Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Malam Pertama.


__ADS_3


......................


- Malam Hari


Matahari telah berganti dengan bulan, yang artinya hari sudah mulai malam


Pukul 19.00 Malam Dareen baru saja sampai rumah dan langsung menuju kamarnya


Sesampainya di kamar Dareen tidak sama sekali melihat istrinya di kamar tersebut


Tidak ingin memikirkan itu Dareen langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi.


Sebelum ke kamar mandi Dareen ke ruang ganti terlebih dahulu untuk mengambil baju ganti


Masuk ke ruang ganti ternyata di sana sudah ada baju sepasang


Dareen yang melihat itu hanya bisa tersenyum iblis, karena istrinya menuruti apa yang dia tulis di kertas peraturan itu


"Permainan akan segera dimulai" Gumam Dareen sambil lalu mengambil baju yang telah di siapkan oleh Clara istrinya.


Dareen membawa baju itu masuk ke dalam kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi Dareen langsung mandi dengan cepat tidak ada acara berendam berendam di bathtub seperti biasa yang Dareen lakukan sebelum menikah.


***


20 menit Dareen selesai dengan mandinya dan juga berganti pakaian, Dareen langsung keluar dari kamar mandi.


Baru keluar dari kamar mandi Dareen melihat Clara sedang duduk di sofa dengan kepala menunduk, dan Clara juga sudah berganti pakaian piyama


"Dari mana saja kamu?" Tanya Dareen sambil lalu berjalan menuju kaca


"I-itu tuan saya habis dari taman belakang" Ucap Clara jujur


"Bagus ya, baru hari pertama jadi istri udah keluyuran kemana kemana, suami datang tidak di sambut" Ucap Dareen tegas


"Ma-maaf tuan" Ucap Clara dengan bergetar menahan air mata yang dimana sekali dia mengedipkan maka air mata itu akan turun


"Cihh, gitu aja nangis" Ucap Dareen sambil lalu melangkah keluar dari kamar

__ADS_1


Baru saja Dareen keluar dari kamar Clara langsung menangis tanpa suara karena Clara takut suara tangisan dia terdengar sampai luar.


Clara belum tahu bahwa kamar Dareen kedap suara jadi suara dari dalam kamar itu tidak akan bisa terdengar sampai luar, mau itu teriak sekencang apapun tidak akan bisa terdengar.


Clara menangis kurang lebih sekitar 30 menitan.


Karena Clara sudah sangat lelah menangis akhirnya Clara tertidur di sofa itu dengan posisi tidur miring


***


Pukul 22.00 Dareen kembali masuk ke dalam kamar, baru saja masuk Dareen sudah melihat Clara tertidur dengan sangat pulas dengan mata yang sembab.


Dareen terus memperhatikan wajah Clara yang adem, cantik, lucu dan baru pertama ini dareen memperhatikan wajah Clara dari dekat.


Setelah lama memandangi wajah Clara, Dareen langsung sadar dan langsung naik ke ranjang untuk ikut menyelam ke dalam mimpi.


"Ngapain juga gue mandangin wajah itu cewek murahan" Gumam Dareen sambil lalu sedikit menatap wajah Clara yang berada di sofa


"Ah, mata gue harus di periksa nih, kenapa mata gue jadi doyan mandangin cewek murahan kayak dia sih" Gumam Dareen lagi setelah sadar bahwa dia sedari tadi memandangi wajah Clara yang tertidur


Cukup lama Dareen berdiam di atas ranjang, akhirnya kantuk menyerang Dareen dan tanpa menunggu lama Dareen juga langsung memejamkan mata dan ikut masuk ke dalam mimpi


****


Clara membuka mata dan langsung duduk hal pertama yang dia lihat adalah Dareen yang tidur dengan selimut tebal.


Clara diam memandangi Dareen yang sedang tidur nyenyak di atas ranjang.


Dan tanpa sebab air mata Clara tiba tiba mengalir dengan deras, entah apa penyebabnya kenapa Clara tiba tiba menangis saat memandangi wajah Dareen.


Clara diam menikmati setiap tetes air mata yang mengalir dari mata menuju pipi lalu menetes ke baju Clara.


cukup lama Clara menangis sampai sampai baju di bagian depan hampir basah semua saking banyaknya air mata yang Clara keluarkan dari matanya


Clara beranjak menuju keluar kamar, entah mau kemana Clara tengah malam begini keluar kamar.


Clara terus jalan menuju lantai dasar dan Clara bertujuan untuk pergi ke dapur untuk minum karena tiba tiba dia merasa sangat haus.


Sebenarnya di kamar Dareen ada air minum namun Clara takut untuk meminumnya takut kena marah Dareen dan Clara berusaha untuk menghindari kata kata menyakitkan yang keluar dari mulut Dareen.


sesampainya di dapur kotor Clara langsung mengambil gelas lalu berjalan menuju dispenser di sebelah kulkas.

__ADS_1


Setelah air terisi penuh Clara langsung menuju meja makan khusus para pekerja lalu meneguk air di dalam gelas itu hingga tandas.


Rasa haus Clara sudah tertuntaskan, Clara langsung mencuci gelas sisa dia tadi minum dan di taruh kembali ke tempat semula


Lalu Clara kembali jalan naik menuju kamar Dareen yang dimana sekarang juga sudah jadi kamar Clara.


Clara naik ke atas masih menggunakan tangga, karena dia masih belum merasa pantas untuk menaiki lift.


Tangga demi tangga Clara lewati mulai dari tangga pertama, kedua dan Ketiga, sesampainya di lantai 4 Clara langsung menuju kamar untuk melanjutkan tidur


Baru saja membuka pintu Clara langsung disuguhi dengan tatapan tajam dari Dareen yang masih berada di ranjang namun sudah dengan posisi duduk.


"Dari mana saja kamu, tengah malam gini masih saja keluyuran!" Ucap Dareen dengan suara lantang


"Sa-saya ha-habis dari dapur Tu-Tuan" Ucap Clara gugup


"Ngapain ke dapur?" Tanya Dareen dengan muka datarnya


"Mi-minum tuan" Ucap Clara seadanya


"Ngapain masih harus ke dapur, di sini juga ada air untuk kamu minum, atau memang kamu tidak melihat, ternyata selain murahan kamu tidak bisa melihat dengan jelas ya ternyata" Ucap Dareen santai dan Dareen tidak merasa bahwa perkataannya merupakan perkataan yang menyakitkan bagi Clara


Walaupun Clara sudah sedikit terbiasa dengan kata kata menyakitkan dari mulut Dareen, namun tetap saja Clara belum sepenuhnya terbiasa dan bisa menerima perkataan menyakitkan yang Dareen lontarkan kepadanya


"Lain kali kalau anda mau minum ambil saja di sini jangan keluar kamar, nanti orang rumah curiga" Ucap Dareen lagi


Clara hanya bisa menganggukkan kepala


"Bagus, sekarang Lo bisa tidur di Sofa" Ucap Dareen menekan kata sofa


"Dan jangan harap malam ini saya menyetubuhi kamu, karena saya belum bisa menyentuh tubuh menjijikkan kamu itu, tapi kamu tunggu saja" Ucap Dareen tegas


Clara hanya bisa mendengarkan dan jalan melangkah menuju sofa, sesampainya di sofa Clara langsung menidurkan diri.


Tanpa Dareen tahu Clara kembali menangis di dalam tidurnya


Sedangkan Dareen hanya diam memandangi Clara, yang mana Dareen tahu bahwa Clara sedang menangis namun Dareen hanya diam memandangi Clara sampai dia bosan dan beralih mengambil handphone dia.


Beda dengan Clara yang masih menangis dalam diam berusaha untuk tidak mengeluarkan suara tangisan.


Cukup lama Clara menangis akhirnya Clara capek dan langsung tertidur dengan air mata masih mengalir cukup deras.

__ADS_1


***


__ADS_2