
Pandangan mata nenek Amy tiba² saja menjadi kabur, kepalanya merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Nenek, nenek kenapa? " Ucap Fey panik ketika melihat sang nenek tiba² memegang kepalanya kesakitan. Tiba² nenek Amy pingsan, hal itu sontak membuat Fey terkejut.
"Tolong... Nek bangun, tolooooongg... " Teriak Fey dengan keras. Untung saja ada seorang penjaga yang lewat dan mendengar teriakan Fey di lorong sepi tersebut, ia pun akhirnya membantu Nenek Amy dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
...----------------...
HOSPITAL GRAND HOPSKIN
Fey pergi ke rumah sakit bersama paman Han, ketika sampai di sana nenek Amy langsung di bawa ke ruang gawat darurat, beberapa dokter langsung buru² berlarian datang untuk menangani sang nenek yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri.
Paman Han menelepon Dev, memberi tau tentang kondisi neneknya sekarang ini, Dev yang mendengar berita itu pun tanpa berpikir panjang langsung meninggalkan pekerjaannya dan buru² datang ke rumah sakit.
Fey dan paman Han menunggu di luar dengan cemas.
"Nona muda, sebenarnya apa yang terjadi, mengapa nyonya besar bisa tiba² pingsan? ".
__ADS_1
" Aku-,aku tidak tau. Awalnya kami cuma menjelajahi rumah, namun saat jalan² tiba² nenek merasa pusing dan akhirnya ia pingsan" Jelas Fey dengan wajah pucat pasi, ia merasa takut kalau orang² akan menyalahkannya setelah kejadian ini, apalagi kalau Dev sampai tau, laki² berdarah dingin itu pasti tanpa enggan menuduhnya mencelakai sang nenek.
"Paman Han, saya mau ke toilet sebentar".
" Baik nona".
Fey berjalan ke arah toilet. Di setiap langkahnya ia terus saja memikirkan hal² buruk yang akan terjadi.
'Bagaimana jika setelah ini aku di tuduh mencelakai nenek, apa setelah aku menjelaskan semuanya orang gila itu akan percaya?.. bagaimana jika dia memenjarakan ku? , lalu bagaimana dengan biaya rawat inap ayah jika kelak aku benar² di laporkan ke kantor polisi?'.
Di dalam toilet tersebut, Fey terus memandangi bayangannya sendiri dari dalam pantulan cermin.
Para wanita yang berada di sana mulai memandang Fey dengan tatapan aneh, bagaimana tidak? Fey yang bicara sendiri sambil memperagakan gerakan absurd sukses membuat orang² di sekitarnya mengira bahwa ia tidak waras.
'Kenapa orang² memandangku begitu? '.
Batin Fey tatkala sadar orang² sedang menontonnya. Buru² Fey menata rambutnya dan kemudian pergi.
__ADS_1
Ia berjalan melewati koridor rumah sakit, namun tujuannya kali ini bukan ke ruang gawat darurat, melainkan ruang VVIP tempat sang ayah di rawat.
Namun di tengah jalan tiba² sebuah tangan menarik lengannya. Ternyata orang itu adalah Sonia.
"Ibu" Lirih Fey.
"Ayo ikut ibu" Ucapnya dengan nada marah.
"Maaf Bu, Fey belum bisa pergi. Fey harus tetap di sini" Fey berusaha melepas cengkraman tangan ibunya, namun dengan paksa ia membawa Fey pulang ke rumah.
Dev dan sekretaris Will sampai di rumah sakit, tanpa di sadari mobil mereka berpapasan dengan Fey dan Sonia yang sedang menunggu angkot di pinggir jalan.
Dengan terburu² Dev mendatangi tempat neneknya di rawat. Di sana ia melihat paman Han yang duduk sendirian di depan ruang IGD.
"Paman, apa yang sebenarnya terjadi? ".
" Nyonya besar tiba² saja pingsan saat pergi jalan² bersama nona Fey, dan sekarang beliau sedang di tangani oleh para ahli medis".
__ADS_1
"Lalu sekarang dia di mana? ".
" Tadi nona bilang mau ke toilet, tuan".