
......................
- Pagi hari
Keesokan harinya tepatnya pagi hari pukul 06.00 Clara sudah terbangun dari tidurnya, dia langsung mandi di kamar mandi luar, sebenarnya di kamar Dareen ada kamar mandi cuman Clara belum berani untuk memakainya, secara dia sadar bahwa dia di kamar Dareen hanya numpang tidur.
Selesai mandi, ganti baju dan merias diri sedikit Clara langsung kebawah.
Saat di bawah dia langsung bertemu dengan zesya yang sedang duduk santai di sofa yang terletak di bawah tangga
"Loh kakak ipar, kok turun pakek tangga?" Tanya zesya
"Iya nih zes lagi pengen, sekalian olahraga juga hehe" Jawab Clara sambil terkekeh
"Oooo gituu"
"Kalau gitu aku kedapur dulu ya Zes" Pamit Clara
"Okee kakak ipar"
Clara melanjutkan jalannya menuju dapur, tujuan dia kedapur lebih tepatnya dapur bersih untuk minum
"Pagi Bi Nina" Sapa Clara saat melihat Bi Nina di dapur kotor sedang menata cemilan
"Pagi juga non, ngapain non kesini?"
"Mau minum Bi, haus banget"
"Oo gitu yasudah silahkan non"
Clara langsung mengambil air dan meminumnya hingga tandas
"Bi Clara permisi dulu ya" Pamit Clara saat merasa sudah tidak ada keperluan lagi
"Iya non"
Clara berlalu menuju kamarnya untuk mengambil HP yang ketinggalan, sebelum masuk Clara melihat sekitar dulu takutnya ada pak Alex, Bu Rani, Bu ayu, zesya, dan Jevin
Saat dirasa aman Clara langsung membuka kuncinya dan buru buru masuk, tak lama clara keluar kembali dan mengunci kembali lalu kuncinya Clara taruh di Saku baju.
Setelah itu Clara jalan menuju ruang santai
Sampai di ruang santai Clara langsung duduk dan menghidupkan HPnya
Baru saja hidup, HP Clara sudah di bising kan dengan suara notif pesan masuk entah itu dari Grup, dari temannya, sahabatnya bahkan Ara pun juga ikut memberi pesan
Ara
Claraaaa
Kok kamu belum sampe di restoran?
CLARAAAA!!!
Kamu gamasuk apa gimana?
WOIII claraaaaaaaa
Cla bentar lagi restoran buka
kamu kemana?
CLARAAAAA
Clara yang membaca pesan Ara itu senyum senyum sendiri
^^^Clara^^^
__ADS_1
^^^Maaf Ra aku izin dulu gamasuk kerja^^^
^^^selama 5 hari.^^^
^^^Soalnya aku lagi di rumah ibu aku.^^^
Balas Clara berbohong, karena gamungkin dia bilang bahwa dirumahnya sedang ada mertuanya, jadi dia memberi alasan bahwa dia sedang berada di rumah ibunya .
Dan kebetulan juga Clara kemarin pernah bilang bahwa dia kangen pada sang ibu.
Karena tak ada lagi yang ingin dilakukan di HP Clara langsung menaruh HPnya di meja
'Sampai kapan ya aku harus berbohong terus" Batin Clara bertanya tanya
"Kakak ipar kenapa?" Tanya zesya tiba tiba dan itu mengagetkan Clara
"Astagaa zesya kamu ngagetin aja" Ucap Ara sambil memegang dadanya
"Hehehe, Ya lagian kakak ipar melamun disini"
"Nggak kok cuma belum nyangka aja aku bentar lagi bakalan jadi orang tuan" Ucap Clara
'Walaupun mungkin tidak seterusnya' Batin Clara
"Aaaaaa kakak ipar mah jangan gitu lah, pagi pagi Lo ini masa mau sedih sedihan"
"Non Clara, non zesya ke meja makan dulu yuk sarapan" Ajak Bi Nina
"Okee Bi zesya juga udah laper, ayo cla"
Clara mengangguk lalu berdiri dan mengambil HPnya setelah itu berjalan menuju meja makan
Sampai meja makan ternyata sudah ada Pak Alex, Bu Rani, Bu ayu, Dareen dan Jevin
Clara dan Zesya langsung duduk di kursi meja makan, Clara duduk tepat di samping Dareen sedangkan zesya duduk di samping Jevin
Sarapan berjalan dengan tenang tidak ada yang berubah masih sama seperti biasa.
"Dareen berangkat kerja dulu ma, yah, Bu, semua" Pamit Dareen
"Hati hati ya mas" Ucap Clara sambil lalu menyalami tangan Dareen walau masih kaku dan sedikit gemetar
Dareen hanya tersenyum tipis lalu pergi keluar rumah
"Gimana kalau kita sekarang ke ruang TV nyantai nyantai" Ajak zesya
"Ayok"
Semua berjalan menuju ruang TV untuk melihat TV tentunya dan juga untuk berbincang bincang santai sambil lalu nyemil.
***
- Sore Hari
"Sore" Sapa Dareen pada Cakra dan Zesya yang sedang berada di ruang tamu
"Sore juga udah pulang kak?" Tanya zesya basa basi
"Iya, saya keatas dulu"
"Okee kak"
Dareen berlalu dari hadapan zesya dan Clara
Tak lama Dareen turun kembali dengan baju santainya
"Cla saya ingin kamu ikut aku" Ucap Dareen
"Loh kemana?" Tanya Clara
__ADS_1
"Ruang TV" Jawab Dareen singkat
"Tapi kan aku lagi sama zes_" Ucapan Cakra terpotong oleh zesya
"Udah gapapa kakak ipar, mungkin kak Dareen pengen berduaan, kalau gitu zesya keatas aja deh mau ke kamar hehe"
Zesya berlalu dan kini meninggalkan Dareen dan juga Clara
"Ayo"
"I-Iya tuan" Clara akhirnya menurut saja
Dareen dan Clara berjalan beriringan ke Arah ruang TV
Sampai di sana Dareen masuk Clara juga ikut masuk, Dareen duduk Clara tetap berdiri
"Sini duduk" Ucap Dareen menepuk kursi di sampingnya yang kosong
"Tapi tuan"
"Udah sini" Tiba tiba saja dareen menarik tangan Clara dan itu membuat Clara terjatuh dan sedikit menabrak badan Dareen
Tak berapa lama Clara sadar dan langsung sedikit menjauh dari badan Dareen "Maaf tu- eh mas"
"Kok menjauh?"
"Sinian, ngapain menjauh" Ucap Dareen
"Sa-Saya disini aja tuan" Tolak Clara
"Mau saya cium kamu disini?" Ancam Dareen pada Clara
Clara yang mendengar itu tentu kaget dan seketika merinding
Tanpa lama lama lagi akhirnya Clara menggeser tubuhnya agar lebih dekat pada Dareen
"Kok ragu ragu sih" Ucap Dareen sambil lalu tiba tiba menarik tubuh Clara sampai sampai tubuh Clara menempel pada Dareen
Clara yang merasa tidak nyaman pun berusaha untuk menjauh, namun lagi lagi tidak bisa karena pinggang dia ditahan oleh Dareen
Cukup lama Clara berusaha untuk memberontak akhirnya dia kalah juga, Clara hanya diam memandangi TV yang sedang menyala didepannya dengan tangan Dareen yang masih setia berada di pinggangnya
'Tuan Dareen kenapa ya? kok aneh banget?' Batin Clara bertanya tanya
'Apa mungkin ini bagian dari sandiwara? tapi kan disini daada keluarga sama sekali' Batin Clara lagi
'Ah udah lah terserah tuan Dareen aja' Batin Clara lagi
"Tu-Tuan lepas tangan tuan dari pinggang saya dong" Ucap Clara memberanikan diri
"Udah diem jangan banyak permintaan" Ucap Dareen yang masih fokus pada TV
"Tapi tuan disini kan gaada keluarga sama sekali, kenapa kita harus seperti ini?"
"Emang salah saya berdekatan gini dengan anda?" Tanya Dareen
Clara hanya menggeleng
"Yasudah kan, saya tidak punya alasan mengapa saya ingin seperti ini" Ucap Dareen lagi
Tiba tiba saja tangan Dareen sudah berada di perut Clara, Dareen mengelus perut Clara dengan pelan dan seperti penuh kasih sayang
Clara yang melihat itu sedikit terbawa perasaan, tapi tidak dia kembali menormalkan hatinya karena Clara tiba tiba mengingat perkataan Dareen yang dimana dia tidak boleh baper dengan segala perlakuan Dareen selama 5 hari ini.
"Jaga dia baik baik"
"Itu pasti tu- mas"
Tangan Dareen terus mengelus perut Clara sedangkan matanya fokus pada TV.
__ADS_1
***