Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Menerima


__ADS_3

"Jadi gimana tante? tante mau kan? " Desak si bocil.


"Maafin tante ya... Tante nggak bisa, tante mesti kuliah. nggak bisa kalo di suruh jaga kamu terus, nanti kuliah tante gimana? " Tutur Fey dengan lembut.


"Ta-tapi... ".


" Leon harus ngertiin tante... Tante janji bakal dateng nemuin Leon kalo tante ada waktu senggang, okey?? " Ujar Fey sambil mencubit gemas pipi Leon yang gemoy.


Ekspresi Leon berubah, ia cemberut sambil mengekspresikan wajah kecewa.


"Leon masuk ke kamar dulu, ayah mau bicara empat mata sama tante sebentar" Ucap sang ayah.


'Umurku baru 18 tahun, apa wajahku terlihat setua itu sampe di kira tante²? ' Batin Fey.


Daniel langsung mengantar Leon ke kamarnya. Sebelum Leon melangkah pergi ia sempat memberikan tatapan penuh makna pada sang ayah 'Awas kalo ayah nggak bisa membujuk Tante. Aku bakal mogok makan dua hali'.


"Jadilah guru les privat untuk putraku. Cukup 2 jam perhari, aku akan menggaji mu 200 juta perbulan" Ucap Erlan ketika batang hidung putranya sudah tak terlihat lagi.

__ADS_1


Fey sontak terkejut dengan tawaran itu 'Cuma jadi guru les di bayar 200 juta? ini serius? '.


"Apa anda serius tuan? apa itu tidak kebanyakan? ".


" Asal putraku senang, uang segitu bukan apa² bagiku. Bagaimana? apa kau tertarik? ".


'Memang orang kaya yang sesungguhnya... Apa aku Terima saja ya tawarannya? lagi pula aku juga butuh uang untuk membayar hutang² ibu'.


Fey berpikir sambil memainkan kuku jemarinya, tak dapat di pungkiri bahwa tawaran itu membuatnya tergiur. Kapan lagi dia bisa mendapatkan uang 200 juta dalam waktu 1 bulan.


" Baik, saya setuju".


Elsen tersenyum sinis " Kalo begitu besok sehabis kuliah datanglah kemari".


"Baik tuan" Fey dengan hormat berdiri dari tempat duduknya lalu membungkukkan badan sebagai tanda terimakasih.


Dari awal hingga akhir tatapan Elsen tak berubah, sikapnya kepada Fey begitu dingin bahkan ia beranjak pergi meninggalkan gadis itu sendirian di ruang tamu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.

__ADS_1


'Sikap pria itu kenapa bisa sama persis kayak Dev? sama² menyebalkan. Satu saja sudah membuatku darah tinggi, apa lagi dua? bisa mati berdiri aku'.


...****************...


7 hari telah berlalu dengan cepat, tak terasa hari di mana perjanjian Fey dan Geri telah tiba, kini saatnya Fey harus membayar hutang tersebut.


Sehabis mengajari Leon, Fey berbicara sebentar dengan Elsen di ruang kerja. Ia berpikir ingin meminta gajinya lebih awal untuk membayar hutang.


Fey duduk dengan gugup di hadapan Elsen, membuat pria ini curiga " Apa yang ingin kau katakan? " Tanya Elsen.


Baru saja ia pulang kerja, Fey langsung menghadangnya untuk membicarakan sesuatu.


"Be-begini tuan.... Bolehkah saya menerima gaji saya di awal? Ayah Saya masuk rumah sakit, dan biayanya 200 juta" jawab Fey berbohong.


Elsen menatap Fey sebentar, gadis itu tak berani bertatap mata dengannya, dia malah menundukkan kepalanya sambil memainkan jemari kukunya di bawah meja.


"Ini" Elsen menaruh cek di depan Fey. Nominalnya 200 juta, itu membuat Fey senang sekaligus lega. Akhirnya beban besar yang menyangkut dalam pikirannya bisa terlepas.

__ADS_1


"Te-terima kasih tuan, saya pasti akan mengajari putra anda sebaik mungkin".


Fey merasa tak enak hati telah membohongi Elsen tapi tak mungkin ia berkata jujur 'Masih muda tapi hutang sudah menggunung, mau di taruh mana wajahku, sudah pasti aku malu'.


__ADS_2