
- 5 Hari kemudian
- Pagi Hari
Pagi hari seperti biasa Clara bangun, mandi, sarapan dan berangkat kerja.
Selama bekerja Clara dipenuhi dengan rasa was was karena perut dia semakin tercetak jelas, Clara berencana untuk meminta baju kerja yang sedikit besar cuma itu cukup susah karena Clara belum ada alasan yang tepat mengapa dia meminta baju kerja yang lebih besar.
Mau bilang karena dia mengandung itu sangat tidak mungkin karena Clara dan babynya bisa menjadi bahan gunjingan apalagi yang 'mereka' ketahui Clara masih belum menikah
Jadi Clara harus berfikir bagaimanpun caranya agar anak yang ada di dalam kandungannya ini tidak mendapat perlakuan buruk dari orang di luar sana yang tidak tahu
"Cla, cla kamu kenapa kok bengong?" Tanya Ara mengagetkan Clara
"Hah, eh nggak Ra siapa yang bengong"
"Cla beneran deh kamu kenapa sih? kok semakin hari perut kamu kayak semakin tidak beres deh?" Tanya Ara
"Gapapa jujur aja, kita kan temen" Ucap Cara lagi
'Maaf Ra aku tidak bisa percaya kepada kamu 100%, Jadi maaf aku belum bisa terbuka ke kamu apalagi kamu hanya teman' Batin Clara
Memang benar Clara sangat berhati hati kepada siapa dia akan berbicara apalagi masalah ini.
Karena Clara mempunyai pengalaman yang cukup membekas pada saat dia SD kelas 6
(Cerita singkat Kejadian saat Clara kelas 6 SD)
Pada saat kelas 6 SD Clara mempunyai teman yang sangat Clara percaya pada waktu itu, teman Clara ini selalu menemani Clara kemanapun dan membantu Clara.
Hingga pada waktu itu ada masalah yang cukup besar pada diri Clara dan dengan gampangnya Clara memberitahu masalah itu pada temannya ini.
Tapi temannya ini bukannya menyembunyikan malah membeberkan masalah Clara pada teman yang lainnya, dan jadilah Clara mendapat ejekan hampir satu kelas mengejek clara pada saat itu
sejak saat itulah Clara tidak lagi gampang percaya pada siapapun apalagi pada seorang teman kecuali orang tua dan sahabat, kalau sahabat masih bisa Clara percayai walaupun tidak 100%
Jika orang tua sudah pasti Clara percayai karena namanya orang tua pasti bisa membedakan mana yang bisa di publik mana yang tidak
(Back to topick)
"Cla, cla kok bengong lagi sih?" Tanya Ara
"Hah, maaf ra, kalau gitu aku balik kerja lagi ya" Clara langsung pergi dari hadapan Ara
***
- Siang Hari
Saat akan pulang kerja Clara tiba tiba di telfon oleh Bu Rani.
^^^"Halo, assalamualaikum ma"^^^
__ADS_1
"Waalaikumsalam, sayang"
^^^"Ada apa mah kok tiba tiba nelfon Clara?"^^^
"Kamu bisa ke sini ga sayang? Bu ayu sakit dan nyari kamu terus dari tadi"
Mendengar itu Clara terkejut dan tidak bisa berkata apa apa, karena tiba tiba saja Clara ada firasat buruk tentang sang ibu
"Cla, Clara, sayang, kamu baik baik saja kan?"
Mendengar itu Clara langsung sadar dan menepis firasat buruk tentang sang ibu
^^^"Maaf mah, yasudah clara bentar lagi kerumah"^^^
"Mama tunggu sayang, kalau bisa secepatnya ya kasian ibu kamu manggil manggil nama kamu terus"
^^^"Iya mah"^^^
"Yasudah mamah tutup dulu telfonnya"
Tut Tut Tut
Bertepatan dengan itu Taxi yang Clara pesan sudah sampai, tanpa menunggu lama lama lagi Clara langsung masuk dan berjalan pulang menuju rumah Dareen
Karena bila langsung ke rumah sang mertua sangat tidak mungkin karena Clara masih memakai seragam kerja, bisa bisa keluarga Aditama curiga dan Clara bisa mendapat bentakan bahkan hukuman dari Dareen
15 Menit sampai di rumah Dareen, tanpa menunggu lama lama lagi Clara langsung masuk dan langsung menuju kamarnya untuk mandi lalu ganti baju.
"Bapak bapak, bisa tolong anterin saya ke rumah Aditama" Ucap Clara
"Bisa non, mau berangkat sekarang?" Ucap salah satu supir
"Iya pak"
"Yasudah mari non" Pak supir dan Clara berjalan menuju garasi mobil
"Silahkan masuk non" Ucap pak supir setelah mobil itu keluar dari garasi
Clara masuk dan mobil langsung berjalan menuju kediaman Aditama
"Pak bisa tolong lebih cepat" Ucap Clara
"Baik baik non"
Kurang dari 60menit Clara sudah sampai di kediaman Aditama
Clara langsung turun dan langsung melangkah menuju pintu
Ting Nong Ting Nong
"Sebentar"
__ADS_1
Ceklek
"Nak Clara ayo masuk, ayu sudah nungguin kamu" Ucap Bu Rani
Clara langsung masuk dan langsung menuju kamar sang ibu
Tok Tok Tok
Clara mengetuk pintu kamar sang ibu terlebih dahulu
Ceklek
pintu terbuka dan menampilkan zesya yang berada di ambang pintu
"Kakak ipar, ayo masuk kak" Ucap zesya
Clara langsung masuk dan melihat sang ibu berbaring lemas di ranjang
Bibir pucat pasi, tatapan matanya kosong, bahkan tubuhnya dilihat saja seperti tidak ada tenaga
"Zes, boleh tau ga ibu aku kok bisa kayak gini?" Tanya Clara sambil lalu duduk di kursi samping sang ibu sambil memegang tangannya
"Sebenarnya aku gatau pasti sejak kapan Bu ayu ini sakit karena kemarin masih enak enak aja masih baik baik aja, nah pas tadi pagi pas mau sarapan Bu ayu belum keluar kamar sama sekali, jadi kita menyuruh Bi Mira untuk ngecek ke kamar Bu ayu takutnya bu ayu belum bangun kan" Ucap zesya menjeda ucapannya
Clara mendengarkan dengan seksama sambil mengelus tangan sang ibu
"Tapi pas Bi Mira ngetuk pintu gaada jawaban dari dalam dan bi Mira berinisiatif untuk membukanya siapa tau gadikunci dan ternyata benar gadikunci, Bu Mira masuk dan melihat Bu ayu sudah kayak gini padahal Bu ayu gapanas intinya tiba tiba kayak gini aja udah" Jelas zesya panjang lebar
"Jadi yang Nemu pertama kali tu Bi Mira?" Tanya Clara
"Iya cla, yang Nemu pertama tu bi Mira terus Bi Mira cerita deh ke kita, terus mama manggil dokter kepercayaan keluarga ini untuk meriksa Bu ayu katanya sih Bu ayu kurang cairan aja terus diinfus deh sama dokternya" Jelas zesya lagi
"Tapi Zes aku punya firasat buruk, aku takut banget karena firasat ini sama kayak firasat pas bapak aku mau wafat" Ucap Clara
"Udah jangan gitu ah, kita berdoa aja semoga Bu ayu bisa pulih lagi" Ucap zesya menenangkan Clara
"Iya amin semoga ya"
"Maaf non, neng, neng Clara sudah makan siang?" Tanya Bi Mira yang berada di ambang pintu
"Oiya aku belum makan siang"
"Makan dulu sana kak takutnya baby-nya kenapa Napa"
"Yasudah aku makan dulu ya"
"Bu Clara tinggal makan dulu ya" Ucap Clara
Clara melangkah keluar dari kamar sang ibu menuju meja makan
***
__ADS_1