
Keesokan hari di pagi hari
Pagi hari ini sama seperti pagi hari sebelumnya semua bangun lalu mandi bersiap untuk bekerja lalu sarapan
Selesai sarapan langsung berangkat kerja, hari ini tidak ada yang berbeda masih sama
Dan hari ini dareen berada di kantor dia sendiri tapi di kantor yang ke dua, karena ada sesuatu yang harus dia selesaikan
Sesampainya di sana Dareen menjadi pusat perhatian hampir semua karyawan, mereka hanya memandangi tidak berani menyapa apalagi menggoda
Karena mereka sudah tahu bila melakukan hal itu mereka akan kena amuk Dareen bahkan sampai di pecat
Karena dulu sekitar 2 tahun yang lalu sudah pernah ada kejadian Dareen di goda oleh salah satu karyawan perempuan di kantornya ini dan hari itu juga perempuan yang menggoda dareen itu dipecat secara tidak hormat
Sejak saat itulah semua karyawan di kantor dareen tidak ada yang berani bermacam macam kepada Dareen
"Selamat pagi boss" Sapa salah pria yang tak lain adalah penanggung jawab kantor ini
"Ada masalah apa?" Tanya Dareen pada Toni
Toni merupakan penanggung jawab di kantor Dareen yang ke 2 selama Dareen tidak di kantor, dan hampir semua pekerjaan di kantor ini menjadi tanggung jawab Toni
"Ada yang berusaha untuk merebut klien kita boss" Jawab Toni
"Klien yang dari mana?"
"Klien dari perusahaan yang Amdana Crop boss" Jawab Toni
"Perusahaan itu toh, tidak tahu saja mereka bahwa perusahaan Amdana bisa sangat hancur bila memutuskan kerja sama dengan perusahaan kita" Ucap Dareen sembari berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai atas
"Biarkan saja mereka merebut, kita lihat apakah Amdana crop mau melepaskan diri dari kita dan memilih perusahaan lain" Ucap Dareen dengan smriknya
Melihat itu Alvin dan Toni tentu takut dan was was, karena mereka tahu saat ini bossnya di mode garang
"Oh ya boss, nanti siang sekitar jam 10.00 Amdana crop ingin bertemu dengan boss" Ucap Toni
"Ya, dimana?"
"Di restoran dekat rumah Boss" Jawab Toni
"Yasudah persiapkan apa saja yang dibutuhkan" Jawab Dareen
"Baik boss, saya permisi dulu kalau gitu" Ucap Toni
Dareen hanya mengangguk
Toni keluar dan kini tersisa Dareen dan Alvin, Alvin sedang sibuk dengan HPnya karena bila di kantor ini Alvin tidak terlalu banyak pekerjaan jadi bila di kantor ini Alvin bisa sedikit santai
***
- Pukul 10.00
Saat ini Dareen sedang berada di perjalanan menuju restoran dekat rumahnya, yang dimana restoran itu benar benar hampir setiap hari rame dari pagi sampai malam
__ADS_1
Bahkan belum malam biasanya sudah habis dan tutup saking ramenya
Kurang lebih menghabiskan waktu 30 Menit dari kantor menuju restoran
Sesampainya di restoran Dareen dan yang lainnya turun dan masuk ke dalam
Baru saja masuk sudah banyak sekali orang yang sedang antri maupun sedang makan
Dareen terus melanjutkan langkahnya menuju ruang VVIP di restoran itu
Baru saja masuk ke ruang VVIP Dareen sudah disambut oleh rekan bisnis dia yang dari Amdana Crop
"Selamat siang tuan Dareen" Sapa CEO dari perusahaan Amdana
Dareen hanya tersenyum dan langsung duduk di sofa
"Saya sangat berterima kasih karena tuan Dareen sudah mau menghadiri pertemuan kita"
"Oh ya tuan Dareen perkenalkan ini anak saya, namanya Dina" Ucap Pak Dani yang merupakan CEO dari perusahaan Amdana crop
"Halo tuan Dareen saya Dina" Ucap Dina sambil mengulurkan tangannya dan sengaja membungkukkan badannya agar buah dadanya terlihat oleh Daren
Sedangkan Dareen tidak menggubris bahkan tidak menyalami balik Dina
Melihat itu Dina benar benar malu dia langsung duduk kembali dengan wajah kesal
"Ada perlu apa anda ingin bertemu dengan saya pak Dani"
"Gini tuan saya ingin memutuskan kerja sama dengan perusahaan tuan" Jawab pak Dani itu
"Apakah anda yakin?" Tanya Dareen
Mendengar itu tentu Dareen tertawa remeh
"Bila anda memutuskan kerja sama dengan perusahaan saya maka bukan perusahaan saya yang rugi melainkan perusahaan anda, karena selama ini perusahaan anda berdiri sukses itu karena kerja sama dengan perusahaan saya, jadi bila anda memutuskan kerja sama kita maka perusahaan anda siap siap hancur" Jelas Dareen
"Jadi bagaimana Tuan Dani yang terhormat apakah masih mau memutuskan kerja sama?, silahkan dipikir dulu saya kasi waktu sampai nanti malam" Jawab Dareen
Sedangkan pak Dani yang mendengar itu seketika berwajah pucat, karena dia baru sadar bahwa perusahaan dia saat ini berdiri sukses karena dorongan dan kerja sama dari perusahaan Dareen yang ke 2
"Bila sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi saya permisi dulu" Ucap Dareen
"Maaf tuan apakah kita tidak bisa berbicara dulu sebentar" Ucap Dina
"Tidak bisa saya sibuk" Jawab Dareen
"Tapi tuan saya sudah memesankan anda makanan dan minuman" Ucap Dina lagi
"Terima kasih tapi saya tidak bisa karena saya tidak punya waktu akan hal itu" Jawab Dareen lagi
Dareen langsung berlalu dari ruangan itu dan berjalan keluar restoran
Saat berada di luar Dareen tidak sengaja bertemu dengan sang istri yaitu Clara
Tapi Dareen tidak ingin berlama lama memandangi sang istri takutnya Toni dan pengunjung lainnya curiga
Dareen berjalan menuju mobil lalu masuk dan berlalu meninggalkan restoran itu kembali ke kantornya yang ke 2
__ADS_1
***
Sedangkan Clara sedang sangat fokus pada pekerjaannya walaupun rasanya badannya capek dan lelah karena harus bolak balik antara dapur dan pengunjung apalagi dia harus memakai alat agar perutnya tidak terlalu mencetak di bajunya, Dan itu tentu tidak nyaman sekali bagi Clara
"Cla, kamu kok pucet sih mukanya? Kamu sakit ya?" Tanya salah satu teman Clara
"Nggak mbak saya baik baik aja, cuma paling karena kecapean bolak balik makanya pucat" Jawab Clara
"Kirain kamu sakit, soalnya ni ya kemarin aku kayak ngeliat kamu di rumah sakit, tapi aku gatau itu kamu apa bukan soalnya dia pakek masker dan perutnya agak buncit kayak hamil gitu"
"Ahh mbak bisa aja bukan saya itu kali mbak, masa iya saya hamil, ngaco deh" Ucap Clara dengan sedikit tertawa terpaksa
"Iya juga sih, yaudah kita lanjut kerja yuk"
"Iya mbak ayo"
Clara sedikit tenang sekarang walaupun tadi sempat sangat deg deggan dan gugup
"Hei cla, kok bengong disini sih ayo kerja" Ucap Ara yang tiba tiba mengagetkan Clara
"Aduhhh!, ihh kamu mah ngagetin aku tauuu!" Ucap Clara sedikit ngegas
"Ya lagian kamu bengong bengong Baek disini, kerja atuh liat tuh pengunjung makin banyak" Ucap Ara
"Iya iya ini juga mau kerja" Ucap Clara
"Yaudah sana Gih cepetan tuh liat makin banyak"
"Iya Araaa sayangg sabar dongg" Ucap Clara
Ara hanya terkekeh pelan melihat temannya itu
Clara berjalan menuju pengunjung dengan wajah yang sebal karena ulah Ara, tapi dia berusaha untuk tetap ramah bila di depan pengunjung
***
- Siang Hari
Tak terasa hari sudah siang dan Clara juga sudah pulang ke rumah
Sampai di rumah dia langsung bersih bersih, ganti baju lalu tidur karena selama Cakra tidak memasak makan siang untuk Dareen Clara menjadi mudah bosan
Jadi Clara mengatasi rasa bosannya itu dengan tidur, nonton, berkeliling taman saat sore, dan membaca majalah
Sedangkan Dareen saat ini sedang sibuk sibuknya, karena Dareen memang jarang bahkan sangat jarang ke perusahaan dia yang ke 2 bila yang ke 3 masih sedikit sering walaupun hanya sebentar
Jadi sekalinya Dareen ke perusahaan dia yang ke 2 langsung banyak sekali laporan laporan yang harus diselesaikan
Walaupun bisa di rumah tapi sedikit susah karena hampir semua laporannya berupa kertas jadi sangat susah bila harus dikirim lewat Email
Begitupun dengan Alvin dia langsung benar benar sibuk sepulang dari restoran karena dia harus merevisi beberapa laporan yang tidak tepat
Tapi kerja seperti ini sudah sangat biasa bagi Dareen, karena Dareen sudah biasa mengalami ini pada saat dia pertama kali merintis perusahaannya
Sampai perusahaan Dareen menjadi 3 itu juga atas kerja keras dan jerih payah Dareen
Jadi badan, mental serta pikiran Dareen sudah sangat biasa akan pekerjaan yang super banyak.
__ADS_1
***