Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Berakting


__ADS_3

"Pak, boleh anterin saya ke rumah sakit nggak? " Tanya Fey pada salah seorang sopir yang ada di sana, kebetulan pak sopir itu habis selesai mencuci mobil.


"Tentu, tentu saja nona. Silahkan naik" Dengan sopan dia membukakan pintu mobil untuk Fey.


"Terimakasih" Tutur Fey lalu masuk ke dalam.


Sesampainya di rumah sakit, Fey memakai masker dan kacamatanya tadi, ia menyamar supaya keberadaannya tak di ketahui oleh ibu dan Laura.


Dan benar saja, ketika Fey mau masuk ke dalam pintu utama rumah sakit, ia tanpa sengaja melihat Laura yang berdiri tidak jauh dari sana. Buru² Fey masuk ke dalam bangunan tersebut. .


Sonia berada di dekat ruang VVIP, ia melihat ada seorang pria berpakaian hitam tengah berdiri menjaga pintu ruangan tempat suaminya di rawat. Dengan cepat ia menghampiri "Permisi tuan, saya lihat sejak tadi anda berdiri di sini terus, sebenarnya ada apa? kenapa anda sejak tadi berdiri di depan ruangan suami saya? " Tanyanya heran.


"Saya di minta pihak rumah sakit untuk menjaga ruangan ini buk, sebab tidak ada keluarga yang menemani" Si pria menjawab sesuai perintah sang atasan.


Sonia mengernyitkan alis "saya baru tau kalo di rumah sakit ini memiliki layanan seperti itu".


"Mulai sekarang khusus orang yang di rawat di ruang VVIP ini jika tidak ada keluarga yang menemani maka pihak rumah sakit menyediakan pekerja untuk menjaga ruangan pasien supaya aman,buk" Jelasnya.


Lalu Sonia langsung masuk ke dalam membesuk sang suami untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Kini Fey tengah berjalan ke arah di mana ayahnya berada. Di depan pintu VVIP itu terlihat seorang pria berpakaian hitam sedang berjaga.


"Maaf, orang asing di larang masuk" kata penjaga itu sambil menghadang jalan.


Fey langsung membuka kaca mata dan juga maskernya, seketika pula penjaga itu langsung mengenali wajah tersebut.


'Dia kan istri tuan muda'.


"Ma-maafkan saya nona muda, silahkan masuk" ucap pria itu sambil menggeser tubuhnya ke samping agar nona nya bisa lewat.


Ketika Fey membuka pintu tersebut, ia di kejutkan dengan punggung seorang wanita yang kini tengah berdiri di samping ayahnya.


"Mas, cepat sembuh. Maafin aku karena nggak bisa jaga anak² kita dengan baik. Aku merasa sudah menjadi ibu dan istri yang gagal, seharusnya aku tidak memperlakukan Fey seperti itu. Dia anakku dan aku pun sebenarnya juga menyayanginya, tapi entah kenapa dia menganggap ku jahat. 18 tahun aku merawatnya, namun sekarang ia pergi begitu saja dari rumah. Aku, aku begitu bersalah karena memaksanya menikah, tapi aku melakukan itu karena terpaksa, aku tidak bermaksud menghancurkan hidupnya. Ibu mana yang tega melihat putrinya sedih? hiks...hiks..." Sonia menangis sambil memegang lembut tangan suaminya yang masih tertancap jarum infus.


"Dari dulu aku terlalu mendidiknya dengan keras hingga dia berpikir bahwa aku tidak menyayanginya. Aku cuma ingin menjadikannya anak yang kuat karena dia anak pertama. Mas, aku lelah. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku ingin mati saja".


Fey terharu mendengar kata² itu, ia pun menitipkan air mata.


'Ibu... sebenarnya aku sayang ibu. Aku juga tidak ingin melakukan ini, aku juga tidak ingin melukai hatimu. Saat melihat ibu menangis, hatiku juga merasa sakit'.

__ADS_1


Fey menyeka air matanya, kemudian ia memutuskan untuk masuk ke dalam, perlahan kakinya berjalan mendekati sang ibu.


Sonia menarik sudut bibirnya, ia tersenyum ketika melihat bayangan Fey dari pantulan jendela rumah sakit.


'Sudah ku duga jika itu kau. Tidak sia² aku berakting'.


"Ibu" Ucap Fey lirih.


Sonia melihat ke samping, ia pura² menghapus air matanya, menatap putrinya dengan sendu.


"Ibu kenapa nangis? ".


" Fey, tolong bantu ibu. I-ibu takuttt".


"Ada apa bu? Katakan" Ucap Fey sembari mengelus punggung Sonia dengan lembut.


"Geri mengancam ibu, kalo kamu nggak mau nikah sama dia, dia bakal bunuh ibu. I-ibu takut, takut jika dia benar² melakukan hal itu" Tangan sonia memegang tangan Fey dengan gemetar, menaruh harap agar putri bodohnya ini mau percaya dengan kebohongannya.


"Fey tolong terimalah lamaran dari Geri, ibu mohon Fey, ibu nggak mau mati".

__ADS_1


'Bu, sebenarnya aku sudah menikah. Tidak mungkin aku tunangan dengan orang lain '.


__ADS_2