Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
menelepon Dev


__ADS_3

Fey dan Elsen saling bertatap pandang. Entah kenapa pria yang tengah memakai jas putih ini seolah tak suka akan kehadiran Fey, meski tanpa berkata pun raut wajahnya telah menjelaskan segalanya.


Fey masih terpaku diam, seorang pria muda yang telah mengantarkan ia dan Leon ke ruangan itu juga ikut masuk ke dalam, dia adalah Daniel, sekretaris tuan Elsen.


Kedua pria itu sama² menatapnya, membuat Fey takut, ia berpikir lebih baik ia berpamitan pada Leon dan pergi sekarang, namun belum sampai kalimat itu terucap dari mulutnya Leon sudah menarik tangannya supaya ia berjalan maju.


"Darimana saja kau Leon? Dan siapa wanita yang sedang bersamamu? " Laki² berusia 28 tahun ini bertanya pada sang anak dengan wajah galak, sepertinya ia marah karena Leon telah berani kabur saat menghadiri konferensi pers di sebuah hotel siang tadi.


"Aku sebal sama ayah, aku meminta ayah mencalikan ku ibu, tapi ayah selalu menolak, aku pelgi untuk mencalikan ayah istli. Dan tante ini adalah orang bodoh yang menyelamatkanku saat aku mau teltablak mobil, jadi sebagai ucapan telimakasih aku ingin dia jadi babysistelku" Meski Leon tidak begitu jelas mengucapkan huruf R, namun orang² yang ada di sekitarnya mengerti apa yang dia katakan.


Fey terkejut, ia tak menyangka bahwa anak kecil ini akan bicara seperti itu pada ayahnya.


'Anak kamvrettt... Sejak kapan aku bersedia jadi baby sistermu. Masih kecil saja perkataannya sudah menjengkelkan, apalagi sudah dewasa'.


"Hey, kau bicara apa? " Bisik Fey pada Leon.


"Aku melihatmu kekulangan uang, kenapa tidak jadi babysistelku saja".


'Dari mana anak kecil ini tau' batin Fey heran.


'Aku memang membutuhkan uang, tapi jika seharian bersamanya aku bisa gila. Tidak²... Aku tidak mau'.


Elsen tetap diam sambil menatap Fey dan putranya bergantian, seumur² Leon tidak pernah mau punya pengasuh, tapi kenapa dia tiba² ingin punya baby sister? Apalagi dia merekrut orangnya sendiri.


"Tuan, saya hanya berniat mengantar anak anda pulang, tidak lebih. Lebih baik saya pulang sekarang, permisi" Fey melepas genggaman tangan Leon, meski bocah ini nampak sedih, namun ia dengan tega pergi begitu saja.

__ADS_1


"Tante" Ucap Leon memanggil Fey dengan nada sendu. Tanpa menoleh sedikitpun Fey pergi dari sana, menurutnya berurusan dengan orang kaya adalah suatu hal yang merepotkan, jadi ia berusaha sebisa mungkin untuk menghindarinya. Cukup dengan Dev saja, itupun sudah membuatnya pusing. Ia tak ingin lagi menambah masalah.


Ketika bayangan Fey telah hilang Leon bicara pada ayahnya sambil menangis "Ayah kenapa bialin tante pelgi? Aku ingin tante itu yang jadi babysistelku, ayah".


" Ayah bisa mencarikan mu pengasuh yang lebih baik dari dia".


"Aku benci ayah" Leon langsung berlari pergi untuk mengurung diri di kamarnya.


"Tuan, apa tidak sebaiknya anda mempertimbangkan dulu permintaan tuan muda? Sepertinya gadis itu baik, dia bisa dengan cepat membuat tuan muda menyukainya" Ucap Daniel memberi ide.


Elsen menyandarkan kepalanya di punggung kursi, sepertinya kali ini ia sedang banyak pikiran. Putranya selalu menginginkan seorang ibu, namun di hatinya cuma terdapat almarhum istrinya yang telah meninggal, ia begitu sulit membuka hati untuk wanita lain.


______________


Malam harinya setelah mandi dan berganti baju, Fey baru teringat dengan pesan Will tadi sore, hampir saja ia melupakannya.


'Sudah hampir jam 7,seharusnya dia sudah makan' gumamnya.


Fey dengan malas menelepon Dev, tak lama kemudian Dev mengangkat telepon tersebut.


"Hallo" Ucap Fey dalam telepon.


"Ada apa? " sahut Dev bernada datar.


"Sedang apa tuan? ".

__ADS_1


" Menjaga nenek, kenapa? Tumben kau menelepon. Apa ada masalah? ".


" Tidak, sa-saya...saya hanya ingin tau keadaan nenek, bagaimana perkembangan kondisi nenek sekarang? Apa beliau sudah lebih baik? ".


" Tadi malam nenek operasi, kata dokter keadaannya sekarang sudah jauh lebih baik".


"Emh... Kalau anda bagaimana? Apa di sana anda makan dengan teratur? ".


" Kenapa tiba² bilang begitu? Apa Will mengatakan sesuatu padamu? " Tanya Dev curiga.


" Tidak" Jawab Fey singkat.


'Sebenarnya jika bukan karena Will minta tolong, aku tidak mau menelepon mu'.


"Aku tidak nafsu makan" Ucap seseorang yang berada di sebrang sana.


"Menjaga orang sakit juga butuh tenaga, apa anda tidak sayang diri anda sendiri? Jika anda sakit bagaimana? Siapa yang akan merawat anda di sana? Saya tidak mau anda sakit, tuan".


'Hoek... Bicara apa aku barusan? Bisa²nya kalimat konyol itu keluar dari mulutku'.


Fey membatin, ia merasa mual mendengar ucapannya sendiri.


Dev menarik sudut bibirnya ke atas, tersenyum sebab perkataan istrinya.


"Benarkah? Aku jadi tidak sabar pulang ke rumah dan memakan mu".

__ADS_1


'Pria gila ini bicara apa? Memakan ku? Apa maksudnya? ' batin Fey tak paham.


__ADS_2