
Selepas mandi Dev langsung menyandarkan bahunya di atas sofa, ia masih mengenakan handuk kimono di tubuhnya. Di dalam kamar ia tak melihat Fey di manapun, entah kemana ia sekarang.
Tak lama kemudian Fey datang dengan membawa sesuatu di tangannya.
Ia perlahan menghampiri Dev "Apa tenggorokan tuan masih sakit? " Tanya Fey memastikan.
"Hemm".
" Aku sudah buatkan ramuan ini untuk tuan, ini silahkan di minum" Fey memberikan gelas tersebut, namun Dev malah menampakkan ekspresi curiga.
"Air ini bagus untuk menghilangkan rasa sakit tenggorokan, setiap saya batuk² ayah saya selalu membuatkan ramuan ini untuk saya. Ini tuan, cobalah. Siapa tau tenggorokan anda bisa sembuh juga setelah minum ramuan ini".
Perlahan Dev mulai membuka mulutnya, meminta Fey membantunya minum.
'Tinggal minum aja apa susahnya, lama² leher orang ini pengen kucekek' gerutu Fey kesal.
Perlahan Fey menuangkan air tersebut ke mulut Dev.
"Bagaimana tuan? Apa sudah agak mendingan? ".
Dev mencoba berdehem, dan benar saja, tenggorokannya sekarang lebih enakan ketimbang tadi pagi.
" Minuman apa yang kau berikan padaku tadi? " Tanya Dev kemudian.
"Rahasia. Jika suatu saat tuan sakit tenggorokan lagi, maka saya akan membuatkannya lagi untuk anda" Kata Fey sambil tersenyum cerah.
Dev tanpa sadar ikut tersenyum, tiba² pikirannya berkata 'wanita jelek ini manis juga'.
'Hey! Apa yang ku pikirkan? Manis? Hahaha.... Sepertinya aku sudah gila' batin Dev menertawai pikirannya.
__ADS_1
Seketika Dev melemparkan sebuah handuk kecil ke atas kepala Fey.
"Gosok rambutku" Titahnya.
'Dasar pria sialan, tidak tau terimakasih' umpat Fey.
Fey dengan sebal berdiri di belakang Dev, menggosok rambut suaminya dengan raut wajah malas.
"Pijat pelan²" Tutur Dev lagi.
Fey mematuhi perintahnya.
"Kau ini sedang memijat apa sedang mengelus kepalaku, ha? Kenapa tidak ada tenaga sama sekali? Seperti orang yang kekurangan gizi saja".
'Tadi katanya di suruh pelan²?! ' geram Fey.
Kini Fey memijat sekuat tenaga " Apa begini sudah cukup tuan? ".
"Seharian ini pergi kemana saja? " Tanya Dev mengintrogasi dengan mata yang masih terpejam.
"Saya pergi ke rumah sakit menjenguk ayah saya terus setelah itu saya pulang".
" Bagaimana keadaan ayahmu? ".
" Beliau masih belum sadarkan diri".
"Lalu bagaimana dengan ibu dan saudarimu? Apa mereka tidak peduli dengan ayahmu? ".
'Orang ini kenapa? Kenapa tiba² kepo dengan urusan keluargaku? '.
__ADS_1
" Tidak, tadi mereka juga ada di sana menjenguk ayah".
"Bagaimana ayahmu bisa masuk rumah sakit? " Tanya Dev lagi.
"Saat ayah sedang bekerja di proyek, ia tidak sengaja tertimpa balok dan mengenai kepalanya. Dokter bilang gara² kejadian itu ayah mengalami gegar otak dan harus di operasi".
" Ayahmu kerja bangunan? ".
" Iya tuan".
"Jika ada kecelakaan bukannya bos mereka yang seharusnya bertanggung jawab? Bagaimana bisa mereka lepas tangan terhadap ayahmu".
"Bos proyek itu bilang bahwa kecelakaan itu di sebabkan karena keteledoran ayah sendiri, jadi mereka tidak mau bertanggung jawab".
Dev terdiam sejenak " Besok nenek akan di pindahkan ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan yang intensif".
Fey tertegun 'Apa kondisi nenek separah itu? '.
"aku akan menemani nenek berobat ke luar negri untuk beberapa hari, jadi jaga dirimu di rumah" Kata² Dev terdengar begitu lembut, tak seperti biasanya, nada suaranya sekarang berubah menjadi halus.
'Ohmygood? Seriusan, Dia nggak akan pulang beberapa hari? AAAaaaaa.....!!! Senangnya. Akhirnya hari membahagiakan ini datang juga'.
Rasa²nya hati Fey ingin melompat karena saking senangnya.
"Tuan, perginya jangan lama²".
Ucap Fey bertolak belakang dengan kata hatinya.
'Kalo bisa yang lama, jangan cepat² pulang'.
__ADS_1
" Jika keadaan nenek sudah mulai membaik, maka aku akan segera pulang".