
Keesokan harinya Fey bangun kesiangan, hampir jam 8 pagi ia baru membuka mata. Untung hari ini adalah hari minggu, jadi ia bisa bersantai seharian.
"Eh... tumben dia tidak ada, pergi kemana pria itu? ".
Batin Fey kala ia tak melihat barang hidung Dev di sampingnya, bahkan di kamar mandi dan ruang ganti pun dia tidak ada.
Setelah gosok gigi dan cuci muka, Fey langsung turun ke bawah untuk sarapan.
" Selamat pagi nona muda" Sapa para pelayan yang ada di sana.
Setelah beberapa hari tinggal di sini, Fey sudah mulai terbiasa ketika mendapat perlakuan istimewa dari para pekerja, ia sudah tak merasa canggung lagi, bahkan sekarang ia dengan santai menunggu para pelayan menyajikan makanan untuknya di atas meja.
'Bangun tidur langsung di siapin makanan, enaknya punya suami kaya. Nggak perlu capek² masak, nggak perlu capek² cuci piring... coba aja kalo aku ini ada di rumah, pasti ibu sudah mengomeliku sambil membawa sapu kalo jam 5 pagi aku belum bangun, bahkan aku pernah di siram air se-ember karena bangun kesiangan'.
Buru² Fey menghabiskan sarapannya Sebab hari ini ia sudah membuat jadwal akan menonton TV sambil makan cemilan di ruang santai.
'Kayaknya Dev nggak ada di rumah, kalo gitu aku bisa bebas malas-malasan sepanjang hari, horeee....'.
Setelah makan Fey ingin segera beranjak pergi, namun Bibi An dengan sigap berdiri di hadapannya sambil berkata "Maaf nona, tuan muda sempat berpesan pada saya, kalo anda sudah selesai sarapan anda di minta datang ke ruang kerjanya sembari membawakan beliau susu hangat dan roti selai".
__ADS_1
'Yah, ternyata orang itu ada di ruang kerja... Hal menjengkelkan apa lagi yang akan ia buat kali ini, perasaanku jadi tidak enak'.
Lintasan memori membawa Fey kembali pada minggu² sebelumnya, ia jadi ingat kalau setiap akhir pekan,sewaktu libur kerja Dev selalu mempunyai akal muslihat untuk mengerjainya.
"Baik" Dengan berat hati Fey mengiyakan. Ia lantas pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan yang Dev minta.
"Nona muda, nona duduk dan istirahatlah, biar saya saja yang kerjakan" Ucap salah satu koki pria yang ada di sana.
"Tidak, terimakasih. saya bisa sendiri" Ia menolak untuk di bantu, menurutnya cuma membuat susu dan menaruh selai ke dalam roti adalah pekerjaan yang gampang.
"Tuan muda biasanya suka selai yang di buat langsung dari buah segar yang baru di petik dari kebun, jadi rasanya masih fresh" Ujar si koki memberi tau.
"Owh begitu".
"Sini saya ajari" Para koki yang lain pun ikut membantu Fey menyiapkan makanan tersebut.
Benar saja, beberapa menit kemudian ada beberapa orang yang masuk membawa bahan² yang segar ke dalam dapur.
"Ini adalah buah²an yang baru di petik dari kebun nona" Tutur sang koki memberi tau.
__ADS_1
"Ha? benarkah? kok bisa datang secepat itu? " Fey terkejut di buatnya.
"Apa anda belum tau? pepohonan buah dan sayur yang ada di sepanjang jalan arah menuju rumah ini semuanya adalah milik tuan muda".
"kebun besar itu ternyata milik tuan muda? semuanya? ".
" Iya nona".
Fey kaget setengah mati mendengar pernyataan tersebut. pasalnya kebun yang ada di sepanjang jalan tersebut sangatlah luas dan panjang, memang Fey selalu melihat banyak sekali buah²an di sana, namun ia tak pernah menyangka bahwa pemilik lahan itu ternyata suaminya sendiri.
'Astaga.... sekaya apa pria ini? ' Batin Fey tak habis pikir.
Ini pertama kalinya Fey melihat proses para koki menyiapkan makanan, terbilang tidak mudah, ternyata mereka semua bekerja keras untuk membuat satu hidangan yang lezat. Tak hanya selai, bahkan roti dan susu pun di buat sendiri. Tak mudah bagi mereka menjalani profesi ini, terlebih lagi Dev suka pilih² makana.
Di sisi lain, paman Han dan Bibi An saling berbincang di ambang pintu sambil memperhatikan Fey yang tengah sibuk memasak bersama para koki.
"Aku rasa nona Fey memang pasangan yang cocok untuk tuan muda, bukankah begitu pak Han? ".
" Sepertinya. Saya harap dengan hadirnya nona Fey, tuan muda dapat secepatnya melupakan nona Kelly" ucap Han.
__ADS_1
"Nona Kelly juga wanita yang baik. Tapi entah kenapa aku lebih suka Nona Fey saja yang menjadi teman hidup tuan muda. Jika seandainya Nona Kelly kembali, apa menurutmu tuan muda akan berpaling meninggalkan Nona Fey? ".
"Aku tidak tau" Pungkas Paman Han.