Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Eps 46


__ADS_3

"Tente, kok tante lama banget? " Tanya Leon yang sudah menunggu kedatangan Fey sejak tadi.


"Maafin tante, soalnya tadi tante kejebak macet" Jawab Fey sambil melihat Leon yang tengah duduk di atas ranjang.


"Males ah, tante telat, Leon jadi gak mood belajal" wajah Leon nampak cemberut, sambil menyedakepkan tangan ia memalingkan wajah.


"Ututu... jangan lah marah, tante kan cuma telat 30 menit aja" Fey lalu mendekati Leon dan ikut duduk di sampingnya.


"30 menit aja? Dengelin ya tante, dalam waktu 30 menit Leon udah selesai mandi, makan, ngeljain PL dan masih banyak lagi" Jelas si bocah.


"Iya deh tante minta maaf, tante janji lain kali nggak akan telat lagi" Fey mengangkat jari kelingkingnya ke atas, mau tidak mau ia harus mengalah pada bocah tengik ini.


"Hemmm" jawab si bocil dengan dengungan.


'Masih kecil saja sudah menyebalkan begini, apa lagi sudah dewasa? ' Fey hanya bisa tersenyum sambil mengelus dada.


"oke, kalo gitu ayo kita belajar" Rayu Fey.


"No" teriaknya.


" Kalo Leon gini terus mending tante pulang aja".


Mendengar kalimat itu Leon tambah merengut, tak tahan ia menyembunyikan air matanya yang ingin meloloskan diri. Tak lama setelah itu dia menangis, meluapkan kekesalannya di dalam hati.


"Leon kenapa nangis? " Dengan lembut Fey menyeka air mata bocah itu.


"Leon kangen ibu, hali ini Leon ulang tahun, Leon hanya pengen punya ibu. Tante... calikan ibuku hiks" rengeknya sambil menangis.


Hati kecil Fey tersentuh dengan ungkapan Leon barusan. Meski tak mengalami namun Fey dapat merasakan rasa sakit ini.


Pantesan saat baru memasuki kamar, Fey melihat banyak sekali mainan baru di kamar Leon, ternyata hari ini ia ulang tahun.


"Emang ibu Leon pergi kemana? ".


" Ibu Leon di culik Tuhan".


'Apa? jadi kau ingin aku mencari ibumu di akhirat? '.


"Ibumu sudah di jaga tuhan, ibumu pasti akan lebih bahagia jika kau hidup dengan baik dan menjadi anak yang patuh bersama ayahmu" Timpal Fey.


"Tapi teman² sekelas ku selalu di jemput ibunya saat pulang sekolah, ayah ****** mempelhatikanku kalena sibuk dengan bisnisnya, padahal aku.... " Leon menunduk lesu, entah kenapa ia tak jadi menyelesaikan kalimatnya yang terpenggal.

__ADS_1


"Yaudah jangan sedih, kan ada tante" Fey berusaha menenangkan Leon, tp siapa sangka Leon akan bertanya "Bolehkan Leon memanggil tante, ibu? ".


Gadis ini jadi tertegun, ia bingung mau menjawab apa, di satu sisi ia kasihan tapi di sisi lain ia takut dengan Elsen, pria berwajah garang itu pasti akan memarahiku jika putranya memanggilnya dengan sebutan ibu.


" Boleh ya tante? " Rengek Leon lagi dengan wajah memelas, sepasang mata yang berbinar itu membawa sebuah harapan agar Fey tak menolak keinginannya.


Fey menghembuskan nafas panjang "Oke, baik. Mulai sekarang Leon boleh manggil tante dengan sebutan ibu".


Sebuah senyuman mekar dari bibir si bocah itu, dengan gembira ia memeluk Fey "Ibu" Pertama kalinya Leon memanggil seseorang dengan sebutan ibu, Fey pun dengan senang hati membalas pelukan hangat tersebut.


'Ini cuma pelmulaan, suatu saat aku akan membuatmu jadi ibuku benelan? hahaha... ' Batin Leon dalam hati.


"Ibu, ayo kita pelgi ke mall, aku ingin bermain sama ibu" Ajak Leon saat pelukan tadi selesai.


"Eh, mana boleh? kan kita belum belajar, belajar dulu ya? ".


" Satu kali aja, plisss.... anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahun ku dali ibu, ayo lah bu... " Lagi-lagi Leon merengek, Fey tau betul jika kemauan Leon tidak bisa di tolak, si bocah tengik ini akan terus mengoceh sampai kemauannya terpenuhi.


"Tanya ayahmu dulu, kalo boleh nanti ibu akan membawamu ke mall".


" Baik" Dengan bersemangat Leon menarik tangan Fey menuju ruang kerja ayahnya.


____________


Dev yang sebal langsung menelepon sekretaris Will.


"Hallo selamat sore, ada apa tuan muda? ada yang bisa saya bantu? " ucap Will dari sebrang sana.


"Cari tau di mana Fey sekarang, suruh dia pulang secepatnya" Titah Dev.


"Baik".


Dev langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Will yang asalnya mau pergi berkencan langsung mengurungkan niatnya dan memilih patuh pada sang majikan.


Ibu Will yang tak sengaja mendengar percakapan putranya dengan si bos langsung menegur "Mau kemana? ".


" Tuan muda memintaku melakukan suatu hal" Jawab Will.


"Ini akhir pekan, bosmu masih memintamu melakukan pekerjaan? tidak bisakah bosmu membiarkanmu istirahat? apakah kau tidak bisa menolak permintaan bosmu untuk kali ini saja? ".


" Maaf Bu".

__ADS_1


"Kau sudah dewasa, sudah waktunya bagimu untuk menikah, ibu sudah memilihkan mu wanita dan mengatur waktu kalian untuk berkencan, dia sudah menunggumu di tempat janjian. Berikan waktu untuk dirimu sendiri untuk mencari pasangan hidup. Apa kau mau hidup sendirian terus hingga tua? " Will tak mendengarkan nasehat ibunya. ia menjawab "Lain kali aku akan pergi berkencan, ibu tidak usah khawatir" kemudian Will pergi keluar dari apartemen.


Ibu Will hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, anaknya sungguh keras kepala.


______________


Elsen yang awalnya tengah membicarakan hal penting bersama Daniel langsung menghentikan percakapan mereka karena tiba² Leon datang membuka pintu.


Anak itu dengan senyum sumringah di pipinya, dengan berani menarik tangan guru privat untuk masuk ke dalam bertemu sang ayah.


"Ada apa Leon? " Tanya Elsen.


"Ayah, aku dan ibu pengen pelgi ke mall. bolehkan? ".


" Ibu?" Elsen kembali mengulang kalimat itu sambil mengernyitkan alis.


'Matilah aku, pria judes ini pasti akan marah jika tau kalo aku di panggil ibu oleh putranya' Batin Fey takut.


"Iya. Mulai sekalang Leon bakal panggil tante ini dengan sebutan ibu" Jelas sang anak dengan wajah gembira, seumur² tak pernah Elsen melihat putranya tersenyum secerah ini, baru sekarang.


'Jampi² apa yang di berikan wanita ini pada putraku? kenapa bisa putraku jadi sedekat itu dengannya? '.


Fey langsung menunduk ke bawah ketika Elsen memberikan tatapan tak bersahabat padanya.


"Ayah sekalian ikut saja, Leon pengen pelgi belsama ayah dan ibu" Tutur Leon bersemangat.


"Kalian pergilah, ayah sedang banyak urusan".


" Ayah tidak sayang Leon lagi ya? " Leon dengan pandainya berakting sedih, ia begitu trampil menampakkan wajah memelas agar sang ayah menuruti kemauannya.


"Leon, ayahmu sibuk. kita pergi berdua saja ya? " bujuk Fey, ia memang tak ingin Elsen ikut.


"Baik, ayah ikut".


" yey...! " kata setuju dari Elsen di sambut meriah oleh putranya.


Dengan perasaan tertekan Fey masuk ke dalam mobil bersama Elsen dan Leon.


Sekretaris Will yang mengemudikan mobil sendiri tak sengaja melihat Fey di lampu merah.


"Nona Fey? " Gumam Will sambil terus menatap ke arah mobil yang kaca jendelanya terbuka.

__ADS_1


"Bukannya yang di sebelah Nona Fey itu tuan Elsen? bagaimana bisa mereka saling kenal? ".


__ADS_2