
Keesokan harinya dareen memulai pagi harinya dengan sarapan, namun sarapan kali ini Dareen merasa sangat kesepian karena dia sudah terbiasa dengan adanya Clara walaupun saat makan mereka tidak berbicara sama sekali .
Dan hari ini dareen benar benar makan sendiri tidak ada yang menemani dia makan
"Tuan maaf kenapa tuan melamun?" Tanya Bi Nina tiba tiba
"eh, gapapa Bi saya sedang memikirkan nama ada yang cocok untuk anak saya" Jawab Dareen berbohong
"oooo gitu, yasudah bibi tinggal ya tuan" Pamit Bi Nina
"iya Bi"
Bi Nina berlalu kembali menuju dapur, karena tujuan awal dia ke meja makan adalah untuk membereskan piring piring kotor tapi ternyata majikannya belum menyelesaikan makan paginya
Sedangkan Dareen kembali melanjutkan makan paginya walaupun dia makan secara terpaksa
***
-Siang Hari
Ting Nong Ting Nong
Bel rumah Dareen berbunyi tanda ada orang yang sedang ingin bertamu, Dareen yang kebetulan berada di ruang tamu mendengar bel rumahnya berbunyi langsung berdiri membuka pintu
Ceklek
Pintu terbuka dan menampilkan Bu Rani, pak Alex, zesya dan Jevin berdiri di depan pintu
"SIANGGG KAKAKKKK!" Teriak zesya heboh
"Lebay banget sih kak" Ucap Jevin
"Diem deh lu, BOCIL" Ucap zesya ngegas karena tak terima sang adik mengatakan dia lebay
"Sudah Sudah kalian ini kenapa sih bertengkar terus sekali sekali akur dong" Ucap pak Alex
"Masuk dulu, gaenak kalau bicara di depan pintu gini" Ucap Dareen
"Iya yuk masuk" Ucap pak Alex
Semua masuk ke dalam rumah Dareen dan berjalan menuju ruang tamu
"Kak ponakan aku mana?" Tanya zesya
"Ada di atas, sebentar kakak ambil dulu" Ucap Dareen
Dareen langsung berlalu meninggalkan keluarganya dan berjalan menuju lantai atas. Tak lama Dareen kembali dengan seorang bayi di gendongannya
"Ihhh lucu bangett sihhh kamuu" Ucap zesya memainkan pipi bayi itu
__ADS_1
"Oh ya Dar kamu udah ada nama buat dia?" Tanya pak Alex
"Sudah yah nama dia adalah Davka Atreya Pehzan Rakyan dan dipanggil Davka" Ucap Dareen
"Panjang banget yak nama panjangnya kayak nama panjang bapaknya" Ucap zesya yang masih fokus pada Davka
"mah mama kok diem aja?" Tanya Jevin
"Gapapa mama lagi males bicara" Ucap Bu Rani
Dareen yang mendengar itu merasa tidak enak karena dia tahu bahwa mamanya jadi seperti ini karena dirinya
"kak boleh gak zesya gendong Davka" Ucap zesya meminta izin
"Boleh kok" Dareen langsung memberikan Davka pada zesya
"Ihhh kakak udah cocok tau jadi ibu, cepet nikah deh kak" Ucap Jevin
"Apasih Vin, ada ada aja kamu" Ucap zesya malu malu
"Iya udah cocok tau, kapan nih mau ngenalin calon suami ke ayah" Ucap pak Alex menimpal
"Tau ahh, ayah sama Jevin sama aja" Ucap zesya berpura pura ngambek
"gitu aja ngambek, gaseru ah" Ucap Jevin terus meledek sang kakak
"LO BENER BENER YA VINN!" Teriak zesya dan teriakan zesya itu berhasil membuat Davka kaget hingga menangis
Semua terkejut mendengar tangisan Davka, zesya dengan sigap langsung berdiri dan menenangkan Davka
"Tuh kan nangis, makanya kalau bicara tuh jangan pakek Toa" Ucap Jevin kembali meledek sang kakak
"Sudah Jevin kamu ini gaada habis habisnya ya" Ucap pak Alex berusaha melerai sang anak
Sedangkan Bu Rani dan Dareen hanya menyimak, entah kenapa semenjak Clara pergi Dareen menjadi lebih pendiam, lebih cuek, dan tatapannya menjadi lebih tajam
"Dar kamu berusaha mencari Clara Kan, kamu ga mendiami dia begitu saja kan Dar?" Tanya pak Alex
"Nggak yah Dareen gak nyarik Clara, palingan nanti dia juga bakalan kembali buat apa dicari" Ucap Dareen ketua
"Jangan gitu Dareen, iya kalau dia benar benar kembali kalau tidak bagaimana?" Tanya pak Alex lagi
"Ya biarin aja" Ucap Dareen singkat
"Ayah ganyangka Lo Dar kamu bisa seperti ini sekarang, ayah rasa ayah gagal mendidik kamu apalagi soal perempuan" Ucap pak Alex
Dareen hanya diam tidak menjawab ucapan sang ayah
"Kak ini Davka tidur mau ditaruh di mana?" Tanya zesya yang masih menggendong Davka
__ADS_1
"Taruh di kamar kakak disana ada box bayi" Jawab Dareen
"oke kak, zesya ke kamar kakak sekarang" Ucap zesya
Zesya berlalu menuju lift dan naik menuju lantai 3. sesampainya di lantai 3 zesya berjalan menuju kamar sang kakak
Sedangkan di ruang tamu tidak ada yang berbicara semua hanya berdiam diri saja. sampai pada akhirnya pak Alex memulai pembicaraan
"oh ya Dar gimana kantor kantor kamu, masih aman?" Tanya pak Alex
"Aman kok yah sejauh ini belum ada masak uang serius" jawab Dareen
"Syukurlah kalau begitu" Ucap pak Alex
Ruang tamu menjadi sepi kembali dan itu memberikan suasana canggung di antara semuanya, namun kedatangan zesya membuat sikap canggung itu hilang karena zesya bisa dibilang pintar untuk mencairkan suasana canggung
"Diem Diem Baek nih" Ucap zesya sambil berjalan menuju sofa kosong di samping Jevin
"Diem deh kak ini lagi latihan berdiam diri" Bisik Jevin
"Yah mah, kok pada diem sih" Ucap zesya yang masih berusaha mencairkan suasana
"Bicara dong, jadi aneh tau kalau diem dieman kayak gini" Sambung zesya
Lagi lagi mereka hanya diam tak merespons ucapan zesya sama sekali
"Tuh kan udah gue bilang mending kakak ikut diem deh" Bisik Jevin
"Tapi gaenak tau Vin biasanya kan keluarga kita rame tuh kalau lagi ngumpul gini, nah sekarang malah jadi sepi begini jadi aneh tau, masa kamu gangerasa" Bisik zesya pada Jevin
"Nggak tuh biasa aja gue, kakak emang lebay dari dulu" Ledek Jevin
Plak
Zesya memukul lengan Jevin keras dan itu berhasil membuat pak Alex Bu Rani dan Dareen menatap kearahnya
"Aduh sakit Woyyyy!" Ucap Jevin ngegas
"Lagian elu nyebelin banget sih" Ucap zesya tak terima
"Sudah sudah kalian ini kerjaannya bertengkar terus, adik kakak itu harus akur jangan tengkar terus gabaik" Ucap pak Alex
"Nah gitu dong yah bicara, masak dari tadi zesya bicara gaada yang ngerespon" Ucap zesya
Lagi lagi ucapan zesya tidak direspon dan itu membuat zesya kesal
"Hah capek gue disini, mending nemenin Davka dah dari pada disini" Ucap zesya sambil berdiri lalu berjalan menuju lift
"Eh kak tunggu Jevin juga ikut!" Teriak Jevin dan ikut berdiri lalu berlari mengejar sang kakak
__ADS_1
*****