Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
menghadiri perjamuan


__ADS_3

"Tidak bisakah kau memikirkannya kembali? Demi Leon" Jarang-jarang Elsen bertutur kata lembut seperti ini pada seorang gadis, bahkan tangan hangatnya masih setia menggenggam Fey.


"Saya memang menyayangi Leon, tapi saya benar-benar minta maaf tidak bisa bekerja dengan anda lagi. Jika anda membutuhkan guru privat, saya punya teman untuk menggantikan saya mengajar" Fey menolak keras permintaan Elsen, mau bagaimanapun ia tak ingin membuat Dev marah lagi.


Fey langsung menarik tangannya, melepas genggaman Elsen lalu berpamitan pergi "Permisi".


mata Elsen terus mengekori kepergian Fey, hingga punggung itu hilang dari pandangannya.


'Ada apa dengan diriku? kenapa aku tidak rela kalau dia resign? akh!!.. '.


Elsen mengacak² rambutnya sendiri karena bingung dengan pikirannya sekarang.


__________


Setelah setengah jam bersepeda, akhirnya ia sampai di depan gerbang rumah. Si satpam membukakan gerbang itu untuknya, Fey pun langsung masuk ke dalam. Namun baru saja ia menaruh sepedanya di halaman, mobil Dev tiba² saja memasuki gerbang.


Para pengawal di rumah itu langsung berlari dan berbaris membuat jalan untuk tuan mudanya.


Cepat² Fey ikut berlari dan berdiri tepat di samping Bibi An.


Sang sopir membukakan pintu mobil, Dev pun keluar. Semua orang langsung menunduk hormat padanya, tak terkecuali Fey. Seperti biasa Fey menggantikan sekretaris Will membawakan tas kantor milik Dev.


Sesampainya di kamar Fey langsung mencopot sepatu Dev dan menggantinya dengan sandal rumah.


"Cepat mandi, nanti malam aku akan mengajakmu ke suatu tempat".


" Kemana tuan? " Tanya Fey penasaran.


"Cepatlah mandi, jangan banyak bicara. Apa kau mau ku mandikan? " ucap Dev.


'gila, kau pikir aku sudah mati'.


"Ti-tidak, saya bisa mandi sendiri" Buru² Fey membersihkan tubuhnya.


15 menit kemudian Fey keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono handuk. Tapi saat ia keluar, ia terkejut melihat 6 wanita yang berpakaian rapi tengah berbaris di sisi pintu.


'Lho... ada apa ini? kenapa tiba² di kamarku banyak wanita? ' Fey bengong sambil menatap ke 6 wanita tersebut.

__ADS_1


Salah satu dari mereka pun mengawali bicara"Selamat malam nona, tuan muda meminta kami untuk membantu Anda berdandan".


"Apa? " Tanya Fey tak paham.


Namun bukannya menjawab, mereka malah langsung mendudukkan Fey di meja rias, memilihkan gaun untuknya dan mengstaylis rambut sebagus mungkin.


"Hey apa yang kalian lakukan? aku bisa sendiri" Berontak Fey tak mau.


"Nona tenang saja, setelah ini anda pasti akan jadi wanita tercantik di seluruh dunia".


Fey yang tak bisa berbuat apapun hanya dapat pasrah ketika para wanita itu mendandaninya.


Beberapa saat kemudian Fey menuruni tangga sambil di temani ke enam wanita tadi.


"Tak...tak" suara hak tinggi Fey terdengar nyaring ketika kakinya menginjak keramik marmer.


Dev yang sejak tadi menunggu di ruang bawah(kursi sofa) langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara itu berasal. Mata Dev langsung terpana melihat Fey. Ia tertegun, ini adalah kali pertamanya melihat sang istri berdandan.


'Sangat cantik' Batin Dev yang tak bisa melepas pandangannya dari Fey. Ia terlihat begitu cantik kala memakai dress berwarna biru laut yang berhiaskan pernak pernik berbentuk bintang, kesan glamornya makin terpancar saat ia memakai kalung dan juga gelang yang terbuat dari berlian.


'Kenapa orang itu menatapku begitu? apa aku terlihat aneh? ' ucap Fey dalam hati karena merasa tak pede.


"Benar kan tuan? " ucap Bibi An kepada Dev.


"Biasa saja, lebih aneh dari yang ku bayangkan" jawab Dev yang bertolak belakang dari kata hatinya.


'Sudah ku duga jawabannya akan menjengkelkan' gerutu Fey dalam hati.


Fey dan Dev pun masuk ke dalam mobil, mobil yang mereka naiki melaju ke suatu tempat dan menghabiskan 1 jam perjalanan.


'Orang ini sebenarnya ingin mengajakku kemana? apa jangan² aku akan di jadikan tumbal pesugihan? astaga... menakutkan, bagaimana jika pikiranku ini benar' Fey langsung menatap Dev dengan curiga.


"Kenapa menatapku begitu? " Ucap Dev dingin ketika Fey memperhatikannya terus.


"Anda ingin mengajak saya ke mana? ".


"Setiap tahun para pemilik perusahaan akan mengadakan pertemuan. Aku akan membawamu ke sana" Jelas Dev.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil yang mereka tempati berhenti di sebuah resort hotel yang berada di puncak.


Di dalam mobil Fey melihat banyak sekali orang² tersohor yang sering muncul di internet, bahkan mereka pada membawa pasangan masing².


'Orang ini membawaku kemari pasti agar tidak terlihat jomblo. kasihan' Fey melirik Dev yang tengah memakai maskernya.


Sang sopir membukakan pintu mobil untuk mereka berdua, di atas karpet merah ini Dev menggandeng lengan Fey untuk di bawa asuk ke dalam bersamanya.


Di dalam ruangan itu terdapat perjamuan mewah yang Fey baru pertama kali melihatnya seumur hidup.


'Oh... jadi ini cara orang² kaya menggelar pesta' Fey tak henti²nya memandang ke seluruh sudut ruangan itu, luas dan juga mewah, bahkan terdapat bermacam² hidangan yang memenuhi setiap meja.


Dev dan Fey duduk di atas sofa.


"Makanlah" Tutur Dev sambil melirik meja di depan mereka yang penuh dengan hidangan lezat.


"Emmm... tumben sekretaris will tidak ikut? " tanya Fey yang membuat gurat wajah Dev berubah seketika.


"Kenapa kau mencarinya? " jawabnya dengan nada dingin.


"Maksudku, tidak biasanya anda pergi ke acara seperti ini tanpa mengajak sekretaris anda, biasanya kemanapun anda pergi will selalu ada di sampingmu" ujar Fey sambil tersenyum masam.


"Tidak, aku menyuruhnya mengerjakan urusan kantor".


Semua yang berada di sana seketika langsung bersalaman ketika bertemu Dev, jarang² Dev mau hadir di acara ini, mereka semua tak menyia²kan kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan pengusaha sukses ini.


Mendengar Dev sedang membicarakan bisnis membuat Fey tidak nyaman. Karena merasa canggung Fey pun minta izin kepada Dev untuk pergi ke kamar kecil.


Tak lama kemudian ada suara benda jatuh masuk ke dalam kolam renang.


"Byurrr...! " Di barengi dengan teriakan histeris dari orang².


"tolong...!! Ada orang tenggelam...! " teriak salah satu wanita yang ada di pinggir kolam.


Dev yang mendengar hal tersebut langsung pergi melihat. Hanya sebuah tangan yang terlihat melambai² di atas air meminta bantuan, wajah dan tubuhnya sudah tenggelam di dalam air.


"Gelang itu... " Dev mendelik menatap gelang yang di pakai orang itu, sama persis seperti milik istrinya.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang Dev langsung mencopot dan melemparkan maskernya ke lantai kemudian langsung melompat ke dalam air.


__ADS_2