
Dev membuka kancing kemejanya, setelah melepaskan kemeja tersebut ia langsung melemparkannya ke atas kepala Fey.
'Pria sialan, dia kira kepalaku ini gantung baju? ' Fey dengan kesal mendekap kemeja itu di dadanya. Namun rasa kesalnya tergantikan dengan pemandangan indah, yaitu melihat tubuh suaminya yang kekar.
Fey spontan mengalihkan pandangannya ke bawah. Terbelalak matanya tatkala Dev menanggalkan celananya di lantai.
Buru² Fey berbalik arah menghadap ke belakang.
"Astaga tuan, kenapa anda melepaskan celana? ".
"Kenapa? Apa ada yang salah? ".
'Dasar gila! Aku ini masih ada di depanmu, dasar tidak tau malu'.
" Setidaknya jangan di depan saya, tuan. Bagaimana jika saya sampai lihat? ".
" Berarti kau adalah orang yang beruntung".
'Keberuntungan matamu! Itu adalah sebuah kesialan'.
Dev berbaring di dalam bak mandi sembari menyandarkan kepalanya.
" Heh Wanita udik, kenapa masih berdiri di situ? cepat taruh baju itu ke keranjang pakaian yang ada di sana, lalu bantu aku mencuci rambut" Titahnya.
'Dia memanggilku apa? Wanita udik?. kenapa semua orang memanggilku begitu, aku ini punya nama. Kurang ajar, menyebalkan sekali, dasar terkutuk' umpat Fey dalam hati. Namun walau begitu ia hanya bisa menuruti perkataan Dev tanpa berani membantah.
Fey lantas melemparkan pakaian Dev ke keranjang, Dengan wajah cemberut ia datang menghampiri Dev, membantunya mencuci rambut.
'Ingin sekali ku jambak rambut pria ini' batin Fey ketika tengah memijat kepala tuan muda.
Karena agak melamun, tanpa sadar Fey melakukan apa yang ada dalam pikirannya.
__ADS_1
"Auuu...! " Pekik Dev kesakitan karena di jambak istrinya.
"Apa yang kau lakukan gadis gila!? " Ucapnya dengan marah.
"Astaga... Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja".
Dev pun berdiri dari bath up untuk membilas tubuhnya, spontan Fey langsung memalingkan wajahnya ke belakang.
'Pria sinting. Apa dia tidak malu telanjang di depan seorang gadis? Lari kemana otaknya'.
Setelah Dev keluar, baru Fey gantian mandi. Ketika sudah selesai membersihkan tubuh, Fey baru ingat bahwa ia tidak membawa satupun baju dari rumah.
'Oh iya, aku kemari kan nggak bawa apa². Ah gimana nih..? Masa aku harus pake gaun ini lagi sih' gumam Fey, dia pun terpaksa memakai gaun pernikahannya kembali.
Ketika ia keluar, Fey melihat suaminya tengah duduk bersandar di atas ranjang yang besar.
"Mataku pedih melihatmu memakai baju murahan itu" Ucap Dev dingin.
"Itu tuan... Karena pernikahan ini mendadak jadi saya tidak sempat mempersiapkan barang² saya untuk di bawa kemari" Jawab Fey dengan menunduk.
"Kok bisa? Sejak kapan? ".
" Lihat saja di lemari. Tempat gantinya ada di ruangan itu" Ujar Dev seraya melirik ke sebuah pintu yang bersebelahan dengan pintu kamar mandi.
Fey dengan antusias masuk ke dalam ruangan, ia tidak sabar untuk ganti baju karena merasa tidak nyaman memakai gaun pernikahan ini lagi.
Di dalam Fey melihat seluruh aksesoris milik tuan muda, seperti jam, bros, sepatu, dasi dan masih banyak lagi, semuanya tertata dengan rapi.
Di sana terdapat dua lemari berukuran sangat besar yang saling berhadapan. Fey membuka salah satu lemari tersebut. Ternyata lemari yang sedang ia buka kali ini adalah lemari milik tuan muda, semua pakaiannya tertata rapi dan tampak mahal.
"Benar² orang kaya" Gumamnya dan kembali menutup pintu lemari tersebut.
__ADS_1
Sekarang Fey beralih melihat lemari yang satunya lagi, matanya terbelalak melihat seluruh pakaian yang ada di almari itu.
"Hah ?!... Baju apa ini? Ini kan bukan baju² ku. Kenapa semua model pakaiannya menjijikkan begini? ".
Fey melihat seluruh pakaian itu, semuanya adalah baju haram. Tidak ada satupun pakaian yang sopan dan tertutup.
" Aaaakhhh...! Orang mesum itu. Dia pasti sengaja memberiku pakaian begini. Dia kira aku ini apa? Pelacur? Sialan! " Gumam Fey marah².
Fey kembali keluar dengan wajah geram, menatap Dev seperti ingin mencekiknya.
Dev tersenyum kecil menahan tawa "kenapa tidak ganti baju? Bukankah aku sudah berbaik hati memberikanmu pakaian baru? " sambil menarik salah satu alisnya ke atas.
" Pakaian yang Anda belikan terlalu terbuka, saya tidak begitu suka, maaf tuan".
"Bukanya kau sendiri yang memintaku untuk membeli baju sesuai dengan seleraku? " Ujar Dev tersenyum licik.
Fey jadi teringat dengan ucapannya sore tadi.
'Bukan itu maksudku, aku tidak menyangka seleramu sangat buruk. Aku menyesal pernah mengatakan itu padamu'.
"Ta-tapi.... ".
" Mataku pedih melihat baju murahanmu itu. Pilih mana? , ganti baju atau telanjang".
'Si mesum kurang ajar, ku sumpahi kau tersandung dan saat kau masak mie, telur yang kau pakai ternyata busuk'.
Fey buru² masuk ke dalam ruang ganti. Beberapa menit kemudian, Fey keluar dengan memakai gaun seksi berwarna hitam. Tubuhnya yang putih mulus terpancar indah di bawah sorotan lampu.
Kini ia berjalan pelan ke arah sofa sambil menutupi bagian dadanya dengan tangan.
Mata Fey tak pernah lepas dari pandangan Dev yang terus memandangnya dengan tatapan aneh, perlahan Dev mengukir senyum kecil di bibirnya.
__ADS_1
'Tidak terlalu buruk' batin Dev.
'Jangan tersenyum! Aku ingin sekali melempar sandal ke mulutmu dasar mesum' pekiknya dalam hati.