Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam

Menikah Kontrak Dengan Majikan Kejam
- Kedatangan mertua


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu hubungan Clara dan Dareen masih sama seperti hari hari sebelumnya, tidak saling nyapa bahkan clara masih tetap cuek dan dingin pada Dareen


Hubungan Dareen dan citra semakin hari semakin seperti tidak menghargai Clara yang masih menjadi istri Dareen


karena hampir setiap hari Dareen selalu bertemu dengan citra entah itu dirumah secara terang terangan atau bahkan diluar yang bisa dilihat oleh banyak orang


Sama seperti pagi hari ini tiba tiba saja citra datang ke rumah dan tanpa permisi dia langsung masuk dan duduk di meja makan bergabung dengan Clara dan Dareen


Tentu Dareen kaget namun Clara tidak dia hanya memasak wajah datarnya, Clara seperti sudah tidak peduli lagi dengan hubungan sang suami dengan mantan sahabatnya itu


"Sayang aku kangen bangett loh sama kamuu" Ucap Clara dengan nada yang dibuat buat


"Sayang kok diem aja sih" Ucap citra lagi sambil duduk di pangkuan Dareen yang dimana Dareen masih sarapan


"Aku lagi makan, kamu duduk di sana aja ya" Ucap Dareen


"Gamauuu sayangg" Ucap citra dengan nada manja


Akhirnya Dareen membiarkan citra duduk di pangkuannya sambil memegang wajah Dareen


Sedangkan Clara dia tidak menggubris suami dan mantan sahabatnya itu karena tiba tiba hatinya seperti sudah tidak ada rasanya hatinya saat ini sudah hambar


Saat sedang asik asiknya sarapan dan bermesraan tiba tiba ada suara seseorang yang membuat mereka semua kaget


"DAREEN" Teriak seseorang itu yang tak lain adalah Bu Rani


Bu Rani, pak Alex dan Zesya berjalan mendekati Dareen yang sedang memangku seorang wanita


"Dareen perempuan ini siapa hah!?" Tanya Bu Rani dengan nada marah


"Halo Tante saya pacar Dareen" Ucap citra enteng


Mendengar itu tentu pak Alex, Bu Rani dan Zesya kaget dan mereka menatap taken keduanya


"Dareen bisa dijelaskan semua ini?" Tanya pak Alex berusaha tenang sedangkan Bu Rani dia sudah sangat marah terlihat dari cara dia menatap Dareen


Dareen hanya diam tidak menjawab sedangkan citra dia masih tetap duduk di pangkuan Dareen


"Kok diem aja berarti kamu membenarkan hal ini?" Tanya pak Alex lagi


Clara hanya menatap mertuanya yang sedang memarahi suaminya itu


"Kak ipar ini gabener kan?" Tanya zesya


Clara hanya tersenyum tipis


"Tante, Tante kok natap saya gitu sih, saya ini calon menantu Tante loh" Ucap citra saat melihat aura kemarahan di Dimata Bu Rani


"Saya gasudi punya menantu dari hasil selingkuh, dan kamu Dareen kamu tega banget tau gak selingkuh didepan istri kamu sendiri" Ucap Bu Rani


"Kak zesya ganyangka banget tau gak bener bener ganyangka" Ucap zesya


"Clara, Dareen kalian ikut kita, kita mau bicara sama kalian berdua" Ucap Bu Rani


"Saya kok gak diajak sih, saya juga nanti bakalan jadi bagian dari keluarga kalian" Ucap citra tenang


"DIAM KAMU, SAMPAI KAPANPUN SAYA GASUDI PUNYA MENANTU MODELAN KAMU" Teriak Bu Rani didepan muka citra


Citra tentu kaget dan langsung turun dari pangkuan Dareen

__ADS_1


"Ayo ikut" Bu Rani langsung menarik Dareen dan Clara langsung dibawa oleh zesya


Mereka berjalan menuju lantai 2 tepatnya ruang keluarga, sampai di ruang keluarga semua masuk dan duduk di sofa


Clara duduk di samping zesya sedangkan Dareen duduk di dekat Bu Rani dan pak Alex


"Bisa dijelaskan kenapa bisa ada perselingkuhan disini?" Tanya Bu Rani berusaha untuk tenang


Dareen maupun Clara tidak ada yang menjawab mereka sama sama diam


"Ayo jawab mama butuh penjelasan disini, terutama kamu Dareen" Ucap Bu Rani


"Biar Clara yang bicara dulu" Jawab Clara


"Silahkan nak Clara" Ucap pak Alex


"Clara disini ingin memberi tahu bahwa pernikahan ini hanya pernikahan kontrak" Ucap Clara


Semua tentu kaget mendengar ucapan Clara itu


"Pernikahan ini akan berakhir sampai anak di kandungan clara ini lahir dan sebentar lagi dia lahir jadi sebentar Clara akan berpisah dengan tuan Dareen" Ucap Clara


"Tapi Nak perselingkuhan tetap tidak dianjurkan apalagi kamu masih istri Dareen" Ucap Bu Rani


"Itu urusan tuan Dareen saya udah gamau ngurusin dia sama mantan sahabat saya itu, mau tuan Dareen selingkuh atau apalah saya sudah tidak mau mengurusi saya sudah capek " Ucap Clara dengan nada kecewa


Semua menatap Cakra prihatin karena wajah dan tubuh Cakra sangat sangat jelas terlihat bahwa dia capek dan lelah


"Tapi kak baby itu kan masih butuh ibunya" Ucap zesya


Clara hanya diam tidak menjawab ucapan zesya


"Mah, mama jangan terus nyalahin Dareen Dareen juga gamau tapi cinta ini datang tiba tiba mah" Ucap Dareen


"Kamu seharusnya bisa mengendalikan hati kamu Dareen, kalau kamu bisa mengendalikan hati kamu untuk tidak mencintai dia kamu pasti gaakan kayak gini" Ucap Bu Rani lagi


Dareen hanya diam dan menatap Clara dengan tatapan kosong


"Mama bener bener ganyangka banget Dareen, dan apa katanya tadi kalian mau menikah, sungguh Dareen mama gaakan merestui kalian"


"MAH gabisa gitu dong mama harus meretui kita" Ucap Dareen


"Gabisa mama lihat dia ga baik buat kamu, jadi mau bagaimanapun mama gaakan merestui kamu nikah sama ular itu"


"Ma dia baik, dia cocok jadi istri Dareen" Ucap Dareen lagi


Plak


"Kurang ajar ya kamu Dar, ayah gapernah ngejarin kamu kurang ajar kayak gini, kamu itu masih suami dan kamu geberhak bila seperti itu apalagi didepan istri sah kamu" Ucap pak Alex tegas


Sedangkan Clara dia hanya menatap Dareen dengan tatapan Benci, sedih, kecewa, jijik, sakit semua menjadi satu Dimata Clara


"Yasudah kalau memang gitu mama terserah kamu lah Dar tapi inget penyesalan selalu datang diakhir" Ucap Bu Rani langsung berdiri dan keluar dari ruang keluarga


"Kakak ipar mau ikut zesya aja gak, dari pada disini kakak ipar cuma nahan sakit" Ucap zesya


"GABISA!" Ucap Dareen


"Kenapa emang? terserah doang kakak ipar mau dimana apa urusannya sama kakak" Ucap zesya

__ADS_1


"Udah Zes aku disini lagian beberapa Minggu lagi aku juga keluar dari sini, kamu tenang aja" Ucap Clara


"Yasudah kakak ipar baik baik ya disini" Ucap zesya


Zesya keluar dari ruang keluarga dan diikuti oleh pak Alex


Saat Clara akan keluar dari ruang keluarga tiba tiba tangan dia ditahan oleh Dareen


"Saya mau bicara berdua dengan anda" Ucap Dareen


"Silahkan" Jawab Clara lalu kembali duduk di sofa


"Kapan anak ini lahir?" Tanya Dareen


"Tenang sebentar lagi dia lahir kedunia dan anda bisa menikah dengan kekasih anda " Jawab Clara


Dareen hanya diam dan menatap Clara nanar sedangkan Clara menatap dareen dengan tatapan tajam


"Sudah gaada yang kau diomongin kan? kalau gitu saya keluarga dulu permisi" Ucap Clara sambil langsung berdiri dan keluar dari ruang keluarga


***


Sedangkan di bawah Bu Rani sedang menatap tajam citra


"Gimana? enak jadi pelakor?" Tanya Bu Rani tenang namun menyakitkan


"Mah aku bukan pelakor" Jawab citra


"Jangan panggil saya mah, saya gasudi dipanggil mah sama kamu"


"Sekali pelakor ya tetap pelakor dong" Ucap zesya


"Diem deh lu" Jawab citra ngengas


"Waduhhhh ngegas nihh" Jawab zesya


"Saya tanya sekali lagi enak gak jadi pelakor?" Tanya Bu Rani lagi


"Mah jangan gitu kasian citra" Ucap Dareen tiba tiba


"Waww di bela yaa, yasudah kalau gitu mama bener bene kecewa sama kamu Dar mama ganyangka "


"Ayo pulang mama udah gatahan disini" Ucap Bu Rani


Bu Rani, pak Alex dan Zesya keluar dari ruang Dareen dengan tatapan yang kecewa


saat Bu Rani dan yang lainnya keluar tiba tiba citra memeluk Dareen


"Sayangg ini gimana, mama kamu benci sama akuu" Ucap citra manja


"Manja banget sih, udah pelakor manja pulak, kok mau sih anda sama dia" Ucap Clara tiba tiba


"DIEM DEH LU"Teriak citra


"Aduhh yaudah deh aku ke kamar dulu silahkan dilanjut berbuat dosanya" Ucap Clara


Clara langsung pergi dan berjalan menuju kamar karena tempat teraman dia saat ini adalah kamar, jadi bila ada apa apa Clara pasti larinya ke kamar


***

__ADS_1


__ADS_2