Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Sebuah Tawaran


__ADS_3

Hampir setengah jam mereka berdua melakukan panggilan video call, karena ada urusan yang mendesak jadi Dev kemudian mematikan panggilan tersebut begitu saja.


'Dasar menyebalkan'. gumam Fey sambil menghembuskan nafas kesal.


Fey lantas teringat dengan ujiannya tadi pagi, karena penasaran ia pun mengecek hasil ujian itu. Dengan cemas ia mencari namanya di antara nama² peserta yang lolos, ternyata namanya juga tertulis. Fey pun tersenyum senang, akhirnya ia resmi keterima di kampus impiannya.


_________


Keesokan harinya Fey bersemangat pergi ke kampus, karena ini adalah hari pertamanya, ia dengan riang gembira berjalan kaki dari rumah, padahal jarak antara rumah dan kampusnya lumayan jauh.


Ketika mau menyebrang jalan tak sengaja Fey terserempet mobil hingga membuatnya jatuh tersungkur di bawah aspal.


"Apa kau tidak apa²? " ucap Seorang pria.


Fey langsung mendongak ke atas, seorang pemuda nan tampan terlihat tengah mengulurkan tangan padanya "Mari saya bantu berdiri".


Pria itu lantas menolong Fey.


" Apa ada yang terluka? ".


Pemuda itu bertanya tapi Fey malah diam saja tak menyahuti, ia malah fokus melihat jas almamater yang di pakai pemuda itu.


" Hey? are you okey? " Lagi² pria itu bertanya.


"ah iya, saya tidak apa²".


" I am so sorry, tadi aku buru² dan tidak sengaja menyerempet mu".


"Aku tak apa, jangan khawatir".


" syukurlah... kalau begitu kau ingin ke mana? biar ku antar".

__ADS_1


"ti-tidak perlu".


Pria itu langsung mengeluarkan dompetnya, Fey kira bakal di beri uang tapi ternyata dia malah memberi sebuah kertas kecil.


" Ini kartu namaku, kalo ada apa² hubungi aku saja".


Fey mengambil kartu nama tersebut.


"kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa" pungkas sang pria lalu membawa mobil mewahnya pergi.


Fey lantas membaca kartu tersebut. Ternyata pemuda itu bernama Gama Athara, salah satu mahasiswa di Universitas A.


'Ouh, jadi kita satu kampus... kayaknya dia anak orang kaya'.


Fey lantas membuang kartu nama itu begitu saja.


____________


"Permisi nona" sapa pria itu.


"Anda siapa? " tanya Fey bingung, wajah pria ini nampak begitu familiar, tapi Ia lupa pernah melihatnya dimana.


"Saya sekretarisnya tuan Elsen. Maaf telah mengganggu anda, tapi tuan kecil Leon sangat ingin bertemu dengan anda" ujarnya.


Fey langsung teringat dengan kejadian kemarin, di saat ia menolong seorang anak kecil dan mengantarkannya pulang ke rumah.


"Maaf, tapi saya sudah tak mau lagi ada urusan dengan keluarga itu".


" Ini keinginan tuan kecil, dia semalaman menangis ingin bertemu dengan anda dan hari ini beliau tidak mau berangkat ke sekolah. tidakkah bisa anda menemuinya sebentar nona? ".


Mendengar hal tersebut Fey jadi tidak tega, ia berpikir sejenak.

__ADS_1


" Baik, saya akan menemuinya sebentar".


"Kalau begitu mari nona ikut saya" Denial mengajak Fey masuk ke dalam mobil dan membawanya ke mansion untuk bertemu Leon.


Sesampainya di tempat tujuan Fey di suruh menunggu di ruang tamu, seorang pelayan menghidangkan minuman untuknya, Fey duduk di ruangan itu sambil celingukan melihat interior rumah yang terkesan mewah.


'Orang² bisa sekaya ini tu kerja apa sih? kayaknya kalo ngepet seumur hidup pun belum tentu bisa sekaya ini deh' Batin Fey dalam hati.


Tak lama kemudian Elsen dan Leon turun dari tangga bersamaan. Anak kecil itu terlihat begitu imut memakai setelan kemeja yang sama dengan ayahnya, nampak penuh kharisma dan memikat layaknya visual dalam buku komik.


"Tante... " Leon berlari dan memeluk Fey sambil tersenyum cerah. Sedangkan Elsen dengan dingin duduk di depan Fey.


Entah kenapa sejak awal pria itu seperti tidak suka akan kehadiran Fey, tatapannya begitu dingin dan menakutkan membuat Fey jadi tidak nyaman berada di sana.


"Tante kenapa kemalin pelgi? Padahal Leon udah menganugrahkan tante untuk jadi baby sistel Leon supaya bisa jagain Leon tiap hali".


'Menganugrahkan? apa jadi baby sister itu termasuk anugrah? ' Batin Fey.


" Tante juga punya urusan lain, nggak bisa jagain kamu terus. Leon kan anak pinter, jadi tanpa tante pun seharusnya Leon bisa jaga diri sendiri" Tutur Fey lembut menasehati.


"Jika Tante belsedia jadi baby sistel Leon, Leon bakal gaji tante 200 juta pelbulan".


Sontak Elsen, Fey dan Daniel pun terkejut. Mereka bertiga tak mengira bahwa Leon yang masih kanak² bisa bicara begitu.


" Heh.. kau bicara begitu apa kau punya uang? " ujar Elsen kepada sang anak.


"ya uang ayah lah, kan uang ayah banyak".


Elsen hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, ia tidak bisa menyalahkan anaknya karena sifat anaknya sama persis seperti dia saat masih kecil.


*****

__ADS_1


Maafin author yang udah lama ga update...🙏 kali ini author lagi mulai revisi dari bab awal, ada beberapa bab yang author ganti, kalau kalian mau baca lagi dari awal silahkan kalau nggak juga nggak apa², alurnya tetep sama kok. happy reading🥰


__ADS_2