Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Minta tolong


__ADS_3

Sesampainya di sana Fey dan Lala malah di usir oleh para satpam karena di kira gembel sebab penampilan mereka yang lusuh dan kotor.


"Maaf mbak, di sini tidak menerima gembel" Ucap salah seorang satpam sambil mendorong Fey pergi.


"Enak aja kalo bicara, kita ini bukan gembel" Sahut Fey kesal.


Dengan perasaan dongkol Fey dan Lala meninggalkan tempat tersebut.


"Hih, menyebalkan!!. Bawahannya aja songong apalagi bosnya" Gumam lirih.


Lala yang mendengar gumaman Fey pun menyahuti "Belum tentu, aku rasa bos mereka baik. Buktinya pemilik perusahaan itu berani membayar mereka dengan gaji yang besar".


" Dari mana kau tau? ".


" Aku tau dari internet lah, aku mencari tau segalanya tentang dia. ku dengar dia juga punya perusahaan di luar negeri, sudah pasti dia sangat kaya. Aku jadi penasaran dengan rumahnya" celoteh Lala.


'Rumah suamiku juga sangat besar. Sudah berhari² aku jadi istrinya tapi aku masih belum tau pekerjaannya apa'.


*


"Hakcjuh" Suara Dev bersin.


'Siapa yang sedang membicarakan ku? '.

__ADS_1


Di lain sisi Dev tengah menemani neneknya menjalani operasi. Sudah hampir dua jam ia menunggu di depan ruang bedah dengan perasaan cemas.


Tak lama kemudian dokter yang menangani neneknya keluar, Dev langsung bertanya "Bagaimana operasinya dok? Bagaimana keadaan nenek saya sekarang? " Terlihat kekhawatiran di wajahnya, sudah nampak jelas bahwa Dev kelelahan tidak tidur semalaman karena berjaga menemani sang nenek.


"Operasinya berjalan lancar tuan, nenek anda akan di pindahkan ke ruang pemulihan. Mungkin tidak lama lagi nenek Amy siuman dan pulih kembali" Jawab Sang dokter.


Dev menghembuskan nafas lega.


"Kalau begitu saya permisi tuan" Ucap sang dokter kemudian pergi diikuti dokter bedah yang lainnya.


Dev kembali terduduk di kursi tunggu, kantung matanya tak dapat membohongi bagaimana lelahnya ia saat ini.


"Tuan, saya belikan makanan untuk anda. Sebaiknya anda makan dulu, dari kemarin anda belum makan" Will datang sembari membawa sekantung makanan di tangannya. Melihat tuannya kelelahan ia merasa begitu tidak tega.


" Nenek anda pasti tidak ingin anda sakit, tuan".


"Apa aku terlihat seperti pria lemah? ".


'Tuan muda begitu keras kepala, kalau begini terus tuan muda bisa sakit, jika tuan sakit pasti aku juga yang repot. Bagaimana caranya membujuk tuan supaya mau makan? '.


'Nona Fey, beliau pasti bisa membantuku membujuk tuan muda'.


Entah kenapa pikiran Sekretaris Will langsung tertuju pada Fey, ia langsung merogoh ponsel dari dalam saku celananya. Namun ketika membuka HP ia baru ingat bahwa nomor Fey telah ia hapus.

__ADS_1


Will kembali mengingat² nomor ponsel Fey yang sempat ia baca waktu itu. Setelah itu ia menulis pesan pada nomor tersebut yang isinya ''Nona muda, ini saya Will. Apakah saya boleh minta tolong, Nona? ''.


*


Fey yang tengah duduk beristirahat di taman sambil main HP tiba² saja mendapat pesan dari Will, ia pun membacanya.


'Ada apa dengan orang ini? Kemarin saja saat aku butuh bantuan, dia nggak mau nolongin. Dan sekarang dia memintaku membantunya? Hah'.


''Apa? '' jawab Fey singkat.


Setelah beberapa detik Fey mendapat notifikasi pesan lagi dari Will '' tolong bantu saya membujuk tuan muda untuk makan, nona''.


'Ha? Membujuk Dev makan?... Sudah tua begitu makan pun masih di bujuk? Gila' gerutunya dalam hati.


"Aku sibuk" Balas Fey kemudian.


"Kalau tuan sakit, anda juga yang repot" Mendapat balasan seperti itu dari Will membuat Fey berpikir 'Benar juga, jika dia sakit pasti aku akan kerepotan, apalagi dia sering menyuruhku melakukan hal yang tidak penting, itu pasti akan sangat menjengkelkan'.


"Kenapa harus aku yang melakukannya? Belum tentu kalau aku yang suruh dia akan mau".


" Coba dulu Nona".


Setelah berpikir sejenak akhirnya Fey menyetujui permintaan Will "Iya, nanti".

__ADS_1


Will hanya membaca pesan tersebut, membuat chattingan mereka berakhir sampai di situ saja.


__ADS_2