
......................
Keesokan harinya Clara dan Bu ayu di panggil kembali untuk menuju ke ruang tamu.
karena hari ini adalah hari diputuskannya tanggal pernikahan dareen dan clara.
Sesampainya di sana sudah ada Bu Rani dan pak alex sedangkan zesya, Jevin dan dareen tidak ikut karena mereka harus sekolah, kuliah, dan bekerja.
Dareen juga sudah menyerahkan semua urusan pernikahannya kepada sang mama karena Dareen setidak peduli itu pada pernikahannya
Back to clara
"Sini nak Clara duduk di samping ibu dan Bu ayu silahkan duduk di sana" Ucap Bu Rani
Clara tersenyum lalu duduk tapi di samping Bu Rani
"Nah hari ini ibu suami akan menentukan tanggal pernikahan kalian" Ucap Bu Rani tersenyum kepada Clara
Clara menegang 'secepat itukah dia harus melaksanakan pernikahan' pikirnya
"Ibu dan suami sudah menentukan hari yang pas, yang mana kita memilih untuk melaksanakan pernikahan kalian 2 Minggu lagi " Ucap Bu Rani
Clara kaget dan langsung mengangkat kepalanya namun tak lama langsung menunduk kembali.
"Maaf Bu, pak apa tidak terlalu cepat dan bagaimana dengan tuan Dareen apakah dia setuju?" Tanya Clara takut
Clara benar benar tidak tahu jika hari ini adalah penentuan tanggal pernikahannya dengan Dareen.
Clara fikir pernikahannya dengan dareen masih lama karena dilihat dari ekspresi Dareen kemarin.
Tapi ternyata secepat itu dirinya akan menikah dengan majikannya sendiri.
__ADS_1
"Lebih cepat lebih baik nak" Ucap Bu rani
"Ibu percaya kamu pasti bisa merubah Dareen dari sifatnya yang keras seperti kemarin menjadi lembut, ibu sangat yakin itu" lanjut Bu Rani
"Tapi Bu Clara Tid_" Ucapan Clara terpotong karena ditimpal oleh pak Alex
"Nak Clara kamu jangan terlalu memikirkan ucapan Dareen kemarin, dia sebenarnya tidak seperti itu cuman karena dia harus menjadi pengurus perusahaan yang dimana harus benar benar pintar dalam memilih teman apalagi pasangan dan yang dia tahu wanita itu semua sama, sama sama menginginkan hartanya saja."
"Maka dari itu dia menjadi seperti ini kepada semua orang khususnya wanita" Sambung pak alex
Clara dapat memahami apa yang diucapkan pak Alex tentang Dareen
"Tapi pak Clara__" Ucapan Clara kembali dipotong oleh ucapan Bu Rani.
"Nak ibu mohon ibu sangat mengharapkan kamu menjadi bagian dari keluarga ini" Ucap Bu Rani dengan raut wajah sendu
Clara yang melihatnya merasa kasihan dan pada akhirnya Clara menyetujui tanggal pernikahan yang di tentukan oleh majikannya itu
"Terima kasih nak, ibu berharap kamu tidak pergi dari hidup Dareen ya, dan semoga kamu bisa merubah Dareen" Ucap Bu Rani sambil lalu memeluk Clara
Clara hanya tersenyum karena dia sendiri tidak yakin bisa bertahan dengan Dareen dan juga bisa merubah Dareen
Bu ayu yang hanya menyimak ikut sedih dan ikut merasakan apa yang sang putri rasakan
Mau bagaimanapun dia seorang ibu yang mana dia juga bisa sedikit merasakan perasaan Clara saat ini
***
Sedangkan di lain tempat tepatnya di sebuah gedung tinggi dan mewah terdapat seorang pria sedang duduk di kursi kekuasaannya dengan melipat kedua tangannya di depan dada, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Karena terlalu asik dengan pikirannya sendiri sampai sampai tidak menyadari bahwa sudah ada satu manusia lagi di dalam ruangannya
"Bro, ngelamun aja lo, mikirin siapa?" Tanya Rio yang sedang berkunjung ke perusahaan Dareen
__ADS_1
Yaps pria itu adalah Dareen, katanya sih manusia kejam
Dareen yang tiba tiba mendengar suara begitu terkejut dan langsung tersadar dari lamunannya
"ngak siapa juga yang ngelamun aneh lu" sarkas Dareen sinis
"Udahlah gausah bohong lu, ada masalah apa emangnya lu? cerita aja" Ucap Rio
Dareen hanya diam tak menjawab pertanyaan Rio
sednagkanRio langsung mengerti bahwa sahabatnya itu lagi mempunyai masalah namun tidak siap menceritakan kepada dia sekarang.
"Yaudah kalau Lo udah siap cerita, cerita aja ke gue, ke Dio, atau ke Alvin, kayak gapunya temen aja lu" Ucap Rio
Dareen tetap diam tidak memperdulikan ucapan Rio
"Yaudah bro gue pamit dulu lah, elu lagi gaasik hari ini" Rio langsung keluar dari ruangan Dareen
***
Di rumah keluarga Aditama clara mulai kembali ke aktivitas dia lagi begitu juga dengan Bu ayu Bu Rani dan juga pak Alex
Clara saat ini sedang membantu mencuci pakaian namun dia tidak konsentrasi dalam mencuci pakaiannya karena pikirannya melayang ke ucapan Bu Rani yang mana dia akan menikah 2 Minggu lagi
Rasanya Clara ingin menolak tapi dirinya kasihan dan sudah terlanjur setuju, jadi mau tidak mau dia harus menjalankan apa yang sudah dia setujui.
"Neng Clara kenapa? kok bibi lihat neng Clara malamut dari tadi?" Tanya salah satu pembantu yang juga ikut mencuci dengan Clara
"Eh ngak kok bik" Clara sadar dan kembali ke tugas dia yaitu mencuci pakaian kotor
***
__ADS_1