Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Tiba Tiba Marah.


__ADS_3


......................


Pagi hari ini Clara merasa sedikit berbeda dari Dareen, yang dimana Dareen selalu menatap Clara tajam, Clara juga bingung kenapa dia ditatap setajam itu oleh Dareen, karena setau Clara Clara tidak ada berbuat kesalahan pada Dareen.


'Kenapa tuan Dareen jadi aneh gini ya' Batin Clara


"Nanti anda tidak perlu ke kantor saya" Ucap Dareen cuek


"Ba-Baik tuan" Ucap Clara seadanya


Dareen langsung pergi begitu saja dari hadapan Clara menuju keluar rumah


Dan Clara juga siap siap untuk bekerja.


***


- Kantor Dareen


Sesampainya di kantor Dareen tetap memasak wajah datar dan tentunya dengan tatapan tajamnya.


Membuat para karyawan di sana takut dan merinding bila melihat Dareen


"Alvin apa saja jadwal saya hari ini?" Tanya Dareen pada Alvin asisten pribadi dia


"Jadwal boss sekarang ada pertemuan dengan klien di restoran ternama di Jakarta" Jelas alvin


"Selebihnya sudah tidak ada boss hanya menanda tangani berkas berkas saja" jelas Alvin lagi


"Jam berapa pertemuannya"


"Jam 01.00 siang bos"


"Baik kamu siapkan apa saja yang diperlukan saya untuk menemui klien itu, hari ini saya mau ke kantor papa saya kamu tidak usah ikut disini saja" Jelas Dareen


"Baik boss"


***


- Di tempat kerja Clara


Clara telah sampai di tempat kerjany, dia mulai bekerja mulai dari mencatat pesanan pesanan lalu mengantarkan pesanan


Clara melalukan pekerjaannya dengan santai, supaya rasa penat tidak terlalu terasa


"Clara bisa tolong ngak nanti ada tamu di VVIP, bisa tolong kamu yang mengantarkan makanan dan minuman kesana tidak?" Tany Ara


"Loh kok aku sih Ar Bukannya biasanya kamu ya"


"Aku gabisa cla aku sekarang harus pulang cepet, karena aku ada kepentingan keluarga yang bener bener ga bisa aku tinggalin" Jelas Ara


"Oo gitu yaudah kalau nanti aku yang ngurus, cuma nganter doang kan?"


"Iya cuma nganter doang"

__ADS_1


"thank you ya cla, yasudah kalau gitu aku lanjut kerja lagi ya"


"Okee"


Ara pergi menuju kasir yang kebetulan Ara juga mengurus kasir jadi profesi Ara bukan hanya pelayan saja namun kasir juga


***


-Siang Hari


Hari sudah berada tepat di atas, yang dimana hari sudah mulai panas dan pengunjung juga sudah tidak seramai pagi tadi, di restoran ini hampir setiap hari ramai pengunjung, karena selain rasa makanan dan minumannya enak disini juga harganya terjangkau.


Tepat pukul 01.00 Restoran itu kedatangan tamu yang sangat terhormat, namun sayang sekali Clara tidak bisa melihat siapa tamu tersebut karena Clara sibuk dengan mengantar pesanan.


"Clara"Panggil Mbak Siti yang merupakan pengurus dapur


"Iya sebentar mbak"Clara berjalan cepat menuju Mbak Siti


"ada apa mbak?"


"Ini Clara kamu cepetan sana anter minuman sama makanan ini ke ruangan VVIP yang ada di ujung sana"


"Oooo iya mbak siap" Clara membawa nampan yang berisi makanan dan minuman ringan, karena tidak mungkin langsung diberi makanan berat


Clara berjalan dengan cepat namun tetap hati hati karena yang berada di nampan saat ini adalah makanan yang cukup mahal walaupun hanya makanan ringan saja.


Sesampainya di ruangan VVIP Clara tidak langsung masuk melainkan mengetuk pintu dulu takutnya nanti mengganggu atau semacamnya.


Tok Tok Tok


Ceklek


Pintu terbuka dan menampilkan seseorang yang Clara yaitu ALVIN


"Loh kok nyonya boss ada di sini sih" Ucap Alvin heran


"Saya kerja di sini kak, ini saya nganter makanan" Jelas Clara


Alvin langsung mengerti dan tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.


"Yasudah langsung masuk ke dalam saja taruh di dalam"


"Iya kak" Clara masuk dengan perlahan


setelah berada di dalam Clara tidak lupa permisi dulu sebelum menaruh makanan dan minuman


"Maaf mengganggu pak saya ingin mengantarkan makanan dan minuman"


Tanpa Clara sadari ada manusia yang menatap dirinya tajam


Setelah menaruh minuman Clara kembali mengambil nampan dan berbalik arah


Baru saja berbalik Clara bertemu dengan tatapan tajam Dareen, seketika Clara kaget ternyata yang berada di dalam ruangan VVIP ini adalah Dareen pantas saja tadi ada Alvin


Tak lama setelah itu Clara cepat sadar dan langsung pamit untuk pergi

__ADS_1


"Kalau gitu saya permisi dulu, makanan dan minumannya bisa dinikmati dan bila ada keperluan bisa panggil saya" Jelas Clara


Clara langsung keluar dan langsung buru buru kembali ke dapur


"Loh Loh cla, ada apa kok buru buru gitu" Tanya Mbak Siti


"Ngak mbak cuma pengen cepet cepet aja karena masih ada yang mau Clara kerjakan" Clara terpaksa berbohong karena dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya


***


Pukul 15.00 Clara sudah pulang begitu juga dengan Dareen.


Jadi Clara itu tidak kerja sampai malam karena kalau malam ada lagi karyawan yang kerja khusus malam, dan syukurnya Clara dapat bagian kerja pagi-sore


Baru masuk rumah Clara sudah di tarik oleh Dareen menuju kamar tamu di sebelah kamarnya


"Ngapain anda masuk ke ruang VVIP Hah!" Dareen tiba tiba marah dan itu membuat Clara kaget


"Sa-Saya hanya di suruh tuan" Clara berbicara sambil berusaha menahan tangis


"Untung saja rekan bisnis saya tidak tahu bahwa anda istri saya, bisa malu saya punya istri kayak anda" Ucap Dareen santai.


Dan Dareen tidak sadar bahwa ucapan dia tadi sangat sangat menyakiti hati Clara


"anda juga kenapa belum hamil hamil hah!, apa anda mandul" Omel Dareen lagi


Lagi lagi Clara sakit hati dengan ucapan Dareen yang menuduh dia mandul


"JAWAB! jangan cuman tangis doang bisanya"


"Huh, punya istri mantan pembantu, sekarang jadi pelayan, dan mandul pula, emang gaada gunanya ya anda"


'Yaallah apa salah jadi pembantu dan pelayan' Batin clara


"Oh ya inget anda itu jangan pernah membongkar bahwa kita pasangan suami istri, saya tetap tidak sudi punya istri kaya anda, selama ini saya itu hanya sandiwara jadi jangan berharap lebih"


Setelah mengatakan itu Dareen pergi dari hadapan Clara, meninggalkan Clara yang masih menangis semakin kencang


"Yaallah, kenapa tuan Dareen jadi kasar lagi seperti ini" Gumam Clara


"Apa aku ada salah sama tuan Dareen, kenapa dia tiba tiba marah marah separah ini" Gumam Clara lagi


"Yaallah aku mohon petunjukmu"


"Kuatkanlah hambamu ini ya Allah dalam mempertahankan pernikahan kontrak ini"


Clara berkata seperti itu sambil memegang dada kirinya, karena di sana terasa sangat sakit mendengar ucapan Dareen tadi.


'Kenapa sesakit ini rasanya' Batin Clara


Clara terus menangis karena perkataan Dareen saat ini itu benar benar membekas di hati dan pikiran clara


***


__ADS_1


......................


__ADS_2