
Fey memikirkan ujian tadi, dia begitu pesimis karena hampir seluruh soal tidak ia mengerti.
'Aku ingin melanjutkan pendidikan, tapi kenapa aku ini begitu bodoh. Andai saja aku pintar, aku pasti akan dengan mudah mengerjakan seluruh soal dan mendapatkan beasiswa' Sesal Fey dalam hati, ia merasa menyesal karena tidak giat belajar dari dulu.
"Hutfh" Fey menghembuskan nafas dari mulut, wajahnya seakan pasrah akan segala hal yang telah terjadi dalam hidupnya. tadi sang Dosen sempat bilang akan memberitahukan hasilnya nanti malam lewat web site. Mengingat bagaimana cara Fey mengerjakan soal tadi, sepertinya ia tidak akan lulus.
Tiba² seseorang menghampirinya, sepasang kaki berdiri tepat di hadapannya. Fey yang tengah menunduk ke bawah melihat sepatu kumuh milik perempuan tersebut, sontak ia mendongak ke atas.
"Hay" Sapa gadis tersebut sambil mengukir senyum ceria.
Ternyata itu adalah gadis yang menyesatkan tadi.
"Eh, hay..ada apa? " Jawab Fey ikut tersenyum juga.
"Boleh aku duduk di sampingmu? ".
" Tentu" Fey lantas menggeser sedikit pantatnya ke samping, memberi ruang untuk gadis itu duduk.
"Kenalin, namaku Lala" Gadis itu dengan bersemangat mengulurkan tangannya ke arah Fey. Fey pun menjabat tangannya "Aku Fey, senang bisa berkenalan denganmu".
__ADS_1
" Kalau begitu bisakah kita berteman? "Ucap Lala penuh harap.
Fey tertegun, tak ada seorangpun yang pernah mengajaknya berteman, baru kali ini. Sebelumnya ia pernah mencoba berkenalan dengan teman sekelasnya, namun tak ada yang mau dekat dengannya, semua orang menjauhinya karena ia di anggap bodoh.
"Kenapa tidak" Fey memberikan senyuman hangat pada Lala. Meski Fey sempat kesal karena kejadian tadi namun hatinya yang baik membuatnya mudah memaafkan.
"Soal tadi, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengerjai mu, aku hanya.... ".
" Tidak apa², aku sudah melupakannya" Sela Fey memotong perkataan Lala.
"Terimakasih".
"Sepertinya aku mau cari kerja" Jawab Fey.
"Benarkah? Aku juga. Bagaimana kalo kita cari kerja sama²? ".
Fey dengan senang hati mengangguk.
" Tapi aku mau pulang dulu sebentar, tidak apa² kan? " Ujar Lala.
__ADS_1
"Rumahmu dimana? ".
" Tidak jauh kok, cuma naik bus sebentar".
Lala menggandeng tangan Fey, ia begitu bersemangat mengajak teman barunya berkunjung ke rumah.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah perkampungan kecil yang di situ banyak sekali sampah berserakan. Fey tertegun, ini pertama kalinya ia datang dan sekaligus ia baru tau bahwa di pinggir kota terdapat tempat seperti ini.
Lala senantiasa menggandeng tangan Fey, ia dengan lembut menarik tangannya menuju suatu tempat.
'Beneran rumahnya ada di sekitar sini? Kok agak aneh ya. Padahal gadis ini terlihat putih cantik' batin Fey heran.
Dengan polos ia berjalan menuju dimana Lala membawanya. Fey terus menoleh ke kanan dan ke kiri, ia melihat bahwa Penduduk di sana kebanyakan berprofesi sebagai pemulung, tempat yang sedang ia datangi sekarang sepertinya adalah area pengepul rosok.
Perjalanan mereka tak berhenti sampai di situ, mereka masih harus melewati gang sempit dengan jalanan yang becek di penuhi lumpur, sepertinya tadi malam di daerah itu habis turun hujan.
"Itu rumahku" Kata Lala sambil menunjuk ke arah gubuk kecil di depan sana. Rumah petak berukuran kecil yang di penuhi kardus bekas di halaman teras ia akui sebagai tempat tinggalnya.
'Ini serius rumahnya? ' batin Fey yang masih terheran, ia agak tak percaya bahwa Gadis cantik seperti Lala tinggal di area seperti ini.
__ADS_1