Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
jujur


__ADS_3

Ternyata saat di Mall tadi Will sempat memotret Fey secara diam-diam, kini bukti itu ia serahkan pada tuan muda.


Setelah melihat gambar tersebut wajah Dev berubah gusar, sorot matanya di penuhi api yang membara, jikalau ponsel itu bukan milik Will, sudah pasti ia akan membantingnya hingga hancur di lantai.


"Bagaimana bisa mereka saling kenal? '.


Will bergidik ngeri melihat ekspresi tuannya, bahkan bulu kuduknya sampai berdiri menjawab pertanyaan tersebut " Saya tidak tau tuan, saya juga baru tau hari ini".


Sorot kebencian tercetak jelas di dalam mata Dev ketika melihat Elsen yang ada di gambar itu.


'berani sekali dia tersenyum pada istriku'. Dev mengepalkan tangannya erat seolah ingin memukul.


"cari tau kenapa istriku bisa dekat dengan Elsen. Dan hapus foto ini, aku benci melihatnya" Dev memberikan HP itu pada pemiliknya lagi.


"Baik tuan" Will langsung mengambil ponselnya kembali.


"kalau begitu saya permisi" will langsung bergegas pergi, kalau tidak tubuhnya pasti akan terus gemetar kedinginan.


_________________


Selepas mandi Fey langsung ganti baju, namun ketika keluar dari ruang ganti ia di kejutkan oleh keberadaan Dev yang tengah meminum wine di sofa.


Isi wine itu nampak tinggal setengah, Fey terus menatap pria itu dengan canggung, sebelumnya ia tak pernah melihat Dev minum-minum begini.

__ADS_1


"Tadi kau pergi ke mana saja? " ucap Dev mengintrogasi.


"Saya habis mengajar di rumah seorang anak, memang ada apa tuan? " Fey pun takut melihat tatapan nyalang Dev.


"Selain itu? ".


'Ada apa dengan pria ini? kenapa dia kelihatan marah sekali padaku? apa jangan-jangan Will...


" Sa-saya, kemudian saya pergi ke mall bersama anak tersebut. Anak kecil itu meminta saya menemaninya bermain dan juga ayah anak kecil itu ikut untuk mengawasi" Meski dengan terbata-bata, Fey buru² menjelaskan. ia yakin Dev marah begini karena Will telah bicara sesuatu padanya.


Dev mengepalkan tangannya erat hingga seluruh ototnya terlihat jelas, dengan emosi ia melempar gelas wine itu ke arah Fey.


"Pyar!! " suara benda pecah terdengar nyaring memekakkan telinga.


Sekujur tubuh Fey langsung merinding lemas, ia baru tau jika laki-laki ini mempunyai tempramen yang menakutkan.


"kemari lah" ucap Dev memerintah.


Dengan langkah berat Fey berjalan mendekat, seluruh ruangan itu terasa begitu mencekam tatkala Dev melihatnya dengan tatapan nyalang. Ia terus menyeret kakinya untuk maju, terdengar suara hembusan angin kencang dari arah jendela yang masih terbuka, kini angin itu membuat tubuhnya semakin menggigil kedinginan.


"Apa yang kau rahasiakan dariku? " Tanya Dev pada sang istri.


"Saya tidak merahasiakan apapun, semuanya sudah saya katakan pada anda. Tentang masalah saya pergi ke Mall itu... saya kira anda tidak akan peduli, jadi saya tidak menceritakannya. Terlebih saya hanyalah istri kontrak, bisa di bilang kalau saya hanya orang asing. Jika menceritakan seluruh keseharian saya, saya yakin kalau anda akan merasa bosan mendengarnya" Jawab ey membuat alasan agar kemarahan Dev tak berlanjut.

__ADS_1


"Siapa bilang aku bosan? aku hanya ingin kau jujur".


"Saya minta maaf" Fey menundukkan kepala, suaranya pun terdengar sendu.


"Jangan bekerja di rumah itu lagi. Aku mengizinkanmu kerja di manapun, tapi tidak dengan rumah itu".


'Kenapa? apa Dev kenal dengan Elsen?.. '.


" Saya sudah mendapatkan gaji di awal. Gaji itu sudah saya gunakan untuk membayar hutang ibu saya, jadi saya tidak dapat resign sebelum satu bulan kerja".


Dev mengerutkan dahi "Bukankah aku tadi memberimu uang?, pakailah uang itu untuk mengembalikan uangnya. Aku tidak mau tau, jika aku masih melihatmu bekerja dengannya, aku tidak akan segan² mencabut biaya pengobatan ayahmu" Ancam Dev.


Jika Fey tak mau menuruti perintahnya, pria ini bisa saja mencelakai ayah Fey. bahkan lebih parahnya lagi keluarga Fey juga bisa ikut terlibat. Dengan membalikkan telapak tangan, Dev dapat membuat hidup orang lain menderita. Perlu di ingat, pria ini mempunyai segalanya, tak ada yang tak bisa dia lakukan.


"B-baik tuan, saya janji" Selain patuh, apa lagi yang bisa Fey lakukan?...


DeDev menarik tangan Fey hingga membuat tubuh gadis krempeng itu terduduk di pangkuannya.


Ia lantas berbisik "Kau tidak boleh tersenyum dengan pria lain selain aku, paham? " Sambil menyentuh bibir mungil merah muda sang istri.


"Saya hanya akan tersenyum pada anda" Fey menarik kedua sudut bibirnya dengan terpaksa.


Dev pun langsung mencium bibir tersebut, bahkan tangan kanannya mulai menekan tengkuk leher Fey supaya ciuman mereka semakin dalam. Fey tak bisa memberontak, ia takut membuat pria ini marah lagi.

__ADS_1


'Ayah... kapan ayah sembuh? aku benar² ingin lepas dari pria ini' Batin Fey menahan tangis.


__ADS_2