
Pagi hari
"Sayang bangun yuk udah pagi" Ucap Clara pada Davka yang masih tertidur dengan nyenyak sambil memeluk dirinya erat
"Davka bangun yuk udah pagi sayang" Ucap Clara lagi sembari menepuk pelan pipi Davka
"Iya mom" Jawab Davka dengan kata yang masih terpejam dan masih memeluk Clara
"Ayo dong bangun sayang nanti kesiangan loh ke sekolahnya" Ucap Clara lagi
"Iya mom ini Davka bangun" Davka langsung membuka matanya dan melepas pelukannya dari Clara
"Ini udah pagi mom?" Tanya davka sambil lalu mengumpulkan nyawanya
"Iya sayang yuk bangun siap siap ke sekolah" Ucap Clara sambil melepaskan pelukan tangan sang anak di tubuhnya
"Iya mom" Davka langsung turun dari ranjang dan berjalan gontai menuju kamar mandi
"Davka bisa mandi sendiri nak?" Tanya Clara saat melihat Davka jalan sendiri ke kamar mandi
"Bisa mom, Davka kan sudah besar jadi sudah bisa mandi sendiri" Jawab Davka
"Yasudah mandinya cepetan dikit ya sayang soalnya kalau nggak kamu bisa telat kesekolahnya" Ucap Clara sambil menyiapkan seragam sang anak
"Iya mom" Teriak Davka dari dalam kamar mandi
7 Menit berlalu Davka sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya
"Davka mau pakai sendiri atau mommy yang pakaikan seragamnya?" Tanya Clara
"Davka pakai sendiri aja mom, Davka bisa kok" Ucap Davka
"Yasudah kalau gitu mommy tunggu di bawah ya, Davka jangan lupa bawa tasnya juga" Ucap Clara
"Siap mom"
Clara langsung keluar dari kamar sang anak menuju dapur, Clara masih ingat betul letak ruangan ruangan yang berada di rumah ini walaupun sudah 8 tahun lebih Clara tidak pernah kesini
"Eh non Clara, mau apa non kesini?" Tanya salah satu pembantu disana
"Jangan panggil Non dong Bi, panggil Clara aja" Ucap Clara
"Ihhh gaenak atuh non"
"Gapap bi lagian saya siapa kok Sampek dipanggil non segala" Ucap Clara
"Yasudah kalau gitu bibi panggil neng Clara aja ya"
"iya deh Bi boleh. Oh ya Clara bantu masak sarapan boleh nggak bi?"
"Eh jangan neng, mending neng duduk aja di meja makan tidak perlu membantu kita ini sudah tugas kita bukan tugas neng"
"Tapi Bi Cakra pengen bantu" kekeh Clara
"Jangan atuh neng, neng tinggal tunggu di meja makan saja ya ini juga sudah mau selesai sarapannya tinggal dipindahin ke piring aja"
"Yasudah deh kalau gitu" Jawab Clara pasrah
Clara langsung berlalu dari dapur menuju meja makan. Sesampainya di meja makan ternyata di sana sudah ada Dareen yang duduk di kursi meja makan dan sedang sibuk dengan HPnya
__ADS_1
Dareen yang menyadari datangnya orang pun langsung menaruh HPnya dan menatap ke arah Clara yang sedang berjalan menuju meja makan
"Siang tuan Dareen" Sapa Clara sedikit canggung
"Pagi juga" Jawab Dareen
"Davka mana?" Tanya Dareen
"Lagi ganti baju bentar lagi juga turun" Jawab Clara seadanya
Dareen hanya menganggukkan kepalanya, dan seketika di meja makan itu menjadi sangat canggung karena keduanya sama sama berdiam diri
'Apa aku tanya langsung aja ya' Batin Clara sambil menatap Dareen ragu
'Ah gausah lah ngapain juga' Batin Clara lagi
"Ada yang ingin ditanyakan?" Tany Dareen tiba tiba dan ternyata Dareen menyadari sikap aneh Clara
"ah ti-tidak ada" Jawab Clara gugup
"Kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan ditanyakan saya akan jawab bila pertanyaan itu masuk diakal" Ucap Dareen
"Saya mau tanya, istri tuan dimana ya? kok saya gue kelihatan sama sekali dari kemarin?" Tanya Clara dengan wajah penuh tanya
Dareen diam sejenak lalu menjawab
"Saya belum memiliki istri" Jawab Dareen singkat
Clara tentu kaget dengan penuturan Dareen bagaimana mungkin dia belum menikah apakah hubungan dia dan citra masih sebagai sepasang kekasih sampai sekarang atau bagaimana, Berbagai macam pertanyaan memutar di otak Clara
"Kamu pasti bingung kan, tenang saja saya akan menceritakan semuanya nanti malam sepulang saya kerja" Ucap Dareen
Clara langsung terkejut mendengarnya karena menurut Clara dia tidak perlu tau sampai sedalam itu tapi diri Clara juga ingin tau
"Saya tidak merasa keberatan sama sekali bila harus menceritakan kisah saya selama ini kepada kamu" Ucap Dareen
"Kalau itu memang mau tuan terserah tuan saja saya juga insyaallah siap untuk mendengar cerita tuan" Ucap Clara final
"Terima kasih" Ucap Dareen
Clara hanya tersenyum
"MOMMY, DADDYYYY MORNINGGG!!!" Teriak Davka tiba tiba sambil berlari menenteng tasnya kearah Dareen dan Clara
"Morning sayang, jangan teriak teriak gitu dong nanti suara habis loh" Ucap Clara menasehati
"Kalau habis ya tinggal isi lagi mommy" Jawab Davka dengan wajah polosnya
"Eh ternyata kalian sudah kumpul disini, selamat pagi" Sapa Bu Rani berjalan menuju meja makan diikuti oleh pak Alex, zesya dan Jevin
"Selamat pagi Tante, om, zesya, Jevin" Sapa Clara
"Langsung sarapan aja yuk Davka udah laper nih" Ucap Davka
"Ayuk, kalau gitu Davka duduk dong masa Davka makan sambil berdiri sih" Ucap zesya
"Kalau gitu Davka mau duduk di samping mommy" Ucap Davka berjalan kearah Clara
"Yasudah yuk sarapan" Ucap pak Alex
"Ayo nak Clara ambil sarapannya, jangan sungkan sungkan anggap aja kita sebagai keluarga kamu" Ucap Bu Rani
"Iya terima kasih Tante" Jawab Clara
__ADS_1
Clara langsung mengambil nasi dan lauk pauk yang dia inginkan dan menaruhnya di piring
"Selamat makan semua" Ucap pak Alex memulai
Semua memakan makanan mereka begitupun dengan zesya dia memakan sarapannya dengan perasaan campur aduk
'Suasananya masih sama seperti dulu' Batin Clara merasa sedih
'Tidak ada yang berubah semua masih sama seperti delapan tahun lalu' Batin Clara lagi
"Mommy, mommy kenapa melamun?" Tanya Davka mengagetkan Clara
Tentu semua menjadi reflek menatap ke arah Clara
"Eh mommy gapapa kok sayang, makannya dilanjut aja ya" Ucap Clara
"Nak Clara kenapa? makannya gaenak apa gimana?" Tanya Bu Rani
"Nggak kok Tante makannya enak enak semua cuma Clara lagi banyak pikiran aja jadi gafokus deh" Ucap Clara berbohong
"Oooo gitu yasudah dilanjut lagi ya makan paginya" Ucap Bu Rani
"Iya Tante"
Clara dan yang lainnya kembali melanjutkan sarapan mereka sampai semua makanan dipiring mereka habis
"Huh, perut Davka kekenyangan banget nih" Ucap Davka sambil memegang perutnya yang sedikit membuncit karena kekenyangan
"Davka mau berangkat sekarang sekolahnya?" Tanya Dareen
"Iya dad ayok" Ucap Davka
"Eh tapi dad Davka boleh ajak mommy ga dad buat ngantar Davka kesekolah" Ucap Davka sambil memandangi Clara
"Jangan ya sayang soalnya Daddy mau langsung ke kantor, Daddy ada meeting lagi hari ini" Ucap Dareen dan itu membuat Davka sedih
Clara yang menyadari anaknya sedih pun langsung berusaha menenangkan nya
"Sayang nanti deh pas Davka pulang sekolah mommy yang jemput, untuk sekarang Davka dianter sama Daddy dulu ya kesekolahnya " Jelas Clara
Mendengar itu seketika Davka menjadi ceria kembali
"Janji ya mom" Ucap Davka
"Iya janji dong" Jawab Clara
"Yaudah kalau gitu Davka berangkat dulu ya" Ucap Davka sambil menyalami tangan Clara, Bu Rani, pak Alex, zesya dan Jevin
"Ayo dad kita berangkat" Ucap Davka girang
"Lest Goo boy" Dareen dan Davka pun berangkat diantar oleh supir pribadi Dareen
sedangkan di dalam kamar Bu Rani menatap Clara sendu
'Andai dulu Dareen tidak melakukan kesalahan yang fatal pasti sampai sekarang kamu masih disini sayang bersama kami' Batin Bu Rani sedih
"Tante, Tante Rani kenapa kok berkaca kaca gitu matanya?" Tanya Clara
"Eh nggak kok Tante cuma terharu aja ternyata Davka udah besar ya, padahal dulu dia masih kecil, memang waktu cepat banget berlalu" Ucap Bu Rani
'Iya Tan waktu memang cepat banget berlalu, tapi bagi Clara tidak waktu rasanya lama bangett sampai sampai rasanya Clara dulu ingin sekali menjadi mesin waktu agar bisa memutar lebih cepat' Batin Clara
***
__ADS_1