
Fey memilih satu stel baju tidur berwarna biru untuk Dev pakai malam ini, Namun sebelum ia memberikannya pada Dev, ia sempat berganti baju lebih dulu.
'Jika aku tidak segera ganti baju, si narsis itu pasti mengira aku sedang berusaha menggodanya. Menjengkelkan! .
Ketika membuka pintu, ia melihat Dev telah duduk bersandar diatas sofa. Mata Dev terpejam, wajahnya nampak kelelahan, Fey jadi tidak tega membangunkannya.
"Tuan.... " ucap Fey lirih, suara lembut itu lantas membuat Dev membuka mata.
"Ini saya bawakan satu set pakaian tidur untuk anda, silahkan anda ganti baju dulu, setelah itu baru tidur".
" Pakaikan" Titahnya.
"Apa? " Fey terkejut.
"Bantu aku memakainya".
" Mana boleh? " ujar Fey.
"Kenapa tidak boleh? bukannya aku suamimu?... cepatlah!, kalau sudah selesai aku akan memberimu hadiah".
Omongan Dev membuat Fey jadi penasaran " Hadiah apa, tuan? ".
" Rahasia".
__ADS_1
Dengan wajah tertekan Fey menuruti perintah suaminya. pertama ia melepas sepatunya lebih dulu, kemudian ia melepas dasi dan juga kemeja yang Dev pakai lalu menggantinya dengan baju tidur.
Namun ketika Fey ingin membuka gesper, ia merasa ragu². Dev lantas berdiri agar Fey mudah membukanya.
"Kenapa? bukannya kau sudah pernah lihat? " ujar Dev meledek.
Gara² perkataan Dev barusan Fey jadi teringat dengan kejadian beberapa minggu yang lalu ketika ia sedang membantu Dev di kamar mandi, ini sungguh memalukan.
"Aaa.. jangan katakan itu lagi, anda pakai sendiri saja, saya mau ke toilet". Fey langsung melempar celana itu ke atas sofa dan bergegas pergi ke kamar mandi.
'Dasar tidak tau malu, dia sudah mengotori kesucian mataku... sialan' Umpatnya dalam hati.
Fey lantas mencuci wajahnya sambil bergumam " Mau bagaimanapun aku akan tetap menagih hadiahku".
"Tuan, katanya anda ingin memberi saya hadiah, mana? " ucap Fey.
Dev tersenyum kecil sambil menyandarkan punggungnya di atas sofa "Sini, berikan ponselmu".
" Untuk apa? ".
"Jangan banyak tanya. Cepat, berikan ponselmu".
'Si gila ini mau apa? '.
__ADS_1
Fey dengan patuh memberikan ponselnya pada Dev.
Dev lalu mengambil ponsel itu dari tangan Fey dan memencet kamera untuk memotret wajahnya sendiri. Lalu ia memilih salah satu Foto selfienya dan membuatnya sebagai wallpaper di HP Fey.
"Ini hadiahmu" Dengan bangga ia memperlihatkan layar ponsel itu kepada Fey. Kini wajah Dev terpampang jelas sebagai icon pertama.
"Ha? " Fey ternganga melihatnya.
"Kau termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan fotoku, di dunia ini orang² sampai mengemis untuk dapat memotret wajahku tanpa masker, seharusnya kau bersyukur".
'Keberuntungan? keberuntungan dari mana? aku malah merasa sial. Kalo aku tau hadiahnya cuma fotomu, aku tidak akan memintanya'.
"Terimakasih tuan, saya merasa senang memiliki foto anda di ponsel saya. Ini adalah hadiah yang sangat luar biasa" ucap Fey yang bertolak belakang dengan kata hatinya.
"Kalau kau suka, kapan² aku akan foto lagi di ponselmu".
'Jangan... ku mohon jangan lakukan itu!.. jika kau melakukannya aku malah ingin membuang HP ku sendiri'.
Fey tersenyum pahit " Ini sudah larut malam tuan, Sebaiknya anda istirahat".
" Kau tidurlah dulu, aku belum mengantuk".
"Ba- baik" Fey merasa enggan untuk naik ke atas ranjang, ia takut jikalau Dev nanti ikut tidur bersamanya, untuk jaga² ia menaruh dua guling di tengah ranjang sebagai sekat.
__ADS_1