keluar rumah kamu gatau" Ucap Bu Rani
"Kapan Clara hilang?" Tany Bu Rani
__ADS_1
"Menurut pembantu Clara pergi malem tadi mah" Jawab Dareen
"Kamu kok bisa gatau sih istri kamu pergi? emang kamu gadenger dia buka pintu kamar ataupun membereskan baju" Ucap Bu Rani
"Gini mah, kan Clara udah bilang Dareen dan Clara itu cuma nikah kontrak, jadi kita itu tidur terpisah gatidur satu kamar" Jawab Dareen jujur
"Berarti selama ini kalian bersandiwara hah?"
"Iya Dareen menyuruh dia bersandiwara bila di depan keluarga" Jawab Dareen lagi
"KETERLALUAN KAMU DAREEN, PLAK" pak Alex menampar pipi Dareen dengan keras
"Ayah gapernah sama sekali mengerjakan kamu seperti itu dareen, walaupun kamu nikah cuma karena terpaksa, ya setidaknya kamu hargai dong Clara sebagai istri kamu" Ucap pak Alex penuh emosi
"Gabisa pah, Dareen gabisa " Ucap Dareen santai
"Terserah kamu lah Dar, mama capek sama kamu, kamu kayak gapernah mikirin Clara dia itu lagi hamil DAREEN jangan buat dia semakin tertekan dengan sikap kamu yang seperti ini, kamu itu banyak sekali salahnya ke Clara apalagi sampai kamu selingkuh di depan mata dia sendiri, Clara itu perempuan Dareen dia memiliki perasaan sakit walaupun dia tidak cinta sama kamu" Oceh Bu Rani
"Mama tekankan ya Dareen, bila nanti kontrak kalian habis dan Clara pergi dari kamu jangan ada kata menyesal yang keluar dari mulut ataupun diri kamu" Ucap Bu Rani lagi
"Gabakalan Dareen menyesal" Ucap Dareen santai
"Oke kalau itu mau kamu mama pergi dari sini, terserah kamu sudah mau mencari Clara atau tidak, jika kamu masih butuh dia kamu cari jika memang sudah tidak butuh mending jangan, mama gamau bantuin kamu mama mau cari sendiri menantu mama sampai ketemu" Ucap Bu Rani sambil lalu langsung pergi dari rumah dareen
"Ingat Dareen, Clara itu perempuan sama seperti mama kamu" Ucap pak Alex Sebelum dia pergi menyusul sang istri
Setelah orang tuanya pergi Dareen melamun di tempat, dia mengingat semua perkataan sang mama
Ada sedikit rasa takut bila Clara pergi dan tidak memaafkan dia
***
Sedangkan di tempat lain saat ini Clara sedang memasak makanan untuk dia sarapan
Clara merasa sangat nyaman bila tinggal sendirian tanpa adanya sang suami
"Sayang beberapa hari lagi kamu pasti tidak akan ketemu bunda lagi, kamu akan sama papa kamu nak" Ucap Clara pada perutnya yang sudah sangat buncit
"Tapi kamu tenang aja ya nanti kapan kapan bunda akan menemui kamu kok, dan bunda gatau saat bunda menemui kamu apakah kamu kenal bunda sebagai bunda kandung kamu atau kamu sudah bahagia dengan bunda baru dan papa kamu kelak" Ucap Clara lagi
***
__ADS_1