Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Memberitahu Clara.


__ADS_3


......................


...- 2 Minggu Setelah Dareen...


...Menerima Perjodohan...


- Pagi Hari


Pagi hari ini tepatnya pukul 07.30 Clara dipanggil oleh Bu Rani di suruh untuk ke ruang santai lantai 1


setelah sampai di sana ternyata sudah ada Pak Alex dan Bu Rani.


Yang dimana hari ini rencananya Bu Rani akan memberitahu clara masalah perjodohan yang dia lakukan kepada Clara dan Dareen


"Sini Cla ada mau ibu bicarakan sama kamu" Ucap Bu Rani


"I-Iya Bu" Ucap Clara gugup


Clara berjalan lalu duduk di kursi samping Bu Rani


'Aduhh, aku ada salah apa gimana ya?' Batin Clara


"Jangan tegang gitu cla, ibu ga bakalan pecat kamu kok" Ucap Bu Rani


Clara tersenyum lega karena Dia di panggil bukan karena berbuat kesalahan


"Jadi saya panggil kamu kesini untuk membicarakan sesuatu yang menurut saya penting sekali"


Clara hanya mendengarkan tanpa menjawab ucapan Bu Rani


"Jadi gini saya ada rencana menjodohkan anak saya Dareen kepada seorang perempuan" Ucap Bu Rani


Clara seketika bingung kenapa majikannya membicarakan hal ini kepadanya dan apa urusannya juga dengan dirinya yang notabennya hanya pembantu.


namun Clara tidak menjawab hanya menampilkan muka bingung dan bertanya tanya


"Nah, Kamu bingung kan pasti kenapa saya memanggil kamu untuk urusan seperti ini" Ucap Bu Rani mengerti jika Clara bingung dengan ucapannya


Clara menganggukkan kepala tanda bahwa dirinya memang bingung


"nah jadi Kenapa saya memanggil kamu kesini, karena perempuan yang mau saya jodohkan dengan anak saya Dareen itu adalah kamu" Ucap Bu Rani to the Point


Clara yang mendengar itu tentunya kaget sampai dan reflek memandang Bu rani


'Kenapa harus aku yang di jodohin sama tuan Dareen' Batin Clara


"Ta-Tapi Bu saya kan hanya orang biasa apalagi saya hanya pembantu di sini, beda jauh dengan keluarga ibu" Ucap Clara memberanikan diri untuk menentang

__ADS_1


"Kalau masalah itu ibu dan suami begitupun keluarga tidak mempermasalahkan mau kamu orang biasa, pembantu itu gaada masalah sama sekali untuk keluarga saya, yang terpenting kamu itu yang saya lihat baik, cantik, lembut juga orangnya" Jelas Bu Rani


Clara hanya bisa diam mencerna ucapan Bu Rani itu.


"Jadi kamu mau ya menjadi pendamping hidup anak saya" Ucap Bu Rani lagi sedikit memaksa


"Ta-Tapi Bu kalau tuan Dareen tidak menerima bagaimana?" Tanya Clara lagi


Clara berharap bahwa Dareen tidak menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya ini.


"Untuk Dareen dia sudah menerima perjodohan ini" Ucap Bu Rani


Clara sedikit kaget, karena jawaban majikannya tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan tadi.


Clara tetap diam karena dia bingung harus bagaimana lagi.


Setelah sekitar 2 Menit tidak ada yang bersuara akhirnya pak Alex angkat bicara


"Ya sudah Clara kamu bisa pikir pikir dulu, mau di terima atau tidak perjodohan ini, tapi saya harap kamu menerimanya" Jelas pak Alex


Clara semakin bingung karena sepertinya keluarga majikannya ini sangat berharap pada dirinya untuk mau menikah dengan anaknya Dareen.


"Iya, pak saya pikir pikir dulu Gimana baiknya untuk saya dan keluarga bapak" Ucap Clara


"Yasudah saya beri waktu kamu 5 Hari dari sekarang untuk berfikir" Ucap Bu Rani


"Dan kamu bisa kembali ke belakang" Sambung Bu Rani


Setelah Clara berlalu pak Alex dan Bu Rani masih sedikit takut dengan keputusan Clara nanti


"Yah, gimana ya kalau Clara nanti menolaknya?" Tanya Bu Rani


"Ya mau gimana lagi ma, kita cari lagi aja calon yang cocok untuk Dareen" Ucap pak Alex


"Huftt, tapi sangat susah sekali menemukan wanita yang baik di zaman sekarang, biasanya ada yang baik di awal dan licik di akhir"


"Sudahlah kita tunggu saja 4 Hari kedepan apakah Clara menolak atau bahkan menerima, kalau memang jodoh ya Clara pasti menerima namun bila tidak ya mungkin Clara tidak akan menerimanya" Ucap pak Alex


°°°


Sedangkan Clara di kamarnya sedang bingung cara untuk menjelaskan kepada ibunya tentang perjodohan yang dilakukan majikannya


Clara menunggu ibunya yang sedang membereskan dapur bekas masak tadi, Clara tidak membantu karena di panggil oleh Bu Rani ke ruang santai.


Setelah kurang lebih 11 menit clara menunggu akhirnya sang ibu masuk ke kamar dan langsung duduk di atas kasurnya


dan sekarang Clara dibuat bingung bagaimana caranya untuk memulai pembicaraan pada sang ibu


Pada akhirnya setelah diam selama 3 menit Clara memberanikan diri untuk berbicara kepada sang ibu.

__ADS_1


"Buk, ada yang ingin Clara bicarakan sama ibu" Ucap Clara sedikit takut


"Mau bicara apa nak, tumben sekali kamu" Ucap Bu ayu


"Tapi Clara bingung Bu mau memulai dari mana" Ucap Clara lagi


"Memangnya ada apa sih? kok sepertinya sangat penting, apa ini ada hubungannya dengan kamu yang di panggil Bu Rani?" Tanya sang ibu tepat sasaran


Clara hanya menganggukkan kepalanya tanda membenarkan


"Aduh, apa apa nak apa kita ada salah selama bekerja di sini?" tanya sang ibu was was


"bukan Bu kita ga melakukan kesalahan apapun"


"Terus ada apa kalau bukan itu?" Tanya Bu ayu lagi


Clara hanya diam karena dia masih bingung dan takut mau bicara masalah perjodohan ini kepada sang ibu


"Sudah nak bicara saja mau itu baik, ataupun buruk bahkan sangat buruk sekalipun ibu akan mendengarkan kok" Ucap Bu ayu lagi karena menyadari rasa takut pada sang anak


Clara menghela nafas berat lalu mulai mengatakan apa yang ingin dia katakan sedari tadi


"Jadi gini Bu, Bu Rani itu ingin menjodohkan Clara dengan anaknya" Clara menjeda sebentar ucapannya itu dan ingin melihat reaksi sang ibu


dan benar saja reaksi sang ibu begitu terkejut namun dengan cepat Bu ayu kembali menormalkan keterkejutannya


"Maksudnya dijodohkan dengan anak Bu Rani yang mana nak?" Tanya sang ibu


"Dengan tuan Dareen Bu" Ucap Clara lagi


Lagi lagi Bu ayu terkejut dengan siapa yang akan di jodohkan dengan anak semata wayangnya ini, karena seluruh pekerja di rumah ini mau itu pekerja yang sudah lama ataupun baru sudah tahu kalau sifat Dareen itu cukup keras.


"Tapi nak tuan Dareen kan orangnya cukup keras ibu takut kamu kenapa kenapa, apa kamu tolak saja ya nak, tapi kamu belum bilang mau kan ke Bu Rani" Ucap Bu ayu


"Iya Clara belum memutuskan mau atau tidaknya, tapi Bu sepertinya Bu Rani dan pak Alex sangat menginginkan Clara menerima perjodohan ini" Ucap Clara


"Kenapa begitu nak?" Tanya sang ibu


"Iya karena nada bicara pak alex dan Bu Rani itu sedikit berbeda dan sedikit memaksa gitu Bu" Jelas Clara, karena memang ucapan Bu Rani maupun pak Alex tadi seperti memaksa Clara


"Aduh gimana ya nak, ibu juga bingung tapi ibu serahin semuanya ke kamu karena yang menjalankan itu kamu, gimana baiknya ibu ikut kamu saja kalau kamu ingin menerima silahkan kalau tidak juga silahkan ingat selagi bisa menjamin kamu bahagia ya teruskan tapi kalau tidak lebih baik jangan" Ucap Bu ayu


Clara hanya diam karena dia sudah yakin di pernikahannya nanti bila memang terjadi sangat susah untuk mencari kebahagiaan bukannya tidak bisa hanya saja sedikit peluang untuk Clara bisa bahagia, karena Clara sudah bisa nilai dari sekarang, walaupun Clara belum mengenal Dareen luar dalam.


"Yasudah Bu Clara pikir pikir lagi, lagian Bu Rani ngasi waktu untuk Clara 5 Hari dari sekarang jadi masih ada 4 hari lagi untuk Clara memikirkan ini semua" Ucap Clara


"Iya nak, di pikirkan secara matang ya jangan salah mengambil keputusan" Ucap Bu ayu


Clara tersenyum kepada sang ibu dan sang ibu juga ikut tersenyum sambil lalu berjalan untuk memeluk Clara.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2