
Siang hari
Hari sudah masuk siang semua orang yang berada di rumah Aditama masih menunggu kedatangan jasad Bu ayu
Semua pekerja di rumah Aditama sudah tahu bahwa Bu ayu sudah tak bernyawa lagi
Tentu semua syok dan tidak percaya tapi mau gimana lagi mereka hanya bisa mendoakan dan tentu mereka semua bersedih.
Pihak rumah sakit sudah mengabarkan Bu Rani bahwa jasad Bu ayu akan diantarkan siang ini tapi di jam yang tidak ditentukan
Setelah cukup lama menunggu akhirnya suara ambulans sudah berbunyi nyaring di halaman rumah Aditama
Seketika semua mengeluarkan air mata apalagi Clara dia hanya bisa melamun melihat mobil ambulans yang terparkir di halaman rumah Aditama
Rasanya Clara sudah tidak kuat untuk mengeluarkan air mata lagi sehingga dia hanya melamun dengan wajah yang pucat
Jasad Bu ayu di keluarkan dari mobil lalu diangkat masuk kedalam rumah
Setelah ambulans pulang semua orang yang berada di rumah itu membaca surat Yasin dan mendoakan Bu ayu
"Sayang kalau kamu ngerasa gaenak di badan kamu, kamu bilang ya" Bisik Bu Rani saat melihat wajah Clara super pucat
Clara hanya tersenyum
'Yaallah ternyata ini bukan mimpi' Batin Clara
Clara begitu sangat terpukul karena dia harus kehilangan dua orang sekaligus
***
Saat ini Bu ayu akan segera dimandikan tetangga, teman dan sahabat semua berkumpul di rumah Aditama
Dia rumah itu tidak ada awak media karena berita ini hanya diketahui oleh tetangga terdekat dan teman terdekat saja orang selain itu tidak ada yang tahu
"Sayang usahakan air matanya jangan sampai menetes ya"Ucap Bu Rani
"Iya mah"
Clara, Bu Rani, zesya dan perempuan lainnya ikut memandikan jasad Bu ayu
__ADS_1
Seusai dimandikan jasad Bu ayu segera di kafani, sebelum dikafani Clara terus melihat wajah sang ibu untuk terakhir kalinya kebelum semuanya tertutup oleh kain putih
Lagi lagi Clara tak bisa menahan air matanya
Mau sekeras apapun Clara menahan air matanya pasti akan jatuh juga
"Kita kafani ya nak ibu kamu" Ucap Bu Rani sembari mengelus bahu Clara
Clara mengangguk
Akhirnya sedikit demi sedikit tubuh Bu ayu sudah tertutup oleh kain putih yang tak lain adalah kain kafan
Saat akan menutup wajah Bu ayu dengan kain kafan Clara kembali meneteskan air matanya.
Selesai dengan pemasangan kain kafan jasad Bu ayu akan segera dikuburkan di kuburan yang memang cukup jauh dari rumah Aditama
Bu ayu tidak dikuburkan di kuburan yang sama dengan sang suami karena sang suami ada di desa dan sangat tidak memungkinkan jasad Bu ayu di bawa ke desa karena desa tempat sang suami dikuburkan cukup bahkan sangat jauh dari kota
jadilah Bu ayu dikuburkan di tempat yang menurut Clara bagus dan indah
Prosesi penguburan berjalan dengan lancar walaupun dengan sembunyi sembunyi karena keluarga Aditama tidak mau sampai ada orang lain yang mengetahuinya
Selesai proses pemakaman dan berdoa semua balik ke rumah begitupun dengan Clara
Clara sempat tidak ingin beranjak tapi karena sebuah pengertian dari Bu Rani akhirnya Clara mau beranjak dari tempat peristirahatan terakhir sang ibu
***
Clara tentu masih mengingat bayang bayang sang ibu di rumah itu walaupun hanya sebentar tapi itu sangat membekas.
"Mah Clara ke kamar ibu dulu ya, Cakra mau melepas kangen sama ibu"
"Iya sayang, tapi jangan lama lama ya karena sebentar lagi kita akan makan siang" Ucap bu Rani
"Iya mah"
Clara berjalan menuju kamar sang ibu yang belum dibereskan jadi bau khas Bu ayu masih melekat di kamar itu
Baru saja masuk Clara mengingat saat Bu ayu sakit dan berbaring lemas di kasur yang bahkan sekarang sudah kosong
Clara terus berjalan sampai dia berada di samping ranjang sang ibu
Clara duduk dan melihat lihat sekeliling
__ADS_1
'Clara ikhlas kalau memang ini sudah takdir ibu dan clara' Batin Clara
'Tapi Clara belum nyangka ibu pergi sebelum Clara bisa membanggakan ibu'
"Ibu tau ngga saat nanti anak Clara lahir Clara gaakan punya siapa siapa lagi karena pasti Clara akan meninggalkan keluarga aditama" Gumam Clara sendirian
"Clara juga gatau nanti clara harus gimana kalau Clara gapunya siapa siapa, Clara kangen ibu" Gumam Clara sembari meneteskan air matanya
"Mulai hari ini Clara udah gabisa liat ibu secara langsung lagi, Clara hanya bisa liat foto ibu"
"Clara pikir tadi Clara hanya mimpi buruk tapi ternyata Clara gamimpi sama sekali ibu benar benar pergi ke sisi Allah, Clara berdoa semoga ibu bahagia dan semoga ibu bisa bertemu bapak"
"Clara takut Bu" Gumam clara sambil terus mengeluarkan air matanya
Setelah cukup lama di kamar sang ibu Clara keluar karena dia semaki sedih bila terus berada di kamar sang ibu
"Nak Clara ayo makan dulu, baru aja ibu mau panggil kamu tapi kamu udah di sini" Ucap Bu Rani saat tak sengaja bertemu dengan Clara di tangga
"Iya mah"
Clara berjalan menuju meja makan dan ternyata di sana sudah ada pak Alex, Dareen, zesya dan Jevin
Clara duduk di kursi samping Dareen tak lupa mengambil lauk pauk yang dia inginkan setelah itu makan siang dimulai dengan tenang
walaupun kekurangan satu anggota tapi mereka berusaha untuk tetap makan seperti biasa
Selesai makan siang Clara sudah kembali bertenaga dan dia berjalan kembali ke alamat sang ibu
Saat akan membuka pintu Clara dikagetkan dengan suara Bu Rani
"Sayang kamu istirahat yuk, kasian baby kamu, nanti setelah istirahat kamu bisa ke kamar Bu ayu lagi, nanti ibu akan bilang ke pembantu untuk tidak membersihkan kamar Bu ayu terlebih dahulu agar kamu bisa melepas rindu lewat kamar ini" Ucap bu Rani
"Tapi ma Clara masih_"
"Sudah sayang istirahat dulu ya, nanti kamu bisa kembali lagi minimal kamu merebahkan diri dulu deh, karena mama lihat kamu ga tiduran sama sekali"
"Yasudah mah, Clara ke kamar dulu ya" Ucap Clara
"Iya sayang"
Clara berlalu dari depan kamar Bu ayu menuju lift
sedangkan Bu Rani menatap cakar dengan tatapan sendu
__ADS_1
"Kasihan kamu sayang" Ucap Bu Rani sebelum akhirnya ikut beranjak dari depan kamar Bu ayu
***